NEWS.BUSURNABIRE.ID – NABIRE – Penutupan Festival Cahaya Kreasi Budaya Pelajar Papua Tengah 2026 Sabtu 27/juni 2026. Tidak hanya menjadi akhir dari rangkaian perlombaan, tetapi juga menjadi penegasan komitmen Pemerintah Provinsi Papua Tengah untuk membangun generasi muda yang kreatif, berkarakter, dan tetap berakar pada nilai-nilai budaya daerah.
Komitmen tersebut disampaikan Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Herman Kayame, saat mewakili Gubernur Papua Tengah menutup kegiatan yang mempertemukan pelajar dari berbagai kabupaten di provinsi tersebut.
Dalam sambutannya, Herman menilai festival budaya telah berkembang menjadi ruang pembelajaran yang mampu mengasah kemampuan sekaligus membentuk karakter peserta didik. Menurutnya, setiap penampilan yang ditampilkan para pelajar merupakan hasil dari proses panjang berupa latihan, kedisiplinan, dan semangat untuk terus berkembang.

Ia mengawali sambutannya dengan menyampaikan penghargaan kepada seluruh pihak yang telah memastikan kegiatan berlangsung sukses, mulai dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah, panitia pelaksana, dewan juri, guru pendamping hingga seluruh peserta.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Papua Tengah, saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi sehingga Festival Cahaya Kreasi Budaya Pelajar Papua Tengah Tahun 2026 dapat terlaksana dengan baik,” ujarnya.
Herman mengatakan, esensi festival bukan terletak pada siapa yang berdiri di podium juara, melainkan bagaimana para pelajar memperoleh pengalaman untuk terus belajar, bekerja sama, menghargai orang lain, dan menerima setiap hasil dengan sikap sportif.

Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi modal penting dalam membentuk sumber daya manusia Papua Tengah yang berkualitas di masa mendatang.
Kepada para pelajar yang berhasil meraih prestasi, Herman menyampaikan ucapan selamat sekaligus mengingatkan agar kemenangan tidak menjadi titik akhir perjalanan mereka.
Ia berharap setiap penghargaan yang diterima dijadikan sebagai dorongan untuk terus meningkatkan kemampuan dan memperluas wawasan.
“Prestasi hari ini adalah awal dari tantangan berikutnya. Teruslah belajar, terus berlatih, dan jangan pernah berhenti mengembangkan potensi yang dimiliki,” pesannya.
Sebaliknya, bagi peserta yang belum memperoleh hasil terbaik, Herman meminta agar tidak berkecil hati. Ia menegaskan bahwa setiap pengalaman selama festival merupakan bagian dari proses pembelajaran yang akan memberikan manfaat di masa depan.
Menurutnya, keberhasilan seseorang tidak hanya ditentukan oleh hasil kompetisi, tetapi juga oleh ketekunan, semangat belajar, dan konsistensi dalam mengembangkan diri.
Lebih lanjut, Herman berharap Festival Cahaya Kreasi Budaya Pelajar tidak hanya menjadi agenda tahunan yang bersifat seremonial, tetapi terus dikembangkan sebagai program pembinaan yang berkesinambungan bagi pelajar di seluruh Papua Tengah.
Ia menilai pembinaan melalui seni dan budaya memiliki peran strategis dalam melahirkan generasi muda yang kreatif, percaya diri, inovatif, sekaligus memiliki kepedulian terhadap pelestarian budaya lokal.

Pemerintah Provinsi Papua Tengah, lanjutnya, akan terus memberikan dukungan terhadap berbagai program pendidikan yang mampu berjalan seiring dengan upaya menjaga identitas budaya daerah.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan sumber daya manusia tidak dapat diwujudkan hanya oleh pemerintah.
Diperlukan kolaborasi yang kuat antara sekolah, keluarga, tokoh adat, tokoh masyarakat, dunia pendidikan, dan seluruh elemen masyarakat agar pembinaan generasi muda berjalan secara berkelanjutan.
Melalui semangat kebersamaan tersebut, Festival Cahaya Kreasi Budaya Pelajar Papua Tengah diharapkan menjadi titik awal lahirnya lebih banyak talenta muda yang tidak hanya unggul dalam prestasi, tetapi juga memiliki karakter kuat, cinta budaya, serta siap menjadi bagian dari pembangunan Papua Tengah di masa depan.













