NEWS.BUSURNABIRE.ID – Nabire | Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Papua Tengah menegaskan hanya ada satu kepemimpinan yang sah dan diakui secara hukum. Hal itu ditegaskan dalam kegiatan penyerahan Surat Keputusan (SK) Karateker KNPI Kabupaten Nabire dan Kabupaten Dogiyai, yang berlangsung di Nabire pada Sabtu (11/10/2025).
Kegiatan tersebut menjadi langkah awal penataan organisasi kepemudaan di tingkat kabupaten menuju terbentuknya kepengurusan definitif di seluruh wilayah Papua Tengah.

Penyerahan SK dilakukan langsung oleh Sekretaris Karateker DPD I KNPI Papua Tengah, Adrian Andhika Thie, didampingi Ketua OKK DPD I KNPI Papua Tengah, Jimi Manurung, serta sejumlah pengurus dan perwakilan pemuda dari Kabupaten Nabire dan Dogiyai.
Dalam arahannya, Adrian Andhika Thie menegaskan bahwa KNPI Papua Tengah kini hanya satu, tidak ada lagi dualisme kepemimpinan di tubuh organisasi kepemudaan tersebut.
“Harapan kita, saat ini KNPI Papua Tengah cuma satu saja. Tidak ada dualisme, tiga lisme, atau empat lisme. Kami hanya mengakui yang memiliki keabsahan dan legalitas sah di bawah kepemimpinan Ketua Umum DPP KNPI Muhammad Ryano Panjaitan, yang telah diakui oleh Kementerian Hukum dan HAM,” tegas Adrian.
Penyerahan SK kepada Karateker KNPI Nabire dan Dogiyai menjadi momentum pemersatu pemuda Papua Tengah, sekaligus memastikan setiap struktur organisasi di kabupaten memiliki legitimasi resmi. Langkah ini juga diharapkan mampu mengakhiri perbedaan pandangan yang selama ini menghambat gerakan kepemudaan di daerah.
“Kami membuka pintu selebar-lebarnya bagi semua pemuda di Tanah Papua Tengah untuk bersatu membangun daerah ini dengan semangat kepemudaan. Kami juga berharap dukungan dari kepala daerah di delapan kabupaten agar KNPI bisa bergerak dengan dasar keabsahan yang jelas,” tambahnya.
Adrian menjelaskan, masa kerja Karateker KNPI Nabire dan Dogiyai akan berlangsung selama tiga bulan, sebelum dilaksanakannya Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda).
“Dalam tiga bulan ini kami dari provinsi siap memberikan dukungan penuh. Tapi kami juga berharap agar daerah membuka diri, supaya semua berjalan baik dan tidak menimbulkan persoalan ke depan,” ujarnya.
Ia juga berpesan agar para pengurus karateker kabupaten dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, serta menjadi contoh kepemudaan yang solid dan terbuka terhadap semua organisasi pemuda.

“Gunakan masa tiga bulan ini untuk konsolidasi dan membangun kepercayaan di kalangan pemuda. Tunjukkan bahwa KNPI benar-benar hadir untuk kepentingan pemuda dan kemajuan daerah,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua OKK DPD I KNPI Papua Tengah, Jimi Manurung, menambahkan bahwa KNPI harus menjadi rumah bersama bagi seluruh organisasi kepemudaan di Papua Tengah.
“KNPI harus menjadi payung dan rumah yang nyaman bagi seluruh organisasi kepemudaan. Bukan menjadi pemecah, tapi tempat yang asik untuk berkumpul dan melahirkan ide-ide kreatif anak muda,” jelas Jimi.
Ia juga menegaskan pentingnya peran pemuda sebagai penjaga stabilitas dan sumber inspirasi pembangunan di Papua Tengah.
“Pemuda harus menjadi mercusuar bagi kabupaten masing-masing dan bagi Provinsi Papua Tengah. Jangan berhenti berinovasi, jangan biarkan semangat padam hanya karena kepentingan tertentu. Tunjukkan bahwa kita pemuda yang hebat dan siap membangun daerah ini,” tutupnya.













