Cahaya yang Menyatukan, Burhanuddin Pawennari Resmikan Pohon Natal Raksasa Nabire Menyala

By BusurNabire.id
Kamis, 11 Desember 2025 09:26 WIB | 80 Views
Cahaya yang Menyatukan, Burhanuddin Pawennari Resmikan Pohon Natal Raksasa Nabire Menyala (Foto: Busur Nabire)

NEWS.BUSURNABIRE.ID – Nabire | Papua Tengah : Malam Kamis 11/12/2025, langit di atas Kabupaten Nabire tampak lebih cerah dari biasanya. Angin lembut dari arah pesisir Kalibobo berhembus perlahan, membawa aroma khas Teluk Cenderawasih yang sanggup membuat siapa pun merasa tenang.

Di kejauhan, lampu-lampu kota mulai menyala, tetapi tidak ada yang lebih menarik perhatian warga daripada kerumunan besar yang memenuhi kawasan Tugu Nabire Hebat, tepat di titik 0 kilometer kota ini. Mereka datang dengan harapan, penasaran, dan rasa sukacita karena satu momen besar akan segera terjadi: penyalaan Pohon Natal raksasa.

Pohon Natal tersebut bukan sekadar dekorasi. Bagi masyarakat Nabire, itu adalah simbol cinta kasih, damai, dan persatuan yang menjadi identitas tanah ini. Tahun ini, keberadaannya menjadi semakin istimewa karena dibangun oleh komunitas kreatif Mesak Magai 79, yang berkolaborasi antara pemuda Nasrani dan Muslim. Inilah bentuk toleransi nyata yang tidak hanya dibicarakan, tetapi benar-benar diwujudkan.

Tepat pukul 19.30 WIT, suasana mulai memadat. Orang-orang berdatangan. Keluarga membawa anak-anak mereka, pasangan muda memegang ponsel untuk mengabadikan momen. Banyak dari mereka mengatakan bahwa malam ini seperti menghadiri perayaan besar yang hanya terjadi sekali dalam setahun dan mereka tidak ingin melewatkannya.

Acara dimulai dengan salam pembuka lintas agama. Ucapan salam dari berbagai perwakilan keyakinan menggema, menciptakan nuansa damai yang menembus hingga ke hati mereka yang mendengarnya. Warga yang hadir diam, menyimak, dan menikmati setiap detik acara.

Mereka tahu bahwa Salam Lintas Agama malam itu bukan hanya pembukaan formal, tetapi pesan kuat bahwa Nabire adalah rumah bagi semua, tempat setiap orang dapat hidup berdampingan dalam harmoni.

Setelah itu, ungkapan syukur dipanjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Suasana mendadak hening dan khusus. Lampu-lampu redup memantulkan sinar ke permukaan pohon Natal raksasa yang masih belum dinyalakan. Semua menunggu saat yang paling ditunggu-tunggu: saat pohon Natal dinyalakan.

Baca Juga  Sekda Papua Tengah Tegaskan Kompetensi ASN DOB Harus Terus Ditingkatkan

Tidak lama kemudian, Wakil Bupati Nabire H. Burhanuddin Pawennari tiba di lokasi. Kehadirannya sontak disambut tepuk tangan dan sorak antusias dari masyarakat. Malam itu, beliau hadir atas nama dan mewakili Bupati Nabire, sebuah bentuk penghormatan dan kepedulian pemerintah terhadap perayaan besar masyarakat ini.

Wakil Bupati berjalan menuju di sisi kiri pohon Natal. Dengan penuh wibawa, namun tetap ramah, beliau menyapa masyarakat. Suaranya terdengar hangat ketika ia mengucapkan rasa syukur karena dapat menghadiri kegiatan yang sangat bermakna ini.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati memberikan apresiasi mendalam kepada komunitas pemuda Mesak Magai 79. Komunitas ini bekerja keras selama beberapa minggu untuk membangun pohon Natal raksasa tersebut dan kerja keras itu membuahkan hasil yang tidak biasa.

“Saya ingin menyampaikan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada para pemuda Mesak Magai 79. Apa yang kalian lakukan ini bukan hanya membangun pohon Natal, tetapi membangun harapan dan menghadirkan kebahagiaan bagi masyarakat Nabire,” ujarnya.

Beliau juga menekankan bahwa pohon Natal ini adalah simbol hidup dari toleransi yang dijaga oleh masyarakat Nabire. Tugas besar ini tidak hanya dilakukan oleh pemuda-pemuda Nasrani, tetapi juga melibatkan umat Muslim yang bekerja bahu-membahu di bawah pimpinan Hardi Mardin.

“Ini adalah bukti bahwa perbedaan agama bukan hambatan bagi kita untuk bekerja bersama. Justru dari perbedaan itulah muncul kekuatan besar yang membuat Nabire semakin hebat,” lanjutnya sembari disambut tepuk tangan panjang.

Kata-kata itu tidak hanya disambut hangat, tetapi juga memberinya kedalaman emosional. Kita memahami bahwa keberagaman adalah kekayaan yang wajib dijaga.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Bupati mengajak seluruh masyarakat Nabire untuk menjaga pohon Natal tersebut. Ia menyampaikan bahwa pohon ini akan menjadi tempat berkumpulnya masyarakat selama Natal dan Tahun Baru, tempat masyarakat merayakan kebersamaan.

Baca Juga  Gubernur Meki Nawipa Santuni Anak Yatim dan Khotib di Mimika Saat Ramadan

“Silakan datang, berfoto, dan menikmati suasana, tetapi tolong jangan dirusak. Ini milik kita semua. Mari kita jaga bersama-sama,” tegasnya.

Seruan ini bukan sekadar imbauan, tetapi pengingat bahwa fasilitas umum adalah tanggung jawab bersama.

Setelah sambutan selesai, tibalah saat yang paling ditunggu: penyalaan Pohon Natal. Warga merapat mendekati pembatas yang disiapkan panitia. Ponsel-ponsel diangkat tinggi, siap merekam momen bersejarah itu. Anak-anak berdiri di depan, tampak tidak sabar menanti.

Wakil Bupati berdiri di samping tombol besar yang disiapkan panitia. Lampu-lampu di sekitar tugu diredupkan untuk memberikan efek dramatis. Saat hitungan mundur dimulai, suasana menjadi hening, seolah seluruh Nabire menunggu dalam satu napas.

Dalam sekejap, pohon Natal raksasa itu menyala dengan gemerlap lampu warna-warni. Cahaya terang memancar dari puncaknya hingga ke dasar, menciptakan panorama malam yang sungguh memesona. Gemerlap itu menari-nari di mata warga yang menatap penuh kekaguman.

Sorak sorai pun pecah. Warga bertepuk tangan, bersorak gembira, dan sebagian bahkan bersiul menyambut cahaya indah yang kini menghiasi langit Nabire.

Beberapa anak melompat kegirangan, sementara pasangan muda mengabadikan momen tersebut dalam foto dan video. Bagi mereka, malam itu bukan sekadar penyalaan pohon Natal, tetapi simbol dari damai dan harapan baru.

Setelah penyalaan, masyarakat langsung mengerubungi pohon tersebut untuk berfoto. Senyuman terpancar di wajah setiap orang. Malam itu terasa panjang, namun tak seorang pun tampak ingin pulang. Mereka ingin menikmati setiap detik keindahan malam yang diciptakan oleh cahaya-cahaya kecil yang menyala serempak.

Banyak warga menyebut bahwa penyalaan pohon Natal tahun ini adalah yang paling indah dalam beberapa tahun terakhir. Selain ukurannya yang besar dan desainnya yang unik, makna kebersamaan yang terkandung di dalamnya membuat acara ini sangat istimewa.

Baca Juga  THR ASN 2026 Mulai Dicairkan, Puncak Pembayaran 9–13 Maret Jelang Lebaran

Pohon Natal itu juga diyakini akan menjadi salah satu ikon wisata musiman yang paling diburu selama Desember. Banyak warga telah berencana datang kembali bersama keluarga, teman, dan anak-anak mereka.

Acara malam itu ditutup dengan suasana hangat penuh kebersamaan. Lampu-lampu dari pohon Natal terus menyala, menghiasi malam yang pada akhirnya menjadi salah satu malam paling indah bagi masyarakat Nabire di penghujung tahun 2025.

Penyalaan Pohon Natal raksasa di Tugu Nabire Hebat bukan hanya perayaan tahunan. Ini adalah simbol dari harapan, cinta, toleransi, dan persatuan. Simbol bahwa masyarakat Nabire, dengan segala keberagamannya, tetap dapat berdiri bersama menyongsong masa depan yang lebih baik.

Berita Terkait

Pemerintah Provinsi Papua Tengah mengucapkan Selamat Hari Natal, 25 Desember 2025 dan Tahun Baru 2026. Kiranya damai Natal membawa harapan baru, mempererat persaudaraan, serta menumbuhkan semangat kebersamaan dalam membangun Papua Tengah yang aman, sejahtera, dan berkeadilan. — Meki Nawipa, S.H Gubernur Papua Tengah Deinas Geley, S.Sos., M.Si Wakil Gubernur Papua Tengah
Wakil Bupati Kabupaten Intan Jaya beserta Keluarga Besar mengucapkan Selamat Hari Natal, 25 Desember 2025 dan Selamat Menyongsong Tahun Baru 2026.
Soni (1)
Karel Tabuni, S.T Anggota DPRK Nabire Beserta Keluarga Besar mengucapkan Selamat Hari Natal, 25 Desember 2025 dan Selamat Menyongsong Tahun Baru, 1 Januari 2026.
Selamat-Hari-Lahir-4-1024x1024
Terbaru
Berita Populer
Nasional
Topik Populer
Anda tidak boleh menyalin konten halaman milik News.busurnabire.id ini
Tutup
Tutup