>

John NR Gobai Terima Surat Warga Jita, Suku Sempan Tegaskan Identitas Adat

By BusurNabire.id
Minggu, 25 Oktober 2026 07:08 WIB | 4 Views
John NR Gobai Terima Surat Warga Jita, Suku Sempan Tegaskan Identitas Adat (Foto: Istimewa)

NEWS.BUSURNABIRE.ID – Timika, Papua Tengah | Perjuangan masyarakat adat Suku Sempan untuk memperoleh pengakuan atas identitas dan jati diri mereka kembali mengemuka. Masyarakat Sempan dari Distrik Jita, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, menyampaikan surat aspirasi kepada John NR Gobai yang secara tegas menyatakan bahwa mereka merupakan Suku Sempan, bukan Suku Kamoro.

Surat tersebut disampaikan melalui Anggota Majelis Rakyat Papua Provinsi Papua Tengah (MRP PPT), Thomas Mutaweyau, yang melakukan kunjungan ke wilayah Jita pada Agustus 2026.

John NR Gobai Terima Surat Warga Jita, Suku Sempan Tegaskan Identitas Adat (Foto: Istimewa)

Penyampaian aspirasi ini menjadi bagian penting dari perjuangan masyarakat Sempan dalam mempertahankan identitas kesukuan, sejarah leluhur, bahasa, serta nilai-nilai adat yang diwariskan secara turun-temurun.

Dalam surat tersebut, masyarakat adat Sempan menegaskan bahwa mereka memiliki identitas tersendiri yang perlu dihormati dan diakui, sekalipun selama ini keberadaan mereka kerap dikaitkan dengan kelompok masyarakat adat Kamoro di Kabupaten Mimika.

Menanggapi aspirasi tersebut, John NR Gobai berpandangan bahwa pengakuan terhadap identitas suatu masyarakat adat harus didasarkan pada sejarah, bahasa, adat istiadat, wilayah asal-usul, serta pengakuan masyarakat yang bersangkutan terhadap jati dirinya sendiri.

Menurut pandangannya, identitas kesukuan tidak semestinya ditentukan semata-mata melalui pengelompokan dari pihak luar tanpa mendengarkan masyarakat adat yang selama ini menjaga dan mewariskan identitas tersebut.

Karena itu, aspirasi masyarakat Sempan dari Distrik Jita perlu ditempatkan sebagai bagian dari upaya penghormatan terhadap hak-hak dasar masyarakat hukum adat di Tanah Papua.

Persoalan identitas ini bukan sekadar menyangkut penyebutan nama suku, melainkan juga berkaitan dengan keberadaan sejarah, kebudayaan, bahasa, kelembagaan adat, serta hak masyarakat untuk mempertahankan warisan leluhurnya.

Aspirasi masyarakat Sempan dari Jita bukanlah persoalan yang baru muncul.

Dalam pemberitaan Jubi pada 27 Juli 2026 berjudul Suku Sempan: Warga yang Dilupakan di Bumi Amungsa, dijelaskan bahwa masyarakat Sempan selama ini kerap dikelompokkan bersama Suku Kamoro, meskipun sebagian masyarakat Sempan menegaskan adanya perbedaan bahasa dan identitas budaya.

Baca Juga  Mengenal ANTAM, Perusahaan Tambang Nasional yang Mengembangkan Emas, Nikel, dan Bauksit Indonesia

Pemberitaan tersebut juga memuat pandangan antropolog Universitas Cenderawasih, Andro Loekito, yang mengamati adanya perbedaan dialek antara masyarakat Sempan dan Kamoro, meskipun kajian lebih mendalam masih diperlukan.

Selain itu, laporan Blue Forests mengenai profil masyarakat adat Sempan di Kampung Ohotya mencatat sejarah perpindahan leluhur masyarakat Sempan dari wilayah timur, termasuk perjalanan melalui Kampung Wenin di Distrik Jita, sebelum sebagian komunitas menetap di kawasan pesisir Mimika.

Catatan tersebut memperlihatkan bahwa masyarakat Sempan mempunyai perjalanan sejarah yang berkaitan erat dengan wilayah adat, perpindahan leluhur, dan upaya mempertahankan identitas komunitasnya.

Bagi masyarakat Sempan, pengakuan atas identitas mereka merupakan bagian dari penghormatan terhadap sejarah panjang keberadaan masyarakat adat di wilayah Mimika.

Penyampaian surat melalui Anggota MRP PPT Thomas Mutaweyau juga menunjukkan pentingnya peran lembaga representasi kultural Orang Asli Papua dalam mendengarkan dan menyalurkan aspirasi masyarakat adat.

Sebagai lembaga yang memiliki fungsi perlindungan hak-hak Orang Asli Papua, MRP diharapkan dapat menjadi salah satu jembatan komunikasi antara masyarakat Sempan dan para pemangku kepentingan di tingkat kabupaten maupun Provinsi Papua Tengah.

Aspirasi tersebut perlu memperoleh ruang pembahasan yang melibatkan masyarakat Sempan sendiri, tokoh adat, pemerintah daerah, serta lembaga terkait.

Dialog dan kajian bersama dinilai penting agar persoalan identitas kesukuan dapat ditangani secara objektif dengan memperhatikan sejarah, bahasa, kebudayaan, dan kesaksian masyarakat adat.

Langkah tersebut juga diperlukan agar proses pengakuan identitas tidak menimbulkan kesalahpahaman antarkelompok masyarakat, melainkan memperkuat penghormatan terhadap keberagaman suku di Tanah Papua.

Aspirasi masyarakat Sempan dari Distrik Jita sekaligus menjadi pengingat bahwa pembangunan Papua Tengah tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga perlindungan identitas serta keberlangsungan budaya masyarakat adat.

Baca Juga  ANTAM Disiapkan Kelola Tambang Emas Kristalin Nabire Usai Izin Dicabut Pemerintah

Penghormatan terhadap identitas kesukuan memiliki arti penting dalam menjaga bahasa daerah, pengetahuan tradisional, sejarah leluhur, dan hubungan masyarakat dengan wilayah adatnya.

Oleh karena itu, surat yang diterima John NR Gobai diharapkan dapat menjadi pintu masuk bagi komunikasi dan pembahasan lebih lanjut mengenai aspirasi masyarakat Sempan.

Pemerintah daerah bersama lembaga representasi masyarakat adat diharapkan memberikan perhatian terhadap aspirasi tersebut melalui pendekatan dialogis, partisipatif, dan berlandaskan penghormatan terhadap hak masyarakat adat.

Penegasan masyarakat Sempan dari Jita bahwa mereka bukan Suku Kamoro, melainkan Suku Sempan, menjadi pesan penting bahwa setiap komunitas adat berhak menyuarakan identitas dan jati dirinya sendiri.

Ke depan, aspirasi tersebut perlu ditindaklanjuti secara bijaksana agar pengakuan dan perlindungan identitas masyarakat adat dapat berjalan seiring dengan upaya menjaga persatuan serta keharmonisan antarsuku di Kabupaten Mimika dan Papua Tengah.

Berita Terkait

🇮🇩 **DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE-81** 🇮🇩 **17 Agustus 2026** Dengan semangat **“Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”**, Pemerintah Provinsi Papua Tengah mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sebagai semangat bersama dalam memperkuat persatuan, membangun daerah, dan mewujudkan Papua Tengah yang semakin maju. Gubernur Papua Tengah **Meki Nawipa, S.H.** bersama Wakil Gubernur Papua Tengah **Deinas Geley, S.Sos., M.Si.** menyampaikan ucapan **Dirgahayu Republik Indonesia ke-81**. 🇮🇩 **Bersatu dalam keberagaman, bergerak bersama untuk Papua Tengah yang maju dan Indonesia yang semakin kuat.** **Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur.** **Dirgahayu Republik Indonesia ke-81! 🇮🇩** #HUTRI81 #DirgahayuRI #IndonesiaMerdeka #PapuaTengah #MekiNawipa #DeinasGeley #IndonesiaBerdaulat #IndonesiaMaju
Ucapan Kapolda Papua Tengah Memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah 🌙 Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol. Jermias Rontini, S.I.K., M.Si., beserta Wakapolda Papua Tengah, Kombes Pol. Dr. Gustav R. Urbinas, S.H., S.I.K., M.Pd., M.H., mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah kepada seluruh umat Muslim di Papua Tengah dan Indonesia. "Pergantian Tahun Baru Islam merupakan momentum untuk melakukan introspeksi diri, memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, serta meningkatkan semangat pengabdian kepada bangsa dan negara. Mari kita jadikan nilai-nilai hijrah sebagai inspirasi untuk terus berbuat kebaikan, menjaga persatuan, dan mempererat tali persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat Papua Tengah," ujar Kapolda Papua Tengah. Kapolda juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, dan kerukunan antarumat beragama demi terciptanya Papua Tengah yang aman, damai, dan harmonis. "Semoga di tahun yang baru ini Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat, kesehatan, keselamatan, keberkahan, dan perlindungan-Nya kepada kita semua, serta memberikan kekuatan dalam menjalankan tugas dan pengabdian bagi masyarakat, bangsa, dan negara," tutup Brigjen Pol. Jermias Rontini. Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah. Hijrah Menuju Pribadi yang Lebih Baik, Papua Tengah yang Aman, Damai, dan Sejahtera. #TahunBaruIslam1448H, #Muharram1448H, #KapoldaPapuaTengah, #JermiasRontini, #WakapoldaPapuaTengah, #PapuaTengah, #PolriUntukMasyarakat, #Hijrah1448H, #BusurNabire, #PapuaDamai
🌙 Selamat Memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah.Semoga pergantian tahun ini men
WhatsApp Image 2026-03-19 at 23.10.55
WhatsApp Image 2026-03-20 at 22.08.45
Selamat-Hari-Lahir-4-1024x1024
Terbaru
Berita Populer
Nasional
Topik Populer
Anda tidak boleh menyalin konten halaman milik News.busurnabire.id ini
Tutup
Tutup