NEWS.BUSURNABIRE.ID – Nabire : PAPUA TENGAH — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Nabire mengeluarkan imbauan kepada seluruh umat Islam di Kabupaten Nabire untuk melaksanakan Shalat Istisqa’, memperbanyak doa dan istighfar sebagai ikhtiar memohon turunnya hujan di tengah kondisi kemarau berkepanjangan dan minimnya curah hujan.
Imbauan tersebut tertuang dalam surat resmi MUI Kabupaten Nabire Nomor 107/MUI-NBR/VIII/2026 tertanggal 20 Agustus 2026, dengan perihal Himbauan Untuk Shalat Istisqa’.
Surat itu ditujukan kepada para ulama, kyai, ustaz dan ustazah, imam serta pengurus masjid dan musala, pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam, kepala distrik, lurah atau kepala kampung, tokoh masyarakat Muslim, hingga seluruh umat Islam di Kabupaten Nabire.

Surat imbauan tersebut ditandatangani oleh Ketua MUI Kabupaten Nabire K.H. Rohimin Abdurrahman, S.Pd., bersama Sekretaris Muhammad Syarif, S.S., S.Pd.
Dalam imbauannya, MUI Kabupaten Nabire menyampaikan bahwa kondisi kemarau yang berlangsung dalam beberapa bulan terakhir mulai berdampak terhadap ketersediaan air bagi masyarakat.
Keterbatasan air tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan sehari-hari, tetapi juga berpotensi memengaruhi sektor pertanian, peternakan, lingkungan serta berbagai aktivitas masyarakat lainnya.
Atas kondisi tersebut, MUI mengajak umat Islam untuk meningkatkan ikhtiar lahir dan batin. Doa, istighfar, sedekah, amal kebajikan serta perbaikan hubungan sosial diharapkan menjadi bagian dari upaya bersama dalam menghadapi kondisi kekeringan.
Salah satu ikhtiar yang ditekankan adalah melaksanakan Shalat Istisqa’, yakni salat yang dilakukan sebagai bentuk permohonan kepada Allah SWT agar menurunkan hujan.
MUI Kabupaten Nabire mengimbau agar Shalat Istisqa’ dapat dilaksanakan secara berjamaah di masjid, lapangan terbuka maupun tempat lain yang ditentukan oleh pengurus masjid atau lembaga keagamaan Islam.

Para imam, khatib, ustaz, pengurus masjid dan pimpinan organisasi Islam juga diminta berperan aktif memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai tuntunan Shalat Istisqa’, sekaligus mengajak umat memperbanyak doa dan istighfar.
Pelaksanaan ibadah tersebut diharapkan berlangsung dengan penuh kekhusyukan, kerendahan hati dan kesungguhan, serta diiringi dengan memperbanyak istighfar, doa, sedekah dan amal saleh.
MUI juga mengajak umat menjadikan kondisi kemarau sebagai momentum muhasabah dan memperbaiki diri, meningkatkan ketakwaan, memperkuat ukhuwah Islamiyah serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama.
Selain memperkuat doa dan ibadah, MUI Kabupaten Nabire menegaskan pentingnya ikhtiar nyata dalam menghadapi kemarau.
Masyarakat diimbau untuk menghemat penggunaan air, menjaga sumber-sumber air, tidak melakukan aktivitas yang dapat merusak lingkungan serta membantu warga yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih.
Pengurus masjid dan lembaga Islam di setiap wilayah juga diharapkan berkoordinasi dengan tokoh agama, tokoh masyarakat dan pemerintah setempat dalam menentukan waktu serta lokasi pelaksanaan Shalat Istisqa’.
Dalam pelaksanaannya, masyarakat diminta tetap memperhatikan ketertiban, keamanan, kebersihan dan kenyamanan bersama agar kegiatan berlangsung secara tertib dan khidmat.
MUI Kabupaten Nabire turut mengajak umat Islam memperbanyak istighfar, zikir, doa, sedekah dan berbagai amal saleh, baik secara pribadi maupun bersama-sama.
Momentum Shalat Istisqa’ diharapkan tidak hanya menjadi sarana memohon turunnya hujan, tetapi juga menjadi momentum untuk meningkatkan ketakwaan, mempererat persaudaraan, memperkuat solidaritas sosial serta membantu masyarakat yang terdampak kemarau.

Dalam surat tersebut, MUI Kabupaten Nabire juga mengutip Al-Qur’an Surah Nuh ayat 10–11, yang mengingatkan umat untuk memohon ampun kepada Allah SWT dan menjelaskan tentang turunnya hujan sebagai bentuk rahmat-Nya.
Ketua MUI Kabupaten Nabire K.H. Rohimin Abdurrahman, S.Pd. dan Sekretaris Muhammad Syarif, S.S., S.Pd., melalui imbauan tersebut mengajak seluruh umat Islam untuk bersatu dalam doa dan ikhtiar menghadapi kemarau.
MUI berharap masyarakat tetap menjaga persaudaraan, membantu warga yang mengalami kesulitan mendapatkan air serta bersama-sama menjaga lingkungan dan sumber-sumber air yang masih tersedia.
MUI Kabupaten Nabire juga berharap Allah SWT mengabulkan doa dan ikhtiar seluruh masyarakat serta segera menurunkan hujan yang cukup, bermanfaat, membawa keberkahan dan keselamatan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Nabire.
Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.













