NEWSBUSURNABIRE.ID, NABIRE –Papua Tengah | Komitmen menghadirkan pemerataan layanan pemenuhan gizi hingga wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) terus ditunjukkan jajaran Polda Papua Tengah. Pada Selasa (26/5/2026), Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol. Jermias Rontini turun langsung meninjau kesiapan dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kampung Topo, Distrik Uwapa, Kabupaten Nabire.

Kunjungan kerja tersebut dilakukan untuk memastikan progres pembangunan dapur yang menjadi bagian dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) berjalan sesuai target dan segera dapat difungsikan untuk melayani kebutuhan makan sehat bagi pelajar di wilayah pedalaman Papua Tengah.
Dalam agenda peninjauan itu, Kapolda didampingi Kapolres Nabire AKBP Dominggus Semuel Tatiratu bersama sejumlah pejabat utama Polres Nabire.
Setibanya di lokasi, Brigjen Pol. Jermias meninjau secara detail bangunan dapur yang berdiri di lingkungan Polsek Uwapa. Ia mengecek kesiapan fisik bangunan sekaligus memastikan kelengkapan sarana pendukung sebelum operasional penuh dilaksanakan.
Kapolda menjelaskan bahwa pembangunan fisik dapur MBG di Kampung Topo secara umum telah selesai dikerjakan. Namun, beberapa kebutuhan teknis masih perlu dilengkapi agar pelayanan dapat berjalan optimal.
“Pembangunan secara fisik sudah rampung. Saat ini tinggal melengkapi fasilitas pendukung seperti jaringan listrik, perlengkapan memasak, dan beberapa perangkat operasional lainnya agar dapur ini segera difungsikan,” ujar Brigjen Pol. Jermias Rontini saat memberikan keterangan di lokasi.

Ia menegaskan, keberadaan dapur MBG di Topo merupakan bagian dari dukungan nyata Polda Papua Tengah terhadap program strategis nasional Presiden RI Prabowo Subianto dalam memperkuat pemenuhan gizi anak-anak Indonesia, termasuk mereka yang berada di kawasan terpencil.
Menurut Kapolda, dapur MBG tersebut nantinya akan menjadi pusat distribusi makanan sehat bergizi untuk peserta didik di berbagai jenjang pendidikan.
Program pelayanan awal akan menjangkau sedikitnya 10 satuan pendidikan yang terdiri dari empat PAUD/TK, empat Sekolah Dasar, satu SMP, serta satu SMA di wilayah Distrik Uwapa.
“Ini bukan sekadar membangun dapur, tetapi menghadirkan harapan baru bagi generasi muda Papua Tengah agar tumbuh sehat, kuat, dan siap bersaing di masa depan,” katanya.
Tak berhenti di Topo, pengembangan program ini juga akan diperluas melalui pembangunan satu unit dapur tambahan di kawasan Topo Jaya yang berjarak sekitar sembilan kilometer dari lokasi utama.

Dapur tambahan tersebut nantinya akan melayani dua PAUD/TK, dua SD, dan satu SMP yang berada di wilayah sekitar Topo Jaya.
Langkah ekspansi ini disebut sebagai bagian dari strategi memperluas jangkauan pelayanan agar distribusi makanan bergizi dapat menjangkau lebih banyak anak sekolah secara merata.
Kapolda menilai keberhasilan program MBG sangat penting dalam menekan angka kekurangan gizi sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan anak-anak di Papua Tengah.
“Anak-anak di daerah pedalaman memiliki hak yang sama untuk memperoleh asupan makanan sehat dan bergizi. Karena itu kami ingin memastikan pelayanan ini benar-benar hadir dan dirasakan manfaatnya,” tegasnya.
Selain meninjau pembangunan dapur, Kapolda juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdialog langsung bersama masyarakat Kampung Topo. Dalam suasana penuh keakraban, warga menyampaikan harapan agar fasilitas tersebut segera beroperasi.
Sebagai bentuk kepedulian sosial, Kapolda menyerahkan bantuan paket sembako kepada puluhan warga. Bantuan itu berisi beras, gula, minyak goreng, serta mi instan yang diterima langsung masyarakat setempat.
Warga menyambut hangat kehadiran Kapolda beserta rombongan. Mereka mengaku bersyukur karena perhatian pemerintah dan institusi kepolisian kini semakin nyata dirasakan hingga ke wilayah pedalaman.
Masyarakat berharap program dapur MBG dapat segera berjalan sehingga anak-anak sekolah di Distrik Uwapa memperoleh akses makanan bergizi secara rutin demi menunjang tumbuh kembang dan prestasi belajar mereka.
Dengan peninjauan langsung tersebut, Polda Papua Tengah menegaskan komitmennya untuk terus hadir tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga menjadi bagian dari pembangunan kesejahteraan masyarakat hingga pelosok Papua Tengah.













