NEWS.BUSURNABIRE.ID NABIRE, Papua Tengah – Kasat Reskrim Polres Nabire, IPTU Bogi Trastanto, S.H., mengungkapkan kronologis lengkap penemuan mayat seorang pria bernama Yohanes Goo (43) di Perumahan Kantor Distrik Nabire Barat, Kampung Kalisemen SP2, Selasa (14/4/2026).
Dalam wawancara awak media News.busurnabire.id melalui sambungan seluler, IPTU Bogi menjelaskan bahwa korban pertama kali ditemukan setelah warga sekitar mencurigai adanya bau tidak sedap dari dalam rumah.
“Awalnya dua saksi yang merupakan tetangga korban mencium aroma tidak sedap dari rumah korban pada Selasa sore sekitar pukul 16.30 WIT. Karena curiga, mereka kemudian melakukan pengecekan di sekitar rumah,” jelas IPTU Bogi.

Menurutnya, kedua saksi yakni YM (50) dan IG (48) melihat kondisi rumah korban dari samping dan menemukan banyak lalat di sekitar lokasi. Selain itu, pintu samping rumah dalam keadaan terbuka.
“Saat mengintip dari celah pagar, saksi melihat korban sudah dalam posisi tengkurap di dalam rumah, tepat di area pintu samping, mengenakan kaos warna oranye dan celana pendek abu-abu,” ungkapnya.
Mengetahui hal tersebut, saksi kemudian segera melaporkan kejadian itu ke Polsek Nabire Barat.
IPTU Bogi menegaskan, setelah menerima laporan, anggota Polsek Nabire Barat yang dipimpin langsung oleh Kapolsek IPTU Adam Mahardika segera menuju lokasi.
“Sekitar pukul 17.00 WIT, personel Polsek Nabire Barat sudah tiba di tempat kejadian perkara dan langsung melakukan pengamanan awal,” katanya.
Tak lama berselang, tim dari Sat Reskrim Polres Nabire juga tiba di untuk melakukan olah TKP bersama unit identifikasi.
“Kami langsung melakukan olah TKP, mengumpulkan barang bukti serta meminta keterangan dari saksi-saksi yang berada di sekitar lokasi,” tambah IPTU Bogi.

Dalam keterangannya, IPTU Bogi juga menyampaikan bahwa keluarga korban tiba di lokasi sekitar pukul 18.37 WIT.
“Keluarga korban kemudian bersama petugas mengevakuasi jenazah dan membawanya ke RSUD Nabire untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” jelasnya.
Korban bersama keluarga tiba di RSUD Nabire sekitar pukul 19.58 WIT.
IPTU Bogi mengungkapkan, berdasarkan keterangan saksi, korban terakhir kali terlihat beraktivitas normal pada Minggu (12/4/2026) malam.
“Sejak saat itu, korban tidak lagi terlihat oleh warga sekitar hingga akhirnya ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia,” ujarnya.
Sementara itu, dari keterangan keluarga korban, diketahui bahwa Yohanes Goo merupakan pribadi yang dikenal baik dan tidak memiliki kebiasaan merokok maupun mengonsumsi minuman keras.
“Keluarga juga menyampaikan bahwa korban tidak memiliki riwayat penyakit serius atau keluhan kesehatan sebelumnya,” kata IPTU Bogi.
Meski demikian, IPTU Bogi menegaskan bahwa hingga saat ini penyebab pasti kematian korban belum dapat dipastikan.
“Kami belum bisa menyimpulkan penyebab kematian. Saat ini masih menunggu hasil visum dari pihak medis untuk memastikan secara akurat,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa korban diketahui tinggal seorang diri di asrama Kantor Distrik Nabire Barat sejak tahun 2017.
“Korban tinggal sendiri, sehingga tidak ada yang mengetahui secara pasti kapan korban meninggal dunia,” tambahnya.

Dalam penanganan kasus ini, IPTU Bogi menjelaskan sejumlah tindakan yang telah dilakukan oleh pihak kepolisian.
“Kami telah menerima laporan, mendatangi TKP, melakukan olah TKP bersama unit identifikasi, mengumpulkan keterangan saksi, serta membawa korban ke RSUD Nabire untuk dilakukan visum,” paparnya.
Saat ini, Sat Reskrim Polres Nabire masih terus melakukan penyelidikan guna mengungkap penyebab pasti kematian korban.
“Kami pastikan proses penyelidikan berjalan dan akan kami sampaikan perkembangan lebih lanjut kepada masyarakat,” tutup IPTU Bogi.













