NEWS.BUSURNABIRE.ID -TIMIKA, PAPUA TENGAH – Komitmen pembinaan generasi muda melalui olahraga kembali ditunjukkan oleh Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol. Jermias Rontini, dengan menggelar turnamen mini soccer tingkat SMA se-Kabupaten Mimika bertajuk Kapolda Cup II yang berlangsung meriah di Lapangan Gold Stone, Timika.

Ajang bergengsi ini diikuti oleh 32 tim dari SMA dan SMK se-Kabupaten Mimika, yang akan bertanding mulai 12 hingga 20 Mei 2026, dengan memperebutkan hadiah total puluhan juta rupiah.
Dalam sambutannya saat pembukaan, Brigjen Pol. Jermias Rontini menegaskan bahwa turnamen ini merupakan bagian dari upaya nyata Polri dalam mendukung pengembangan potensi anak muda Papua di bidang olahraga, khususnya sepak bola mini soccer.
“Dulu anak-anak kita tidak memiliki fasilitas untuk melatih kemampuan mereka. Hari ini hal itu bisa diwujudkan. Kemarin kita sudah menyelenggarakan kompetisi tingkat SMP, sekarang tingkat SMA, dan setelah ini akan kita selenggarakan juga untuk level umum,” ujar Kapolda.

Ia menambahkan bahwa keberadaan fasilitas dan kompetisi ini diharapkan mampu menjadi ruang positif bagi pelajar untuk menyalurkan bakat, sekaligus membentuk mental juara sejak dini.
Pembukaan Kapolda Cup II juga semakin meriah dengan kehadiran pemain Timnas Futsal Indonesia, Evan Soumelina, yang turut memberikan motivasi langsung kepada para peserta turnamen.
Kapolda Papua Tengah menyampaikan apresiasi atas kehadiran Evan yang dinilai mampu menjadi inspirasi bagi para pelajar di Mimika.
“Kalian harus mencontoh kakak Evan. Untuk menjadi pemain Timnas tidak cukup hanya disiplin, tetapi juga harus tekun dan rajin berlatih,” kata Kapolda.

Ia juga mengungkapkan bahwa top skor dan pemain terbaik turnamen akan mendapatkan hadiah spesial berupa jersey Timnas Indonesia.
Dalam suasana penuh semangat, Kapolda bahkan memberikan motivasi khusus kepada para peserta. Ia menegaskan bahwa siapa pun anak Papua yang mampu menembus Tim Nasional Indonesia akan mendapatkan kesempatan bergabung dengan Kepolisian RI.
“Kalau ke depan dari adik-adik ini ada yang menjadi pemain profesional dan lolos menjadi pemain Timnas, saya akan jadikan polisi,” tegasnya disambut tepuk tangan meriah peserta dan penonton.

Lebih lanjut, Kapolda Papua Tengah juga meminta dukungan pemerintah daerah agar kompetisi seperti ini dapat digelar secara rutin setiap tahun, bahkan diperluas hingga tingkat SD, SMP, dan SMA.
Ia berharap momentum Hari Pendidikan 2 Mei dapat dijadikan agenda tetap penyelenggaraan kompetisi olahraga di Papua Tengah dengan melibatkan sponsor dan berbagai pihak.
“Saya minta kepada pemerintah daerah agar kompetisi seperti ini bisa terus dilaksanakan. Silakan gandeng sponsor, ini tantangan agar kompetisi lebih besar digelar,” ujarnya.
Kapolda optimistis bahwa Papua Tengah, khususnya Kabupaten Mimika, memiliki banyak bibit pemain berbakat yang berpotensi menembus level nasional bahkan internasional.
“Saya optimis dari Papua Tengah akan lahir pemain-pemain hebat. Mudah-mudahan ada pelatih atau pencari bakat yang melihat potensi anak-anak kita,” tambahnya.
Ke depan, Kapolda Papua Tengah berencana memperluas turnamen serupa ke tingkat antar kabupaten sebagai bagian dari pembinaan olahraga berkelanjutan di wilayah Papua Tengah.













