NEWS.BUSURNABIRE.ID – Nabire : PAPUA TENGAH — Pemerintah Provinsi Papua Tengah terus memperluas akses energi listrik bagi masyarakat di wilayah terpencil dan terisolasi. Akhir Agustus 2026, Gubernur Papua Tengah dijadwalkan meresmikan dua Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Kabupaten Puncak.
Rencana tersebut disampaikan Juru Bicara Gubernur Papua Tengah, Emanuel You, dalam keterangannya pada Rabu malam, 19 Agustus 2026

Emanuel menjelaskan, dua PLTS tersebut masing-masing dibangun di Distrik Dervos dan Distrik Dovo, Kabupaten Puncak. Kedua pembangkit memiliki kapasitas masing-masing 30 kilowatt (KW) dan menjadi bagian dari upaya pemerintah menghadirkan layanan listrik secara mandiri di wilayah yang selama ini menghadapi keterbatasan akses energi.
“Akhir bulan ini, Bapak Gubernur berencana meresmikan pembangkit listrik tenaga surya atau PLTS di dua distrik di Kabupaten Puncak, di antaranya Distrik Dervos dan Distrik Dovo. Masing-masing berkapasitas 30 KW, nomor 22 dan nomor 23,” ujar Emanuel.
Menurutnya, keberadaan PLTS tersebut akan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Di Distrik Dervos, fasilitas tersebut diproyeksikan melayani kebutuhan listrik sebanyak 71 rumah, sementara di Distrik Dovo akan menjangkau sekitar 110 rumah.
Dengan demikian, total terdapat 181 rumah yang akan mendapatkan layanan listrik dari dua PLTS tersebut.
Emanuel menegaskan, hadirnya pembangkit energi surya ini diharapkan mampu memberikan akses listrik secara berkelanjutan sehingga masyarakat di kedua distrik dapat menikmati penerangan selama 24 jam.
“Artinya, dua distrik tersebut, listrik akan menyala selama 24 jam,” katanya.
Perluas Layanan Listrik ke Wilayah Terisolasi
Pembangunan PLTS di Kabupaten Puncak menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Papua Tengah untuk mempercepat pemerataan pembangunan, khususnya dalam penyediaan infrastruktur dasar bagi masyarakat yang berada jauh dari pusat perkotaan.
Emanuel menyampaikan bahwa pemerintah provinsi memiliki komitmen untuk menghadirkan layanan listrik secara mandiri di kawasan pinggiran maupun daerah yang sulit dijangkau jaringan listrik konvensional.
“Tentunya bahwa Pemerintah Provinsi Papua Tengah telah berkomitmen untuk memberikan layanan listrik secara mandiri di daerah pinggiran dan daerah terisolasi,” jelasnya.
Pemanfaatan energi surya dinilai menjadi salah satu pilihan strategis untuk menjawab tantangan geografis Papua Tengah. Selain dapat dikembangkan di wilayah yang belum terjangkau jaringan listrik utama, PLTS juga diharapkan mampu mendukung aktivitas masyarakat, pelayanan pemerintahan, pendidikan, kesehatan, serta kegiatan ekonomi lokal.
Peresmian dua PLTS di Dervos dan Dovo nantinya diharapkan menjadi langkah konkret pemerintah dalam memperluas akses energi sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat di wilayah pedalaman Kabupaten Puncak.
Pemerintah Provinsi Papua Tengah juga terus mendorong pembangunan yang tidak hanya berpusat di wilayah perkotaan, tetapi menyentuh masyarakat di kampung-kampung dan distrik yang selama ini menghadapi keterbatasan infrastruktur dasar.
Dengan hadirnya listrik 24 jam, masyarakat di Dervos dan Dovo diharapkan memperoleh ruang yang lebih besar untuk mengembangkan pendidikan, pelayanan publik, hingga aktivitas ekonomi masyarakat.













