NEWS.BUSURNABIRE.ID – Intan Jaya Papua Tengah | Melince Tipagau menyampaikan klarifikasi terkait informasi yang beredar di media sosial mengenai aktivitasnya di Pasar Jogatapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, pada 30 Juni 2026. Ia menegaskan bahwa kabar yang menyebut dirinya berjualan di pasar merupakan informasi yang tidak benar atau hoaks.

Menurut Melince, keberadaannya di Pasar Jogatapa bukan untuk berdagang, melainkan memberikan dukungan kepada tetangganya yang berjualan dengan memanfaatkan hasil kebun miliknya.
“Saya tegaskan bahwa informasi yang menyebut saya berjualan di Pasar Jogatapa tidak benar. Yang berjualan adalah tetangga saya, bukan saya,” tegas Melince dalam klarifikasi resminya.
Melince menjelaskan, ia hanya membantu menyediakan hasil kebun seperti buah langsat dan salak agar dapat dijual oleh tetangganya di pasar.
Baginya, langkah tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap keluarga di lingkungan sekitar agar memiliki tambahan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Hasil penjualan buah-buahan itu, lanjut Melince, sepenuhnya menjadi milik tetangganya dan digunakan untuk membeli berbagai kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, sabun, hingga kebutuhan rumah tangga lainnya.
“Tujuan saya hanya membantu tetangga supaya mereka bisa memperoleh penghasilan dari hasil kebun. Bukan untuk kepentingan pribadi saya,” ujarnya.
Melince berharap bantuan sederhana yang dilakukannya dapat menjadi contoh agar lebih giat memanfaatkan potensi alam yang dimiliki.
Menurutnya, hampir setiap keluarga memiliki lahan yang dapat ditanami berbagai komoditas sehingga hasilnya bisa menjadi sumber pendapatan tambahan.
Ia menilai pemanfaatan hasil kebun merupakan salah satu cara sederhana namun efektif dalam memperkuat ekonomi keluarga, terutama di daerah pedalaman.
“Harapan saya, langkah kecil ini menjadi motivasi bagi tetangga saya untuk terus berkebun, memanfaatkan potensi yang dimiliki, serta berjuang meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui usaha yang mandiri dan produktif,” katanya.
Dalam klarifikasinya, Melince juga menceritakan latar belakang kehidupannya yang berasal dari keluarga petani.
Ia mengatakan hingga saat ini masih aktif berkebun di sela-sela aktivitasnya sebagai ibu rumah tangga dan mengikuti berbagai kegiatan pelayanan di gereja.
Karena itu, menurutnya berkebun merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari yang sudah dijalani sejak lama.
“Saya berasal dari keluarga petani. Sampai sekarang aktivitas rutin saya adalah berkebun dan mengikuti kegiatan gereja. Saya tidak pernah berjualan di pasar. Kalau ke pasar, saya datang untuk berbelanja seperti ibu-ibu rumah tangga lainnya,” jelasnya.

Di akhir penyampaiannya, Melince juga menyampaikan permohonan maaf kepada mama-mama pedagang di Pasar Jogatapa apabila kehadirannya menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Ia menegaskan bahwa niatnya semata-mata ingin membantu keluarga dan tetangga agar memperoleh penghasilan melalui hasil kebun yang mereka miliki.
“Saya kasihan kepada tetangga dan keluarga saya, sehingga saya membantu mereka dengan hasil kebun saya. Mudah-mudahan ini bisa menjadi semangat bagi masyarakat untuk terus bekerja dan memanfaatkan potensi yang ada,” ungkapnya.

Melalui klarifikasi tersebut, Melince berharap masyarakat Intan Jaya tidak lagi terpengaruh oleh informasi yang tidak benar serta lebih mengedepankan tabayun sebelum mempercayai kabar yang beredar di media sosial.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus membangun semangat gotong royong, saling membantu, dan memanfaatkan potensi pertanian lokal sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga.













