NEWS.BUSURNABIRE.ID – Nabire | Dalam rangka memperkuat ketahanan pangan dan menstabilkan harga kebutuhan pokok, Kodim 1705/Nabire, Perum Bulog, dan Pemerintah Kabupaten Nabire sukses menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM 2025). Kegiatan ini digelar serentak secara nasional pada Kamis, 24 Juli 2025, dan dipusatkan di Kodam III/Siliwangi.

Untuk wilayah Nabire, pelaksanaan GPM 2025 dipusatkan di Aula Kodim 1705/Nabire dan dipimpin langsung oleh Dandim 1705/Nabire Letkol Inf Marudut H. Simbolon. Acara ini dihadiri oleh jajaran TNI-Polri, para lurah dari distrik Siriwini, Girimulyo, Yaur, serta masyarakat penerima manfaat yang memenuhi lokasi kegiatan.
Mengusung tema nasional: “TNI dan Bulog Bersinergi Dalam Rangka Mewujudkan Swasembada Pangan Melalui Program Gerakan Pangan Murah, SPHP dan Penyaluran Bantuan Pangan (Banpang)”, kegiatan ini menjadi bukti konkret sinergi antara pemerintah dan unsur TNI dalam menjaga ketersediaan pangan murah dan bergizi.

Bupati Nabire Mesak Magai, melalui Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Yasor Victor Sawo, S.P., M.Si., menegaskan bahwa program ini menjadi bagian dari strategi pengendalian inflasi dan pemulihan ekonomi di Papua Tengah.
“Tahun 2025, Nabire kembali mendapat alokasi bantuan pangan dari Pemerintah Pusat melalui Badan Pangan Nasional dan Bulog. Ini langkah konkret menjaga stabilitas harga dan menjamin kebutuhan dasar masyarakat,” ujar Yasor.
Yasor juga menekankan pentingnya penyaluran bantuan yang adil dan tepat sasaran kepada seluruh Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang tersebar di berbagai distrik.
Kepala Bulog Nabire, Dedi Rachman Eko Prasetio, menjelaskan bahwa penyaluran bantuan pangan beras Juli 2025 mengacu pada Peraturan Badan Pangan Nasional No.14 Tahun 2023 dan Surat Edaran Nomor 170 Tahun 2025.

“Untuk Kabupaten Nabire, tercatat 13.205 penerima bantuan akan menerima masing-masing 20 kg beras, yang didistribusikan dalam dua tahap,” jelas Dedi.
Distribusi awal telah dilakukan di dua distrik prioritas, yaitu:
- Distrik Yaur: 349 penerima, total 6.980 kg beras
- Distrik Napan: 166 penerima, total 3.320 kg beras
Data penerima bantuan berasal dari Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSN) yang dihimpun oleh Kementerian Sosial, Ditjen Dukcapil, dan Badan Pangan Nasional, serta dialokasikan melalui kantor pusat Bulog.
“Kami sangat menghargai dukungan dari Korem 173/PVB, Kodim 1705/Nabire, dan Dinas Ketahanan Pangan. Kolaborasi ini sangat penting dalam menjaga daya beli masyarakat,” ungkap Dedi.

Peran Kodim 1705/Nabire dalam mengawal kelancaran distribusi bantuan pangan mendapat apresiasi tinggi dari masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Nabire. Selain membantu distribusi, TNI juga berperan aktif mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pangan bergizi, murah, dan lokal sebagai bagian dari upaya menciptakan ketahanan pangan berkelanjutan di Papua Tengah.
Pemkab Nabire melalui Dinas Ketahanan Pangan juga berkomitmen meningkatkan produksi pertanian lokal dan mendorong edukasi gizi, agar masyarakat tidak hanya bergantung pada bantuan pangan tetapi mampu mandiri secara ekonomi dan pangan.













