NEWS.BUSURNABIRE.ID – Ilaga| Suasana penuh haru dan inspirasi terasa di Gereja Katolik Paroki Santo Petrus Ilaga, Sabtu pagi (06/09/2025). Puluhan anggota Polres Puncak bergotong royong dalam kegiatan bakti sosial membersihkan rumah ibadah.
Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Wakapolres Puncak, Kompol Mansur, S.H., M.H., ini menjadi bukti nyata bahwa kepolisian hadir bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga ikut ambil bagian dalam merawat keharmonisan dan kepedulian sosial.

Turut mendampingi, sejumlah pejabat utama Polres Puncak, antara lain Kabag Ops AKP Yulius Harikatang, Kabag Ren Iptu Frietz B. Hattu, Kasat Intel Ipda Taufiq Kaplele, S.H., KBO Intel Ipda Taher Sarhoka, S.A.P., Kasat Samapta Iptu Iskandar Muis, S.E., serta KBO Samapta Ipda Irfan Ali Thamsul, S.H.
Tak hanya pimpinan, sekitar 30 personel Polres Puncak lintas agama baik Islam maupun Nasrani ikut serta. Dengan penuh semangat, mereka menyapu halaman, mengepel bagian dalam gereja, hingga memangkas rumput di sekitar lingkungan rumah ibadah. Semua dilakukan dengan wajah ceria dan kebersamaan.
Wakapolres Kompol Mansur dalam Rilis yang diterima awak media mengatakan bahwa kegiatan bakti sosial ini menjadi cerminan nilai luhur bangsa: gotong royong.

“Polres Puncak berkomitmen untuk selalu hadir bukan hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga ikut ambil bagian dalam kegiatan sosial. Membersihkan rumah ibadah adalah bentuk kepedulian kami, sekaligus bukti bahwa Polri ada bersama masyarakat dalam setiap aspek kehidupan,” ucapnya.
Ia menegaskan, kerja bakti lintas agama seperti ini adalah wujud nyata bahwa persaudaraan dan toleransi bisa tumbuh dari hal sederhana.
“Gotong royong adalah budaya bangsa yang harus kita jaga. Dengan kebersamaan, kita bisa menciptakan suasana yang aman, bersih, dan nyaman. Semoga kebersamaan ini menjadi teladan baik bagi masyarakat luas,” tambahnya.
Kegiatan bakti sosial di Gereja Katolik Santo Petrus Ilaga ini memberi pesan kuat bahwa kepedulian tidak mengenal batas agama maupun profesi. Polri bersama masyarakat berjalan beriringan, menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman.
Suasana hangat pun tercipta saat kegiatan ditutup dengan kebersamaan sederhana: menikmati kue yang disediakan setelah seluruh rangkaian kerja bakti selesai. Tawa, canda, dan rasa syukur terpancar dari wajah semua yang hadir.
Lebih dari sekadar membersihkan rumah ibadah, kerja bakti ini mengajarkan bahwa langkah kecil bisa membawa perubahan besar. Polres Puncak berharap kegiatan serupa dapat dilakukan rutin sebagai wadah mempererat hubungan antara aparat dan masyarakat.

Bakti sosial bukan hanya tentang membersihkan lingkungan, tetapi juga membersihkan hati, menumbuhkan rasa persaudaraan, serta meneguhkan kembali nilai gotong royong yang menjadi jati diri bangsa.
Dengan semangat ini, Polres Puncak mengajak masyarakat untuk terus menjaga kebersamaan, saling mendukung, dan menjadikan toleransi sebagai kekuatan utama membangun daerah Puncak yang damai dan harmonis.













