BUSURNABIRE.ID – Nabire | Pemerintah Kabupaten Nabire secara resmi melepas kontingen Seleksi Tilawatil Quran dan Hadis (STQH) I tingkat Provinsi Papua Tengah, Kamis pagi, 10 Juli 2025, bertempat di Aula Setda Kantor Bupati Nabire.
Acara berlangsung khidmat dan penuh semangat, dihadiri oleh unsur Kementerian Agama, Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ), serta jajaran Pemerintah Daerah Nabire.

Wakil Bupati Nabire, Burhanuddin Pawenari, yang mewakili Bupati dalam pelepasan tersebut, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan yang dinilai sangat penting bagi pengembangan keagamaan di wilayah Papua Tengah.
“Pertama-tama tentunya kita bersyukur kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, karena pagi ini Pemerintah Kabupaten Nabire bersama Kementerian Agama dan LPTQ secara resmi melepas kafilah peserta STQH pertama tingkat Provinsi Papua Tengah,” ujar Burhanuddin dalam sambutannya.
Ia menegaskan bahwa kontingen STQH dari Nabire berjumlah 10 orang, terdiri atas 5 peserta putra dan 5 peserta putri, yang akan mewakili Kabupaten Nabire dalam ajang seleksi tingkat provinsi.
“Alhamdulillah, puji Tuhan, Nabire mengirimkan 10 peserta. Harapan kita besar, karena kegiatan ini bukan hanya seleksi, tapi juga indikator kemajuan keagamaan Papua Tengah ke depan,” lanjutnya.
Wakil Bupati menyampaikan harapan besar agar Kabupaten Nabire bisa meraih juara dan menjadi kabupaten terbaik dalam STQH pertama ini. Ia juga menekankan pentingnya peran generasi muda dalam membawa nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.
“Saya mendapat amanah dari Bapak Bupati untuk melepas langsung para peserta. Semoga mereka mampu tampil maksimal dan membawa nama baik Nabire di tingkat Provinsi Papua Tengah,” tuturnya.
Acara pelepasan kafilah STQH ini merupakan bagian dari komitmen kuat Pemerintah Kabupaten Nabire dalam mendukung kegiatan pengembangan tilawah Al-Quran dan pemahaman hadis, serta upaya mendorong generasi muda yang religius dan berkarakter Qurani.
Kegiatan ini juga menjadi cerminan dari keseriusan Pemkab Nabire dalam membina dan memperkuat pondasi keagamaan di tengah masyarakat, sekaligus mempererat sinergi dengan Kementerian Agama dan LPTQ.













