NEWS.BUSURNABIRE.ID – Nabire |Dalam rangka mendukung upaya nasional penghapusan penyakit malaria, yang digelar pada Jumat, 1 Agustus 2025. Kegiatan ini berlangsung di halaman Ballroom Kantor Gubernur Papua Tengah, kawasan Bandara Lama Nabire, dengan mengangkat tema: “Bersatu Mewujudkan Papua Tengah Bebas Malaria.”
Deklarasi ini merupakan langkah strategis untuk mempercepat pencapaian target nasional eliminasi malaria pada tahun 2030, sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 22 Tahun 2022.
Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah pejabat penting dari pusat dan daerah, jajaran TNI-Polri, organisasi internasional, serta tokoh adat, agama, dan masyarakat. Hadir di antaranya:

Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa.SH. Wakil Gubernur Deinas Geley, S.Sos., M.Si. Sekretaris Daerah Papua Tengah Dr. Silwanus Sumule, Sp.OG, M.H.Kes. , Kabinda Papua Tengah Brigjen TNI Alfi Sahri Lubis, S.I.P., M.M. Sekretaris Direktorat Jenderal P2P Kementerian Kesehatan RI Dr. Andi Saguni, MA, Kasrem 173/PVB Kolonel Inf Robby Suryadi, S.Sos., M.M. Dirbinmas Polda Papua Tengah Kombes Pol Deni Herdiana, S.E., S.H., M.M., M.H.
Danlanal Nabire Laut (P) Dwi Prasetyo, S.H., M.Tr. Opsla, Wakil Ketua II DPR Papua Tengah Dr. Petrus Isack Suripatty, M.Si., Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan KB Papua Tengah Dr. Agus, M.Kes., CH. Med. Cad

Perwakilan dari UNICEF, WHO, Forkopimda, serta para bupati dan wakil dari 8 kabupaten: Nabire, Dogiyai, Deiyai, Paniai, Intan Jaya, Puncak Jaya, Mimika, dan Puncak, Jajaran OPD, Dinas Kesehatan se-Papua Tengah, tokoh adat, tokoh agama, serta pelajar dari sekolah dasar di Nabire
Deklarasi Eliminasi Malaria ini ditandai dengan beberapa rangkaian kegiatan, yakni:
- Penandatanganan Pakta Komitmen Eliminasi Malaria oleh Gubernur Papua Tengah dan seluruh Bupati
- Pembacaan Deklarasi Eliminasi Malaria oleh Gubernur Meki Nawipa, diikuti oleh seluruh peserta
- Pelepasan balon dan pengguntingan pita sebagai simbol tekad bersama
- Penyerahan kelambu berinsektisida secara simbolis dari Kementerian Kesehatan kepada Pemerintah Provinsi Papua Tengah
Dalam laporannya, Kepala Dinas Kesehatan Papua Tengah,., CH. Med. Cad, menyampaikan bahwa Papua Tengah saat ini menanggung beban malaria tertinggi di Indonesia, bahkan Asia Tenggara. Sebanyak 95% kasus berasal dari Kabupaten Mimika, menjadikannya sebagai pusat penularan yang perlu intervensi intensif.
Dr. Agus, M.Kes juga menyampaikan Beberapa data penting sebanyak 168.000 kasus malaria tercatat pada tahun 2024. 58,6% kasus merupakan malaria tropika (Plasmodium falciparum) dilanjutkan 2.159 kasus terjadi pada ibu hamil, membahayakan ibu dan bayi sedangkan Kasus menyerang bayi sebanyak 11,7% kasus dan 19,2% menimpa pelajar
“Dampak ekonomi diperkirakan mencapai Rp170 miliar pada 2024, Kepatuhan minum obat masih tergolong rendah, Genangan air dan jentik nyamuk masih banyak ditemukan di pemukiman serta Persepsi masyarakat terhadap malaria sebagai penyakit biasa menjadi tantangan utama dalam perubahan perilaku,” ujarnya
Untuk mengatasi situasi ini, Dinas Kesehatan Papua Tengah telah menyusun strategi terpadu
“Fokus eliminasi di Mimika dan Nabire, dengan pendekatan skrining massal, pengobatan aktif, intervensi lingkungan, dan edukasi perubahan perilaku, Eliminasi dini di enam kabupaten dataran tinggi, yang saat ini memiliki tingkat kasus rendah, Dorongan regulasi dan kelembagaan, termasuk aktivasi Malaria Center Provinsi dan UPTD Malaria Center Mimika, penyusunan Peraturan Daerah (Perda), serta penguatan anggaran, Mobilisasi masyarakat dan edukasi publik, melalui kampanye kelambu, penimbunan genangan air, serta keterlibatan Pasukan Merah Dinas Lingkungan Hidup,”jelas Dr Agus
Selain itu, rencana tindak lanjut juga mencakup Konsolidasi komitmen politik dan anggaran, Peningkatan kesadaran masyarakat melalui media, tokoh adat dan agama, serta sekolah, Distribusi kelambu dan pemetaan kampung contributor, Koordinasi lintas kabupaten melalui penyusunan rencana aksi kabupaten yang terintegrasi dengan provinsi
Sebagai penutup, Dr. Agus menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras mendukung terselenggaranya kegiatan deklarasi ini.
“Deklarasi ini merupakan langkah awal yang kuat dalam menyatukan kepemimpinan, strategi, dan aksi nyata untuk menuju Papua Tengah Bebas Malaria. Dengan semangat bersama, eliminasi malaria bukan lagi harapan, tetapi tujuan nyata yang harus kita capai bersama,” tegasnya.
Pemerintah Provinsi Papua Tengah menyatakan siap mendorong kolaborasi lintas sektor dan lintas kabupaten sebagai wujud keseriusan dalam mendukung kesehatan masyarakat dan pembangunan yang berkelanjutan.













