NEWS.BUSURNABIRE.ID – Nabire: Suasana malam yang biasanya tenang di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Nabire mendadak berubah tegang. Senin malam (2/6), pukul 21.00 WIT, Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM RI, Brigjen Pol. Drs. Mashudi, langsung ikut operasi sweeping ke blok-blok hunian warga binaan.
Langkah tegas itu bukan tanpa alasan. Dalam keterangannya kepada media, Brigjen Mashudi menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah preventif dan strategis untuk menjaga keamanan dan ketertiban di dalam lapas.

“Saya melaksanakan penggeledahan kamar-kamar hunian sejak pukul 9 malam. Kami menemukan sejumlah barang yang tidak diperbolehkan berada dalam blok hunian,” ujar Mashudi di lokasi kegiatan.
Barang-barang yang ditemukan antara lain balok kayu, batang besi, dan benda-benda mencurigakan lain yang dinilai berpotensi membahayakan keselamatan warga binaan maupun petugas.
“Barang-barang temuan langsung kami bawa ke kantor untuk dilakukan pendataan. Beberapa di antaranya bahkan diduga merupakan inventaris kantor,” lanjutnya dengan nada serius.

Lapas Nabire sendiri memiliki empat blok hunian dengan total 218 warga binaan. Dalam sweeping tersebut, Dirjenpas menegaskan pentingnya pengawasan ketat terhadap setiap barang yang masuk ke dalam blok hunian.
“Keamanan di dalam lapas berkaitan langsung dengan keamanan masyarakat sekitar. Oleh karena itu, upaya pencegahan harus dilakukan sejak dini,” tegasnya.
Kegiatan ini juga melibatkan sinergi yang kuat antara Kementerian Hukum dan HAM dengan aparat TNI dan Polri. Kehadiran unsur lintas sektor menjadi kunci utama dalam mendukung stabilitas dan pembinaan di dalam lapas.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Untuk menjaga keamanan dan melakukan pembinaan terhadap warga binaan, kami butuh kerja sama dengan pihak lain,” jelas Mashudi.

Dengan wajah serius namun penuh dedikasi, Brigjen Mashudi menyampaikan komitmennya untuk terus meningkatkan kerja sama lintas sektor dan memperkuat sistem pengawasan dalam lapas.
“Kita akan terus perketat kontrol dan koordinasi agar Lapas tetap menjadi tempat pembinaan yang aman, bukan tempat yang rawan gangguan,” tutupnya.
Operasi malam itu menjadi bukti bahwa komitmen Dirjenpas bukan sekadar retorika, melainkan tindakan nyata demi terciptanya lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan manusiawi.













