NEWS.BUSURNABIRE.ID – Jakarta| Aspirasi mahasiswa dan masyarakat Intan Jaya dalam menolak rencana beroperasinya Blok Wabu kembali mendapat sorotan. Wakil Ketua IV DPR Papua Tengah, John NR Gobai, menegaskan bahwa konsistensi mahasiswa adalah bentuk nyata perjuangan menjaga hak-hak masyarakat adat.

“Adik-adik mahasiswa dan masyarakat Intan Jaya telah menunjukkan konsistensi dalam memperjuangkan hak-hak masyarakat. Kekompakan ini patut diapresiasi,” ujar Gobai usai menghadiri pertemuan dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI, di ruang kerjanya, Rabu (2/10/2025).
Aksi penolakan Blok Wabu datang dari mahasiswa dan masyarakat Intan Jaya yang didukung oleh DPR Papua Tengah, Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua Tengah, serta DPR Intan Jaya.
Mereka secara tegas menolak rencana eksploitasi Blok Wabu karena dinilai mengancam hak masyarakat adat, tanah ulayat, dan kelestarian lingkungan di Intan Jaya.
Aspirasi itu kembali ditegaskan dalam pertemuan pada Rabu, 2 Oktober 2025, bersama Menteri ESDM.
Pertemuan berlangsung di ruang kerja Menteri ESDM RI, Jakarta, dengan dihadiri tokoh masyarakat, DPR Papua Tengah, DPR Intan Jaya, MRP Papua Tengah, serta mahasiswa.
Menurut mahasiswa, hadirnya Blok Wabu hanya akan menambah penderitaan masyarakat Intan Jaya. Mereka menilai eksploitasi tambang tidak membawa kesejahteraan, justru memicu konflik sosial, isu keamanan, hingga potensi perusakan lingkungan.
Dalam pertemuan, Menteri ESDM menegaskan bahwa hingga kini Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) Blok Wabu belum ditandatangani. Gobai menilai klarifikasi ini penting untuk menghentikan spekulasi publik. Ia juga menepis isu penambahan pasukan di Intan Jaya yang kerap dikaitkan dengan pembukaan tambang tersebut.
“Pak Menteri menegaskan tidak ada kaitannya dengan rekomendasi mereka, karena rekomendasi hanya untuk kepentingan perusahaan pertambangan khusus,” jelas Gobai.
Para mahasiswa Intan Jaya menegaskan akan terus menyuarakan aspirasi penolakan Blok Wabu melalui berbagai forum dan aksi damai. Mereka menuntut pemerintah agar lebih berpihak pada masyarakat adat ketimbang kepentingan korporasi tambang.
Gobai pun mengajak seluruh rakyat Papua Tengah untuk tetap menjaga tanah adat sebagai warisan bagi generasi mendatang.
“Mari kita menjaga tanah adat kita dengan baik,” pungkasnya.













