NEWS.BUSURNABIRE.ID – NABIRE, Papua Tengah – Harga LPG di Kabupaten Nabire dilaporkan mengalami kenaikan pada hari ini. Kondisi tersebut dipicu oleh tingginya biaya distribusi serta adanya kenaikan harga tebus yang terjadi sejak April lalu, meskipun pasokan gas kini mulai kembali tersedia di pasaran.

Sales Branch Manager (SBM) Papua Tengah 1, Muhammad Rinaldi Suryanto, dalam keterangannya kepada awak media melalui WhatsApp Rabu 6 Mei 2026 Sore mengungkapkan bahwa pihaknya telah mendatangkan sebanyak 6.652 tabung LPG dari Jayapura untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Puji Tuhan, hari Selasa kemarin telah datang 6.652 tabung LPG yang kami datangkan langsung dari Jayapura,” ujarnya.
Rinaldi menjelaskan, sebelumnya distribusi LPG ke Nabire dilakukan dari Surabaya menggunakan jalur kargo umum. Namun, akibat kondisi geopolitik global yang tidak menentu, jalur distribusi tersebut mengalami kendala sehingga pasokan dialihkan melalui Jayapura.
Kendala utama muncul karena tidak adanya rute kargo umum yang menghubungkan Jayapura dan Nabire. Hal ini memaksa pihaknya menggunakan transportasi sewaan agar LPG tetap dapat diangkut.
“Jayapura dan Nabire tidak memiliki rute kargo umum, sehingga kami harus menyewa transportasi khusus. Ini berdampak pada kenaikan biaya distribusi,” jelasnya.
Tak hanya itu, kenaikan harga LPG di Nabire juga dipengaruhi oleh peningkatan harga tebus yang terjadi pada 18 April 2026, yang turut mendorong harga jual di tingkat masyarakat.
Meski harga mengalami kenaikan, Rinaldi memastikan bahwa stok LPG saat ini sudah mulai tersedia kembali di kios dan outlet terdekat di seluruh wilayah Nabire.
“Kami berharap masyarakat tidak perlu khawatir atau panik, karena LPG sudah kembali tersedia di kios maupun toko terdekat,” katanya.
Pihak Sales Area Retail Papua Tengah juga terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Nabire dan Pemerintah Provinsi Papua Tengah guna mencari solusi untuk menekan harga LPG agar lebih stabil.
Salah satu langkah yang tengah diupayakan adalah penggunaan jalur distribusi yang lebih efisien melalui program Tol Laut, guna menekan biaya transportasi yang selama ini menjadi faktor utama kenaikan harga.
“Kami sedang mengupayakan penggunaan kapal Tol Laut sebagai alternatif distribusi yang lebih murah, sehingga ke depan harga LPG bisa lebih terkendali,” pungkasnya.













