NEWS.BUSURNABIRE.ID – Nabire: Berawal dari sebuah video yang beredar di grup Whatsap CPT Coffee Papua Tengah pada Selasa (20/2) sore pukul 17:40 WIT, aksi sosial yang dilakukan Kapolsubsektor Wami Jaya, Aiptu Komaruzaman, S.Sos, menarik perhatian masyarakat. Video tersebut memperlihatkan dirinya bersama anggota dan warga setempat membantu mama-mama Papua membangun tempat jualan yang lebih layak.

Dalam video, ia menyampaikan, “Makanya jadi proyek 5 M: Melindungi, Mengayomi, dan Melayani Masyarakat, Menukang dan Menjual,” sambil mengecat papan demi menyemangati dirinya sendiri.
Saat dikonfirmasi awak media News.busurnabire.id, Aiptu Komaruzaman mengaku tidak mengharapkan pujian atas tindakannya, melainkan hanya ingin berbagi dan menginspirasi masyarakat lainnya.
“Saya pribadi kaget juga video itu viral, kami tidak mengharapkan pujian. Ini hanya sekadar berbagi dan semoga bisa menginspirasi warga lain untuk melakukan hal serupa,” ungkapnya.

Aiptu Komaruzaman baru saja ditunjuk sebagai Kapolsubsektor Wami Jaya oleh Kapolres Nabire, AKBP Samuel Tatiratu, SIK, sekitar satu minggu yang lalu. Ketika bertugas, ia melihat kondisi mama-mama Papua yang berjualan dengan beralaskan tikar di pinggir jalan. Hatinya tergerak untuk membantu mereka agar bisa berjualan dengan lebih nyaman dan layak. Tanpa menunggu bantuan pemerintah, ia berinisiatif mengumpulkan papan serta membeli cat dengan menggunakan dana pribadi.
“Awalnya saya lihat mama-mama jualan beralaskan tikar di pinggir jalan. Akhirnya kemarin sore saya mulai kumpulkan papan, beli cat, semua dari dana pribadi. Alhamdulillah, akhirnya jadi dua meja masing-masing sepanjang 4 meter, jadi total 8 meter untuk meja jualan mereka,” jelasnya kepada media News.busurnabire.id.

Menurutnya, kepedulian kepada sesama adalah bagian dari nilai-nilai yang ia pegang teguh. Tidak ada seremoni khusus dalam aksi sosialnya ini, hanya kebiasaan pribadi yang tidak tega melihat orang dalam kesulitan. Ia merasa bahagia ketika bisa bermanfaat bagi orang lain, apalagi melihat mama-mama Papua yang terharu dengan bantuan tersebut.
“Mereka terharu, aku pun berkaca-kaca. Tidak ada seremoni apa pun, hanya kebiasaan saya pribadi yang tidak tahan melihat orang susah. Dimana pun saya bertugas, saya ingin mencari saudara. Kalau sudah dekat, rasanya seperti keluarga sendiri,” tambahnya.

Dalam proses pembangunan meja, anggota kepolisian serta warga sekitar turut membantu. Mereka bekerja bersama-sama hingga meja jualan itu selesai dibuat. Kebersamaan ini semakin mempererat hubungan antara polisi dan masyarakat, membuktikan bahwa kepedulian sosial masih sangat kuat di lingkungan Wami Jaya.
Tidak berhenti sampai di situ, Aiptu Komaruzaman juga berencana memasang penerangan di lokasi jualan agar mama-mama Papua tetap bisa berdagang pada malam hari. Ia sedang mencari kabel sepanjang 25 meter dan beberapa lampu untuk dipasang, mengingat sumber listrik terdekat berada di Balai Desa Kampung Wami Jaya.
“Tidak ada komando dari atasan atau pemerintah, semua ini semata-mata dari hati. Kami menyisihkan seribu dua ribu dari kantong pribadi agar semua bisa terlaksana,” pungkasnya.
Aiptu Komaruzaman menambahkan bahwa warga setempat sangat senang dengan inisiatif ini dan berharap aksi serupa dapat menginspirasi lebih banyak orang untuk berbagi dan peduli terhadap sesama.
“Insha Allah, langkah kecil yang dilakukan dapat menginspirasi lebih banyak orang untuk berbagi dan peduli terhadap sesama, sebagaimana pesan Rasulullah, ‘Khoirunnas anfauhum linnas’ yang berarti sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain,” tutupnya.

Salah satu mama Papua yang berjualan di lokasi tersebut menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Kapolsubsektor Wami Jaya beserta anggotanya yang telah membantu menyediakan meja jualan.
“Kami sangat berterima kasih kepada Pak Komar dan teman-teman yang sudah membuatkan meja jualan ini. Kami berjualan di sini karena sulit jika harus ke kota. Dengan adanya tempat ini, kami bisa menaruh lombok, jagung, pisang, dan hasil kebun lainnya dengan lebih nyaman,” ujarnya. (Red)













