NEWS.BUSURNABIRE.ID – Nabire | Kepolisian Resor Nabire menegaskan bahwa insiden yang menimpa seorang ibu dan sempat viral di media sosial bukanlah kasus pembegalan, melainkan murni laka tunggal. Klarifikasi ini disampaikan langsung oleh Kapolres Nabire AKBP Samuel D Tatiratu.,SIK melalui Kasat Reskrim AKP Bertu Haridyka, STK SIK MH,, setelah dilakukan pengecekan di lapangan.
Kabar mengenai seorang ibu yang mengalami luka di beberapa bagian tubuhnya dan disebut-sebut menjadi korban begal sempat membuat heboh warga Nabire. Informasi tersebut beredar luas melalui postingan di grup WhatsApp, sehingga memicu kekhawatiran masyarakat.
Namun, hasil penyelidikan pihak kepolisian membantah tudingan tersebut. Kasat Reskrim Polres Nabire, AKP Bertu, memastikan kejadian itu adalah kecelakaan tunggal.
“Ibu-ibu yang luka itu bukan korban curas atau begal. Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, yang bersangkutan mengalami laka tunggal. Ia jatuh karena menabrak batang pohon yang ada di tengah jalan,” jelas AKP Bertu, Selasa 12Agustus 2025 .
Kasat Reskrim menjelaskan, insiden itu terjadi saat korban dalam perjalanan untuk mengikuti kegiatan di Provinsi Papua Tengah. Karena kondisi jalan yang masih gelap pada pagi hari, korban tidak melihat adanya batang pohon yang menghalangi jalur dan akhirnya terjatuh.
“Mungkin karena masih gelap, dia jatuh. Tidak ada unsur tindak pidana di sini, ini murni kecelakaan tunggal,” tambahnya.

Lebih lanjut, AKP Bertu juga meluruskan informasi yang menyebut seorang pria telah diamankan karena diduga sebagai pelaku pembegalan. Menurutnya, pria tersebut justru adalah warga yang membantu korban di lokasi kejadian.
“Untuk laki-laki yang diamankan, dia sebenarnya ikut membantu korban bersama IPTU Jeffrey Loso yang kebetulan melintas. Mereka melaporkan kejadian itu ke pihak Zipur. Namun, sayangnya, pria ini malah dituduh sebagai pelaku curas, padahal faktanya dia hanya membantu,” terang AKP Bertu.
Polres Nabire mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi di media sosial. Penyebaran kabar yang belum jelas kebenarannya dapat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
“Kami harap masyarakat tidak mudah percaya dengan informasi yang belum tentu benar. Pastikan dulu kebenarannya melalui pihak berwenang,” tegasnya.
Dengan adanya klarifikasi ini, pihak kepolisian menegaskan bahwa kejadian tersebut murni laka tunggal tanpa adanya unsur kejahatan. Korban kini mendapatkan perawatan medis, sementara pihak kepolisian tetap melakukan pemantauan terhadap kondisinya.













