NEWS.BUSURNABIRE.ID – NABIRE, Papua Tengah | Peristiwa penemuan dua jenazah menggegerkan warga Distrik Nabire Barat, Kabupaten Nabire, pada Rabu malam (15/4/2026). Kedua korban ditemukan di sebuah rumah di Jalan Sasera, Kelurahan Bumi Mulia, dalam kondisi yang memprihatinkan.
Kasat Reskrim Polres Nabire, IPTU Bogi Trastanto, S.H., saat dikonfirmasi melalui sambungan seluler membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa pihak kepolisian bergerak cepat setelah menerima laporan dari masyarakat.
“Benar, kami menerima laporan dari warga terkait penemuan dua orang dalam kondisi meninggal dunia di wilayah Nabire Barat. Tim langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP),” ungkap IPTU Bogi.

Ia menambahkan, setelah menerima laporan tersebut, Kapolsek Nabire Barat Iptu Adam bersama personel langsung bergerak cepat menuju lokasi dan mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) guna memastikan situasi tetap kondusif serta menjaga keutuhan barang bukti.
Menurutnya, peristiwa itu pertama kali diketahui oleh warga yang melintas di sekitar lokasi. Saksi mencurigai adanya bau tidak sedap yang berasal dari rumah korban, sebelum akhirnya bersama warga lain memeriksa dan menemukan dua korban di dalam rumah.
“Salah satu korban ditemukan dalam posisi tergantung, sementara satu korban lainnya dalam kondisi tergeletak di dalam rumah,” jelasnya.
Identitas korban diketahui masing-masing berinisial M.M. (38), seorang mahasiswa asal Dogiyai yang berdomisili di Nabire, serta seorang perempuan yang hingga kini masih dalam proses pendalaman identitas lengkapnya.

Dari hasil pemeriksaan awal oleh tim medis, IPTU Bogi menegaskan bahwa tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh kedua korban.
“Berdasarkan hasil visum sementara, tidak ditemukan indikasi kekerasan. Namun demikian, kami tetap melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab pasti kematian,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa pihak keluarga korban telah menerima kejadian tersebut dan menolak dilakukan autopsi.
“Jenazah sudah dibawa ke RSUD Nabire untuk dilakukan visum, dan saat ini telah diserahkan kepada pihak keluarga. Pihak keluarga juga menolak untuk dilakukan autopsi,” tambahnya.

Saat ini, penanganan kasus masih berada di bawah Polsek Nabire Barat dengan dukungan Satreskrim Polres Nabire. Polisi juga telah memintai keterangan sejumlah saksi guna melengkapi proses penyelidikan.
“Kami sudah mengambil keterangan saksi-saksi dan melakukan langkah-langkah kepolisian lainnya. Kasus ini masih dalam penanganan,” tutup IPTU Bogi.
Peristiwa ini menjadi perhatian warga sekitar, sekaligus mengingatkan pentingnya kepedulian lingkungan terhadap kondisi sekitar guna mencegah kejadian serupa tidak terulang kembali.













