NEWS.BUSURNABIRE.ID – DEIYAI | PAPUA TENGAH – Pengurus Harian Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Emanuel Gobai, SH, MH, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Bupati Deiyai, Melkianus Mote, ST, atas kebijakan pengadaan perahu bagi mama-mama nelayan tradisional di Danau Tigi, Kabupaten Deiyai.

Apresiasi tersebut disampaikan Emanuel Gobai melalui unggahan di akun Facebook resmi Wissel Van Nunubado, edisi Minggu, 14 Desember 2025. Dalam unggahannya, mantan Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Papua itu menilai kebijakan Bupati Deiyai sebagai langkah nyata dalam memberdayakan ekonomi masyarakat adat, khususnya mama-mama nelayan suku Mee.
“Salut dan salam hormat buat Bupati Kabupaten Deiyai, Meki Mote, yang telah memberdayakan mama-mama nelayan tradisional Mee di Danau Tigi,” tulis Emanuel Gobai melalui akun resminya.
Menurut Emanuel, pengadaan perahu bukan sekadar bantuan sarana tangkap, tetapi merupakan bentuk keberpihakan pemerintah daerah terhadap kelompok masyarakat kecil yang selama ini menggantungkan hidup dari hasil danau.

Rasa syukur dan terima kasih juga disampaikan langsung oleh para penerima manfaat bantuan. Salah satunya, Mama Debora Edowai, nelayan Danau Tigi, yang mengungkapkan apresiasinya kepada Bupati Deiyai melalui cuplikan video yang beredar di media sosial.
“Bupati, terima kasih. Tuhan berkati Bapak. Kami orang kecil yang sehari-hari hidup sebagai nelayan di Danau Tigi sudah menerima bantuan perahu,” ucap Mama Debora dengan penuh haru.
Ia menuturkan bahwa bantuan perahu tersebut sangat membantu aktivitas melaut dan meningkatkan penghasilan keluarga nelayan di sekitar Danau Tigi.
Sementara itu, Bupati Deiyai Melkianus Mote, ST, menegaskan bahwa pengadaan perahu bagi mama-mama nelayan merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir dan danau.
“Tahun ini kami sudah menyalurkan 80 unit perahu untuk mama-mama nelayan di Danau Tigi. Tahun depan, pemerintah daerah siap menyalurkan 200 unit perahu,” ujar Bupati Mote.
Ia menjelaskan bahwa program tersebut bertujuan memperkuat perekonomian nelayan tradisional agar mereka memiliki sarana kerja yang layak dan berkelanjutan.
Bupati Mote juga memastikan bahwa nelayan yang belum menerima bantuan pada tahun 2025 akan diakomodasi pada tahun berikutnya.
“Bagi nelayan yang belum mendapatkan bantuan perahu di tahun 2025, mohon bersabar. Tahun 2026 kami sudah programkan 200 perahu agar seluruh nelayan Danau Tigi benar-benar merasakan manfaat bantuan ini,” jelasnya.
Program pengadaan perahu ini pun mendapat respons positif dari berbagai kalangan, termasuk pegiat hukum dan masyarakat adat, karena dinilai menyentuh langsung kebutuhan dasar rakyat kecil dan memperkuat ekonomi lokal berbasis kearifan masyarakat Danau Tigi.













