>

Papua Tengah Tekan Angka Anak Tidak Sekolah, Nurhaidah Ungkap Tujuh Strategi Percepatan Pendidikan

By BusurNabire.id
Sabtu, 30 Mei 2026 03:38 WIB | 64 Views
Papua Tengah Tekan Angka Anak Tidak Sekolah, Nurhaidah Ungkap Tujuh Strategi Percepatan Pendidikan (Foto: Humas )

NEWSBUSURNABIRE.ID -JAYAPURA – Upaya menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS) di Provinsi Papua Tengah mulai menunjukkan hasil positif. Pemerintah Provinsi Papua Tengah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan terus memperkuat berbagai program strategis untuk memastikan seluruh anak mendapatkan akses pendidikan yang layak, termasuk mereka yang tinggal di wilayah terpencil dan sulit dijangkau.

Papua Tengah Tekan Angka Anak Tidak Sekolah, Nurhaidah Ungkap Tujuh Strategi Percepatan Pendidikan (Foto: B

Komitmen tersebut disampaikan Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah, Nurhaidah, saat memaparkan praktik baik penanganan ATS dalam Rapat Koordinasi Pendampingan Perencanaan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Pendidikan, Implementasi Program Penanganan Anak Tidak Sekolah, dan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman yang digelar oleh Badan Penjaminan Mutu Pendidikan Papua di Hotel Aston Jayapura, 28–30 Mei 2026.

Menurut Nurhaidah, persoalan ATS menjadi salah satu tantangan besar pembangunan sumber daya manusia di Papua Tengah. Tingginya jumlah anak yang belum mengakses pendidikan berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat, termasuk capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

“Pendidikan adalah hak dasar setiap anak. Tantangan geografis, keterbatasan infrastruktur, maupun faktor sosial budaya tidak boleh menjadi penghalang bagi anak-anak Papua Tengah untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas,” ujarnya.

Nurhaidah menjelaskan, percepatan penanganan ATS sejalan dengan kebijakan nasional melalui Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pencegahan dan Penanganan Anak Tidak Sekolah. Program tersebut juga menjadi salah satu prioritas pembangunan pendidikan yang didorong Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa bersama Wakil Gubernur Deinas Geley.

Kebijakan itu turut mendukung visi nasional “Pendidikan Bermutu untuk Semua” yang menjadi bagian dari agenda pembangunan pemerintah pusat.

Dalam dua tahun terakhir, Pemerintah Provinsi Papua Tengah menjalankan berbagai program yang difokuskan untuk menurunkan angka ATS sekaligus meningkatkan partisipasi sekolah di seluruh wilayah.

Baca Juga  Polres Nabire Ringkus Terduga Pelaku Curanmor, Akui Tiga Kali Beraksi di Wilayah Nabire

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua Tengah menerapkan tujuh strategi utama untuk mempercepat penanganan ATS.

Langkah pertama dilakukan melalui penguatan kerja sama dengan delapan pemerintah kabupaten, yayasan pendidikan, serta berbagai mitra pendidikan di Papua.

Menurut Nurhaidah, sebagian besar sekolah di wilayah pedalaman dikelola yayasan pendidikan seperti YPPGI dan YPPK, sementara sekolah di wilayah pesisir banyak berada di bawah naungan YPK. Karena itu, kolaborasi menjadi kunci memperluas akses pendidikan.

Program sekolah gratis menjadi salah satu kebijakan yang berdampak langsung terhadap keberlanjutan pendidikan siswa.  Pada 2025, pemerintah provinsi membiayai 132 SMA, SMK dan SLB dengan jumlah 26.951 siswa. Tahun 2026, program diperluas ke 148 SMP dengan jumlah 26.511 siswa.

Secara keseluruhan, sebanyak 53.951 siswa dari 187 sekolah memperoleh dukungan melalui program Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA).

Selain itu, pemerintah juga membiayai kebutuhan pendidikan 5.216 mahasiswa yang tersebar di 25 perguruan tinggi di Papua Tengah.

“Program ini membantu mencegah putus sekolah dan mendorong siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” kata Nurhaidah.

Pemerintah Provinsi Papua Tengah juga memperkuat pendidikan berbasis asrama sebagai solusi bagi siswa dari daerah terpencil.

Sejak 2025, sebanyak 13 asrama yang dikelola lembaga keagamaan mendapatkan dukungan pembiayaan dengan total 1.009 siswa yang berasal dari enam kabupaten.

Program tersebut mencakup dukungan terhadap berbagai lembaga pendidikan berasrama, termasuk sekolah unggulan dan boarding school yang menampung anak-anak berprestasi dari keluarga kurang mampu.

Program Sekolah Sepanjang Hari (SSH) menjadi salah satu inovasi pendidikan yang dikembangkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus memperkuat pembinaan karakter siswa.

Pada tahap awal, 10 sekolah dasar di delapan kabupaten ditetapkan sebagai proyek percontohan dengan jumlah peserta didik mencapai 2.021 siswa.

Baca Juga  Eliezer Yogi Percepat Penyerapan Dana Otsus Papua Tengah Melalui Pendampingan OPD

Program ini dirancang untuk meningkatkan waktu belajar efektif, memperkuat literasi dan numerasi, serta mengurangi risiko putus sekolah.

Ketersediaan guru masih menjadi tantangan di sejumlah daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T). Untuk menjawab persoalan tersebut, Pemerintah Provinsi Papua Tengah merekrut dan menempatkan guru Mapega di berbagai wilayah yang mengalami kekurangan tenaga pendidik.

Sebanyak 274 guru ditempatkan pada 2025 dan jumlahnya ditingkatkan menjadi 500 guru pada 2026. Selain mengajar, para guru juga bertugas melakukan pendataan dan verifikasi anak tidak sekolah di daerah penugasan masing-masing.

Pemerintah Papua Tengah juga memperkuat kualitas pendidikan melalui percepatan program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dan Pendidikan Profesi Guru (PPG).

Pada 2025, sebanyak 801 guru dari berbagai jenjang pendidikan telah difasilitasi mengikuti PPG dan dinyatakan lulus sertifikasi. Tahun 2026, jumlah peserta yang difasilitasi meningkat menjadi 1.000 guru.

Di sisi lain, 100 guru juga difasilitasi mengikuti program RPL bekerja sama dengan perguruan tinggi sebagai bagian dari upaya peningkatan kualifikasi akademik.

“Kami ingin mempercepat peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru. Ketika guru sejahtera dan profesional, kualitas pendidikan juga akan meningkat,” ujarnya.

Strategi terakhir adalah penyusunan peta jalan penanganan ATS yang saat ini sedang disiapkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua Tengah.

Dokumen tersebut akan menjadi pedoman bagi seluruh pemangku kepentingan dalam menyusun langkah yang lebih terukur dan terarah untuk menekan angka anak tidak sekolah di masa mendatang.

Berbagai program yang telah dijalankan mulai menunjukkan dampak positif.

Berdasarkan data yang dipaparkan dalam forum tersebut, jumlah ATS di Papua Tengah yang pada tahun 2024 tercatat mencapai 205.764 anak, kini mengalami penurunan signifikan.

Data Dashboard Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah per April 2026 menunjukkan jumlah ATS turun menjadi 131.118 anak. Penurunan lebih dari 74 ribu anak tersebut menjadi indikator bahwa berbagai intervensi pendidikan yang dilakukan pemerintah daerah mulai memberikan hasil nyata.

Baca Juga  IPTU Bogi Tegaskan Resmob Polres Nabire Berhasil Ungkap Kasus Curanmor dan Amankan Terduga Pelaku

Nurhaidah menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi mendukung percepatan penanganan ATS di Papua Tengah.

Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus memperkuat berbagai program pendidikan, sekaligus mempelajari praktik-praktik terbaik dari daerah lain guna memastikan tidak ada lagi anak Papua Tengah yang kehilangan haknya untuk memperoleh pendidikan.

“Kami ingin setiap anak Papua Tengah memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, berkembang, dan meraih masa depan yang lebih baik melalui pendidikan,” tutupnya.

Berita Terkait

🌙 Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Tengah Mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah 🌙 Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa, S.H., bersama Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, S.Sos., M.Si., mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah kepada seluruh umat Muslim di Papua Tengah dan di seluruh Indonesia. "Momentum Tahun Baru Islam hendaknya menjadi waktu yang tepat untuk melakukan hijrah menuju kehidupan yang lebih baik, memperkuat keimanan, mempererat persaudaraan, serta meningkatkan kepedulian sosial demi terwujudnya Papua Tengah yang aman, damai, maju, dan sejahtera," ujar Gubernur Meki Nawipa dan Wakil Gubernur Deinas Geley. Keduanya juga mengajak seluruh masyarakat menjadikan semangat Hijrah Nabi Muhammad SAW sebagai inspirasi untuk terus bekerja, berkarya, dan memberikan kontribusi terbaik bagi pembangunan daerah serta menjaga persatuan dalam keberagaman. "Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat, kesehatan, keselamatan, keberkahan, dan kemudahan bagi seluruh masyarakat Papua Tengah dalam menjalani kehidupan serta membangun daerah yang kita cintai bersama," tutup mereka. Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah. Hijrah untuk Papua Tengah yang Harmonis, Maju, dan Sejahtera.
Ucapan Kapolda Papua Tengah Memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah 🌙 Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol. Jermias Rontini, S.I.K., M.Si., beserta Wakapolda Papua Tengah, Kombes Pol. Dr. Gustav R. Urbinas, S.H., S.I.K., M.Pd., M.H., mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah kepada seluruh umat Muslim di Papua Tengah dan Indonesia. "Pergantian Tahun Baru Islam merupakan momentum untuk melakukan introspeksi diri, memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, serta meningkatkan semangat pengabdian kepada bangsa dan negara. Mari kita jadikan nilai-nilai hijrah sebagai inspirasi untuk terus berbuat kebaikan, menjaga persatuan, dan mempererat tali persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat Papua Tengah," ujar Kapolda Papua Tengah. Kapolda juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, dan kerukunan antarumat beragama demi terciptanya Papua Tengah yang aman, damai, dan harmonis. "Semoga di tahun yang baru ini Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat, kesehatan, keselamatan, keberkahan, dan perlindungan-Nya kepada kita semua, serta memberikan kekuatan dalam menjalankan tugas dan pengabdian bagi masyarakat, bangsa, dan negara," tutup Brigjen Pol. Jermias Rontini. Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah. Hijrah Menuju Pribadi yang Lebih Baik, Papua Tengah yang Aman, Damai, dan Sejahtera. #TahunBaruIslam1448H, #Muharram1448H, #KapoldaPapuaTengah, #JermiasRontini, #WakapoldaPapuaTengah, #PapuaTengah, #PolriUntukMasyarakat, #Hijrah1448H, #BusurNabire, #PapuaDamai
🌙 Selamat Memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah.Semoga pergantian tahun ini men
WhatsApp Image 2026-03-19 at 23.10.55
WhatsApp Image 2026-03-20 at 22.08.45
Selamat-Hari-Lahir-4-1024x1024
Terbaru
Berita Populer
Nasional
Topik Populer
Anda tidak boleh menyalin konten halaman milik News.busurnabire.id ini
Tutup
Tutup