NEWS.BUSURNABIRE.ID – NABIRE :Papua Tengah | Langkah tegas dan humanis yang diambil Jeremias Rontini selaku Kapolda Papua Tengah dalam menangani konflik Kapiraya mendapat apresiasi luas dari berbagai pihak. Kebijakan menarik alat berat dari wilayah Kapiraya dinilai sebagai keputusan strategis yang menyentuh langsung akar persoalan konflik di lapangan.
Apresiasi juga datang dari Wakil Ketua IV DPR Papua Tengah, John NR Gobay, yang ditemui awak media pada Kamis malam (26/2/2026).

Dalam keterangannya, John Gobay menyampaikan penghargaan kepada Kapolda Papua Tengah atas perintah penarikan alat berat dari wilayah Kapiraya. Menurutnya, keberadaan alat berat menjadi salah satu pemicu utama munculnya konflik.
“Ini luar biasa, karena itu akar masalahnya. Masyarakat di sana sebelumnya hidup baik-baik dengan pendulangan tradisional yang sudah berlangsung lama. Namun ketika alat berat hadir, itulah yang menjadi pemicu persoalan hingga terjadi konflik,” ujarnya.
Ia menilai langkah tersebut sebagai bentuk keberpihakan pada stabilitas sosial dan perlindungan terhadap masyarakat lokal.
Selain mengapresiasi kebijakan Kapolda, John Gobay juga meminta agar penertiban aktivitas pertambangan dilakukan secara menyeluruh, termasuk di Nabire, Topo, dan Yaro, serta terhadap pihak-pihak termasuk Warga Negara Asing (WNA) yang terlibat dalam aktivitas pertambangan.
Ia menekankan pentingnya penataan ulang sektor pertambangan di Papua Tengah, khususnya di wilayah Nabire, agar berjalan sesuai regulasi dan tidak menimbulkan konflik sosial baru.
Menurutnya, Pemerintah Provinsi Papua Tengah telah memiliki peraturan daerah tentang pertambangan rakyat yang dapat menjadi dasar hukum dalam menata aktivitas pertambangan secara adil dan berpihak pada masyarakat.
John Gobay juga menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa atas langkah pemerintah provinsi yang tengah mengatur batas wilayah dan tata kelola pertambangan sebagai bagian dari solusi jangka panjang.
Dengan pembebasan 11 tersangka melalui restorative justice serta kebijakan penarikan alat berat dari Kapiraya, diharapkan situasi keamanan di wilayah terdampak konflik semakin kondusif.
Langkah sinergis antara aparat kepolisian, pemerintah daerah, DPR Papua Tengah, serta tokoh adat dan masyarakat dinilai menjadi kunci dalam menjaga kedamaian dan mencegah konflik serupa terulang di masa mendatang.
Pendekatan tegas namun humanis yang ditunjukkan Kapolda Papua Tengah menjadi contoh bahwa penyelesaian konflik tidak selalu harus berujung pada proses represif, melainkan dapat ditempuh melalui dialog, musyawarah, serta penegakan aturan yang adil dan berpihak pada stabilitas sosial.













