NEWS.BUSURNABIRE.ID – Nabire | Kepala LPP RRI Nabire, Surya S. Thalib, S.AP., M.Si,, melakukan kunjungan silaturahmi ke Kantor Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Nabire dan bertemu langsung dengan Kepala Dinas, Yasir Victor Sawo, SP, M.Si, Kamis (2/10/2025). Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam rangka menyongsong Hari Pangan Sedunia yang akan diperingati pada 16 Oktober 2025 di Kabupaten Nabire.

Dalam pertemuan tersebut, Surya Thalib mengaku senang bisa berdialog langsung dengan Kepala Dinas. Menurutnya, Yasir Victor Sawo adalah sosok yang asyik diajak berdiskusi mengenai isu-isu pangan, terutama menjelang peringatan Hari Pangan Dunia yang jatuh pada 16 Oktober 2025.
“Tadi saya bersilaturahmi ke tempatnya, ngobrol dengan beliau sangat menyenangkan. Beliau orang yang asyik diajak diskusi, terutama terkait persiapan Hari Pangan Dunia. Kami di RRI siap kapan saja untuk mendukung rangkaian acara yang digelar tanggal 16 Oktober nanti,” ujar Surya.
Surya Thalib menegaskan komitmen RRI Nabire untuk mendukung penuh rangkaian kegiatan Hari Pangan Sedunia. Menurutnya, acara ini bukan sekadar seremonial, tetapi sarana untuk memperkenalkan pangan lokal Nabire yang kaya dan beragam.
“RRI siap mendukung kapan saja kegiatan Hari Pangan Sedunia. Apalagi, acara ini akan memperkenalkan pangan lokal selain beras yang bisa diolah dengan enak dan menarik, bahkan dilombakan. Intinya, kita harus mengubah mindset bahwa kenyang tidak harus makan nasi, bisa juga dengan ubi-ubian dan pisang yang banyak di Nabire,” ujar Surya Thalib saat ditemui awak media
Selain RRI Nabire, kegiatan ini juga akan digerakkan oleh Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Nabire. Kepala Dinas, Yasir Victor Sawo, menegaskan bahwa ketergantungan masyarakat terhadap beras sangat tinggi dan harus segera diimbangi dengan diversifikasi pangan lokal.
“Bergantung pada beras itu berisiko, termasuk terhadap diabetes. Karena itu ada Perpres 81 Tahun 2024 yang mendorong percepatan aneka ragam konsumsi pangan berbasis sumber daya lokal. Kita harus kurangi ketergantungan pada beras, karena lahan pertanian makin sempit, sementara penduduk makin banyak,” jelas Victor Sawo.
Victor menambahkan, potensi pangan lokal Nabire sebenarnya sangat melimpah. Ubi-ubian, pisang, sagu, hingga beras analog bisa menjadi alternatif pengganti nasi. Ia menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat agar melihat pangan lokal setara dengan nasi.
“Sekarang kita edukasi, kita ajari masyarakat untuk menganggap pangan lokal sama pentingnya dengan nasi. Pada peringatan Hari Pangan nanti, semua menu yang disajikan berbahan pangan lokal, tanpa nasi dan tanpa beras. Ini cara kita mengubah pola konsumsi masyarakat,” terangnya.
Meski Nabire memiliki beberapa sentra sawah seperti di Bumi Raya dan Legari, namun potensi tersebut terbatas karena faktor musim, lahan yang semakin sempit, dan alih fungsi lahan pertanian. Oleh karena itu, pemerintah mendorong masyarakat agar tidak hanya mengandalkan beras, melainkan menggali potensi pangan lokal yang lebih beragam dan tahan terhadap kondisi alam.
Hari Pangan Sedunia akan diperingati pada 16 Oktober 2025 di Kabupaten Nabire, dengan berbagai rangkaian acara seperti lomba olahan pangan lokal, gerakan pangan murah (GPM), hingga edukasi pola konsumsi sehat berbasis potensi lokal.
Kolaborasi antara RRI Nabire dan Dinas Ketahanan Pangan menjadi langkah nyata untuk mengubah pola konsumsi masyarakat dari beras ke pangan lokal. Pesan utamanya jelas: kenyang tidak harus makan nasi. Dengan semangat Hari Pangan Sedunia, Nabire ingin menunjukkan bahwa pangan lokal mampu menjadi solusi kesehatan sekaligus ketahanan pangan jangka panjang.













