>

Nelayan Napan Krisis Rumpon, Ribuan Warga Kesulitan Melaut

By BusurNabire.id
Sabtu, 13 September 2025 09:14 WIB | 1569 Views
Nelayan Napan Krisis Rumpon, Ribuan Warga Kesulitan Melaut (Foto: Istimewa)

NEWS.BUSURNABIRE.ID – Nabire | Ribuan nelayan di Distrik Napan, Kabupaten Nabire, kini menghadapi krisis serius akibat tidak tersedianya Rumpon. Sudah hampir lima tahun terakhir, nelayan setempat kesulitan melaut karena rumpon yang menjadi penopang mata pencaharian mereka rusak dan tidak diperbaiki.

Keluhan ini disampaikan Martina Singgamui, perempuan Papua tengah asal Napan, Kabupaten Nabire saat ditemui awak media di Caffe Gez, Oyehe Nabire, Rabu (10/9/2025). Ia mengungkapkan keresahan nelayan dan mendesak pemerintah segera hadir membantu berita tersebut dilansir dari Wipanews.com

“Pemerintah Kabupaten Nabire dan Pemerintah Provinsi Papua Tengah mohon perhatikan bapak-bapak kami yang sehari-hari melaut di kepulauan. Tolong bikinkan Rumpon untuk menunjang kehidupan mereka,” ujarnya dengan penuh harap.

Menurut Martina, ketiadaan rumpon telah membuat nelayan bekerja tidak maksimal. Bahkan, sebagian warga terpaksa membuat rumpon bambu seadanya, namun hasilnya tidak efektif.

“Sudah lima tahun warga Napan kesulitan melaut. Tanpa rumpon, nelayan hanya berspekulasi saat mencari ikan. Padahal rumpon adalah rumah buatan ikan, yang membuat ikan betah berkumpul sehingga mudah ditangkap,” jelasnya.

Ia menegaskan, Rumpon adalah tumpuan utama kehidupan nelayan Napan. Dari hasil melaut, mereka membiayai sekolah anak-anak, memenuhi kebutuhan keluarga, dan menopang perekonomian sehari-hari.

“Kalau dulu masih ada rumpon, nelayan lebih mudah mencari ikan. Sekarang sudah tidak ada, apalagi cuaca sering berubah-ubah, nelayan makin kesulitan. Kalau cuaca buruk, kami biasanya hanya mengandalkan tangkapan di sekitar rumpon. Tapi sekarang nasib kami benar-benar bergantung pada keberuntungan,” katanya prihatin.

Hingga berita ini diturunkan, upaya awak media menghubungi pihak Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Nabire maupun Provinsi Papua Tengah belum mendapat respons.

Krisis rumpon di Distrik Napan ini menjadi alarm keras bagi pemerintah daerah agar segera mengambil langkah nyata. Sebab, keberadaan Rumpon bukan sekadar infrastruktur, tetapi nafas hidup ribuan nelayan yang menggantungkan masa depan keluarganya dari hasil laut.

Baca Juga  John Gobai Bongkar Kunci Pemerataan Papua Tengah: Pemda harus membeikan Subsidi Pesawat Perintis layani Pegunungan

Berita Terkait

🌙 Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Tengah Mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah 🌙 Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa, S.H., bersama Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, S.Sos., M.Si., mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah kepada seluruh umat Muslim di Papua Tengah dan di seluruh Indonesia. "Momentum Tahun Baru Islam hendaknya menjadi waktu yang tepat untuk melakukan hijrah menuju kehidupan yang lebih baik, memperkuat keimanan, mempererat persaudaraan, serta meningkatkan kepedulian sosial demi terwujudnya Papua Tengah yang aman, damai, maju, dan sejahtera," ujar Gubernur Meki Nawipa dan Wakil Gubernur Deinas Geley. Keduanya juga mengajak seluruh masyarakat menjadikan semangat Hijrah Nabi Muhammad SAW sebagai inspirasi untuk terus bekerja, berkarya, dan memberikan kontribusi terbaik bagi pembangunan daerah serta menjaga persatuan dalam keberagaman. "Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat, kesehatan, keselamatan, keberkahan, dan kemudahan bagi seluruh masyarakat Papua Tengah dalam menjalani kehidupan serta membangun daerah yang kita cintai bersama," tutup mereka. Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah. Hijrah untuk Papua Tengah yang Harmonis, Maju, dan Sejahtera.
Ucapan Kapolda Papua Tengah Memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah 🌙 Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol. Jermias Rontini, S.I.K., M.Si., beserta Wakapolda Papua Tengah, Kombes Pol. Dr. Gustav R. Urbinas, S.H., S.I.K., M.Pd., M.H., mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah kepada seluruh umat Muslim di Papua Tengah dan Indonesia. "Pergantian Tahun Baru Islam merupakan momentum untuk melakukan introspeksi diri, memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, serta meningkatkan semangat pengabdian kepada bangsa dan negara. Mari kita jadikan nilai-nilai hijrah sebagai inspirasi untuk terus berbuat kebaikan, menjaga persatuan, dan mempererat tali persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat Papua Tengah," ujar Kapolda Papua Tengah. Kapolda juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, dan kerukunan antarumat beragama demi terciptanya Papua Tengah yang aman, damai, dan harmonis. "Semoga di tahun yang baru ini Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat, kesehatan, keselamatan, keberkahan, dan perlindungan-Nya kepada kita semua, serta memberikan kekuatan dalam menjalankan tugas dan pengabdian bagi masyarakat, bangsa, dan negara," tutup Brigjen Pol. Jermias Rontini. Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah. Hijrah Menuju Pribadi yang Lebih Baik, Papua Tengah yang Aman, Damai, dan Sejahtera. #TahunBaruIslam1448H, #Muharram1448H, #KapoldaPapuaTengah, #JermiasRontini, #WakapoldaPapuaTengah, #PapuaTengah, #PolriUntukMasyarakat, #Hijrah1448H, #BusurNabire, #PapuaDamai
🌙 Selamat Memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah.Semoga pergantian tahun ini men
WhatsApp Image 2026-03-19 at 23.10.55
WhatsApp Image 2026-03-20 at 22.08.45
Selamat-Hari-Lahir-4-1024x1024
Terbaru
Berita Populer
Nasional
Topik Populer
Anda tidak boleh menyalin konten halaman milik News.busurnabire.id ini
Tutup
Tutup