NEWS.BUSURNABIRE.ID – Nabire |Dalam upaya menjaga ketahanan pangan dan menekan lonjakan harga bahan pokok, Bulog Nabire bersama Kodim 1705/Nabire dan Pemerintah Kabupaten Nabire sukses menyelenggarakan Gerakan Pangan Murah (GPM) pada Kamis, 24 Juli 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan nasional yang dipusatkan di Kodam III/Siliwangi dan dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia.
Di Kabupaten Nabire, kegiatan dipusatkan di Aula Kodim 1705/Nabire dan dipimpin langsung oleh Dandim 1705/Nabire Letkol Inf Marudut H. Simbolon.

Kepala Bulog Nabire, Dedi Rachman Eko Prasetio, saat di temui awak media usai kegiatan memastikan bahwa mulai Juli 2025, program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) telah kembali berjalan secara aktif. Masyarakat kini bisa mendapatkan beras SPHP dengan harga terjangkau di kios-kios resmi yang terdaftar di Pasar Kalibobo, Nabire.
“Mulai bulan Juli ini, SPHP sudah kami salurkan kembali. Masyarakat bisa membeli langsung di pasar Kalibobo karena kios-kios di sana sudah resmi terdaftar dan bekerja sama dengan Bulog,” ujar Dedi.
Harga beras SPHP dipatok Rp63.000 per kemasan 5 kilogram atau sekitar Rp13.000 per kilogram. Harga ini masih di bawah batas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah, yakni Rp13.500/kg.
“Kalau ada yang menjual lebih dari itu, berarti bukan jalur resmi SPHP,” tegas Kepala Bulog Nabire.
Menurut Dedi, respons masyarakat sangat positif. Permintaan langsung meningkat begitu distribusi dimulai, mengingat tingginya harga beras komersial di pasaran saat ini.
“Antusiasme masyarakat sangat tinggi. Begitu mulai kami salurkan, langsung banyak permintaan,” ungkapnya.

Terkait distribusi, Dedi memastikan tidak ada kendala berarti. Stok dan kemasan telah disiapkan, dan penyaluran dapat langsung dilakukan setelah adanya penugasan dari Badan Pangan Nasional yang telah terbit di bulan Juli.
Bulog Nabire juga menetapkan batas maksimal pengambilan dua ton per hari untuk setiap mitra. Jika stok habis, mitra kios dapat segera mengajukan permintaan ulang sesuai kebutuhan.
Untuk sementara, distribusi SPHP difokuskan di Pasar Kalibobo. Hal ini dikarenakan ketatnya persyaratan pendaftaran mitra SPHP tahun ini. Lokasi lain seperti Belok belum memenuhi kriteria sebagai mitra resmi SPHP, meskipun beras premium tetap tersedia di sana.
“Kios yang ingin menjadi mitra SPHP harus melalui proses seleksi dengan ketentuan baru yang berbeda dari tahun sebelumnya,” jelas Dedi.
Kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) di Nabire menunjukkan sinergi nyata antara Kodim 1705/Nabire, Bulog Nabire, dan Pemkab Nabire dalam menjawab keresahan masyarakat atas mahalnya harga pangan. TNI hadir sebagai fasilitator dan pengaman, Bulog sebagai penyedia bahan pokok bersubsidi, dan Pemda melalui Dinas Pangan berperan dalam pengawasan distribusi agar tepat sasaran.
“Kami siap menyalurkan kapan pun dibutuhkan. Selama mitra kios memenuhi syarat dan mengajukan permintaan, SPHP akan terus tersedia,” tutup Dedi.
Dengan dimulainya kembali SPHP dan suksesnya pelaksanaan GPM, Bulog Nabire dan Kodim 1705/Nabire siap menjadi garda depan dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan di Papua Tengah.













