NEWS.BUSURNABIRE.ID – Nabire | Aksi kejahatan jalanan atau pencurian dengan kekerasan (Curas) kembali terjadi di Kabupaten Nabire. Kali ini, seorang tukang ojek berinisial GK (56) menjadi korban perampasan motor oleh dua pelaku tak dikenal di kawasan Jalan Sarera, dekat Jembatan Kalibumi, Kampung Bumi Raya, Distrik Nabire Barat.
Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa, 5 Agustus 2025, sekira pukul 10.20 WIT, di lokasi yang tergolong sepi dan jauh dari keramaian warga.

“Kejadian ini terjadi ketika korban sedang mengantar jagung milik penumpangnya ke pasar SP1, kemudian kembali ke lokasi untuk menjemput kembali penumpang tersebut. Saat tiba kembali di TKP, korban langsung didatangi dua pelaku yang berusaha merebut motor miliknya,” ungkap Kasat Reskrim Polres Nabire AKP Bertu Haridyka, S.I.K., S.H., M.H, mewakili Kapolres AKBP Samuel D. Tatiratu, S.I.K., dalam keterangan diruah kerjanya Selasa siang.
Satu pelaku sempat terlibat perkelahian dengan korban, sementara pelaku lain mencoba menyalakan motor menggunakan kunci T, lantaran kunci asli masih dipegang korban. Korban sempat meminta tolong kepada penumpang wanita yang sedang memetik jagung di sekitar lokasi.
Penumpang tersebut kemudian berteriak, namun salah satu pelaku sudah berhasil menghidupkan motor. Mereka berdua langsung kabur ke arah Kampung Bumi Mulia, meski sempat dikejar korban.
“Atas kejadian ini, korban mengalami kerugian berupa satu unit motor Honda Beat warna silver hitam dengan nomor polisi PA 6697 KN, total kerugian diperkirakan mencapai Rp15 juta,” jelas AKP Bertu.
Polres Nabire telah bergerak cepat dengan turun ke TKP, meminta korban membuat laporan resmi, dan kini tengah melakukan penyelidikan serta identifikasi terhadap dua pelaku yang diduga merupakan Orang Asli Papua (OAP).
Menanggapi makin maraknya aksi Curas, pihak Polres Nabire kembali mengeluarkan imbauan keras kepada seluruh tukang ojek di Nabire agar lebih intensif menjaga keselamatan diri dalam mencari nafkah.
“Kami mengimbau kepada para tukang ojek agar selalu waspada dan tidak mengambil penumpang di area-area yang sepi atau rawan kejahatan. Jika memungkinkan, hindari bekerja sendirian, terutama di jam-jam rawan atau malam hari,” tegas AKP Bertu.
Lebih lanjut, ia juga meminta agar komunitas ojek memaksimalkan komunikasi melalui grup yang telah dibentuk bersama pihak kepolisian.
“Gunakan grup komunikasi yang sudah kami buat untuk saling berbagi informasi jika ada kejadian mencurigakan. Jangan ragu segera laporkan ke Polres atau pos polisi terdekat. Keselamatan tukang ojek harus jadi prioritas utama dalam mencari rejeki,” tambahnya.













