NEWS.BUSURNABIRE.ID -NABIRE, PAPUA TENGAH | Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Jumat (21/8/2026). Kepulan asap dari beberapa titik kebakaran bahkan mulai menyelimuti sebagian kawasan Kota Nabire dan menimbulkan kekhawatiran warga.

Kondisi cuaca yang masih diliputi kemarau membuat lahan menjadi lebih kering dan mudah terbakar. Situasi tersebut meningkatkan risiko api dengan cepat meluas, terutama ketika berada di sekitar kawasan permukiman dan fasilitas umum.
Melihat perkembangan tersebut, Yonif TP 804/DBAY sejak awal terus memantau situasi serta berkoordinasi dengan satuan TNI dan instansi terkait di Nabire. Kesiapsiagaan dilakukan agar personel dapat segera dikerahkan ketika terjadi peningkatan ancaman kebakaran.

Sekitar pukul 15.00 WIT, laporan dari tim pemadam kebakaran menyebutkan adanya kobaran api yang mulai mendekati kawasan permukiman. Informasi itu langsung ditindaklanjuti Yonif TP 804/DBAY dengan mengerahkan 70 personel yang dipimpin Letda Inf Choirul.
Personel terlebih dahulu menuju Makodim 1705/Nabire untuk mengikuti apel gabungan bersama unsur Korem 173/PVB, Denzipur 12/OHH, Kodim 1705/Nabire dan unsur terkait lainnya.
Usai apel, pasukan langsung bergerak menuju lokasi kebakaran terbesar di kawasan Jalan Poros, Kampung Waroki. Dalam operasi tersebut, personel didukung dua truk angkut personel dan dua truk tangki air untuk mempercepat proses pemadaman.

Setibanya di lokasi, tim BPBD Provinsi Papua Tengah sudah lebih dahulu melakukan penanganan. Personel TNI kemudian bergabung dan membantu proses pemadaman dari sejumlah sisi untuk membatasi pergerakan api.
Kolaborasi tersebut membuahkan hasil. Kobaran api di titik utama Kampung Waroki berhasil dikendalikan dan dipadamkan sehingga potensi penyebaran api dapat ditekan.
Penanganan belum selesai setelah api di Waroki berhasil dikendalikan. Saat proses pengisian ulang air dilakukan, personel kembali memperoleh informasi dari masyarakat mengenai kebakaran di kawasan SP 2.
Kali ini, kobaran api dilaporkan bergerak mendekati bangunan sekolah.

Mendapat laporan tersebut, kendaraan tangki air langsung diarahkan menuju lokasi. Personel TNI bersama BPBD Kabupaten dan BPBD Provinsi Papua Tengah bergerak cepat melakukan pemadaman sekaligus membuat upaya pengendalian agar api tidak mencapai bangunan SD.
Respons cepat di lokasi akhirnya berhasil menghentikan laju api. Kobaran dapat dikendalikan sebelum menjalar ke bangunan sekolah dan kemudian dipadamkan.
Upaya penanganan berlangsung dari sore hingga malam hari. Kehadiran personel TNI bersama BPBD menjadi bagian penting dalam mempercepat penanganan sejumlah titik kebakaran yang muncul di Nabire.
Kepala Tim BPBD Provinsi Papua Tengah, Miko, menyampaikan apresiasi atas dukungan personel TNI dalam penanganan karhutla di wilayah Nabire.

Menurutnya, keterlibatan TNI dengan dukungan personel dan kendaraan tangki air memberikan tambahan kekuatan bagi petugas di lapangan, terutama ketika kebakaran muncul di lebih dari satu lokasi.
“Kontribusi TNI AD sangat membantu kami dalam upaya memadamkan api. Sinergi dan kerja sama yang dilakukan ini dapat memperkuat serta meningkatkan keamanan di Provinsi Papua Tengah,” ujar Miko.
Setelah memastikan sejumlah titik api berhasil dikendalikan, personel Yonif TP 804/DBAY kembali ke satuan masing-masing. Namun, kesiapsiagaan tetap dipertahankan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.
Penanganan karhutla di Nabire tidak hanya membutuhkan kecepatan petugas di lapangan, tetapi juga koordinasi berkelanjutan antara TNI, BPBD, pemerintah daerah dan masyarakat.
Dengan kondisi kemarau yang masih berlangsung, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan apabila menemukan asap atau titik api di sekitar lingkungan.
Sinergi lintas instansi dan respons cepat menjadi kunci untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan meluas, terutama ketika api mulai mendekati permukiman maupun fasilitas publik di Kabupaten Nabire.













