>

Wakil Bupati Nabire Burhanuddin Pawennari: Pangan Kuat, Nabire Kuat, Masyarakat Berdaulat

By BusurNabire.id
Kamis, 16 Oktober 2025 08:31 WIB | 165 Views
Wakil Bupati Nabire Burhanuddin Pawennari: Pangan Kuat, Nabire Kuat, Masyarakat Berdaulat (Foto: Busur Nabire)

NEWS.BUSURNABIRE.ID – Nabire |Dalam semangat memperkuat ketahanan pangan dan membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya diversifikasi konsumsi, Pemerintah Kabupaten Nabire menyelenggarakan peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-45 pada Rabu, 16 Oktober 2025, di Lapangan Sapta Marga Kodim 1705 Nabire.

Mengusung tema “Bergandengan Tangan untuk Pangan yang Lebih Baik dan Masa Depan yang Lebih Baik,” kegiatan tersebut berlangsung meriah dan penuh makna. Turut hadir sejumlah tokoh penting, di antaranya Kapolda Papua Tengah, Wakil Bupati Nabire H. Burhanuddin Pawennari, unsur Forkopimda, pimpinan OPD, pelaku UMKM pangan, serta ratusan masyarakat dari berbagai distrik di Nabire.

Kabupaten Nabire dikenal memiliki keanekaragaman pangan lokal yang mencerminkan kondisi geografis dan budaya masyarakatnya. Di wilayah pegunungan, umbi-umbian menjadi sumber utama karbohidrat; masyarakat pesisir dan kepulauan lebih bergantung pada sagu, sedangkan masyarakat perkotaan banyak mengonsumsi beras.

Namun, tantangan pemenuhan pangan dan gizi masih perlu perhatian serius. Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan, Pola Pangan Harapan (PPH) di Nabire pada tahun 2024 mengalami penurunan menjadi 78,0 persen, dari 82,1 persen pada 2023. Sementara itu, Angka Kecukupan Energi (AKE) masyarakat baru mencapai 1.853 KKAL per kapita, masih di bawah standar ideal 2.100 KKAL per kapita.

Kondisi ini menggambarkan tingginya ketergantungan masyarakat terhadap beras sebagai sumber karbohidrat tunggal, sehingga upaya untuk mendorong konsumsi pangan lokal non-beras menjadi penting dalam kebijakan ketahanan pangan daerah.

Wakil Bupati Nabire Burhanuddin Pawennari: Pangan Kuat, Nabire Kuat, Masyarakat Berdaulat  (Foto: BusurNabire)

Dalam sambutannya, H. Burhanuddin Pawennari menegaskan bahwa Hari Pangan Sedunia bukan hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga momentum untuk meneguhkan komitmen bersama menjaga ketersediaan dan keberlanjutan pangan di seluruh wilayah Kabupaten Nabire.

Wakil Bupati membuka sambutannya dengan mengingatkan bahwa pangan merupakan kebutuhan dasar yang menjadi tolak ukur kesejahteraan masyarakat dan ketahanan suatu bangsa.

Baca Juga  Kapolres Nabire Pimpin Apel Pengamanan, 650 Personel Gabungan Siap

“Pangan adalah hak dasar setiap manusia. Kita tidak akan pernah berbicara tentang kesejahteraan, pendidikan, dan kesehatan apabila kebutuhan pangan masyarakat belum terpenuhi dengan baik,” ujar H. Burhanuddin Pawennari di hadapan tamu undangan.

Ia menyebutkan, sektor pangan di Nabire memiliki peran vital mengingat struktur wilayah yang sangat beragam—dari pegunungan, pesisir, hingga kepulauan. Setiap wilayah memiliki karakteristik dan sumber pangan lokal yang berbeda.
Di daerah pegunungan, umbi-umbian menjadi makanan pokok utama, sementara di wilayah pesisir dan kepulauan sagu menjadi sumber karbohidrat penting. Di kawasan perkotaan, masyarakat lebih banyak bergantung pada beras.

Menurut Burhanuddin, keberagaman ini seharusnya menjadi potensi besar untuk mewujudkan kemandirian pangan berbasis lokal, bukan malah menjadi ketimpangan konsumsi.

“Keragaman pangan lokal kita adalah kekayaan yang luar biasa. Namun, kenyataannya konsumsi masyarakat masih sangat bergantung pada beras. Pola ini harus mulai kita ubah agar pangan lokal juga mendapat tempat di meja makan setiap keluarga,” tegasnya.

Dalam paparannya, Wakil Bupati mengungkapkan data ketahanan pangan Kabupaten Nabire yang perlu menjadi perhatian bersama. Tahun 2024, angka Pola Pangan Harapan (PPH) menurun dari 82,1 persen menjadi 78,0 persen, sementara Angka Kecukupan Energi (AKE) baru mencapai 1.853 kilokalori per kapita per hari, masih di bawah rekomendasi nasional sebesar 2.100 kilokalori.

Penurunan ini disebabkan oleh tingginya ketergantungan masyarakat terhadap beras dan masih rendahnya pemanfaatan sumber pangan alternatif seperti sagu, pisang, jagung, serta umbi-umbian. Selain itu, keterbatasan infrastruktur, distribusi, dan akses ekonomi di beberapa distrik pegunungan dan kepulauan turut menjadi kendala.

“Masalah pangan tidak hanya soal ketersediaan, tapi juga soal akses dan daya beli. Masyarakat di wilayah pedalaman sering kali memiliki hasil bumi, namun sulit menjangkau pasar karena keterbatasan infrastruktur,” jelasnya.

Baca Juga  Eliezer Yogi Percepat Penyerapan Dana Otsus Papua Tengah Melalui Pendampingan OPD

Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Nabire H. Burhanuddin Pawennari memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh petani, peternak, nelayan, dan pelaku usaha pangan yang terus berjuang menjaga stabilitas produksi di tengah berbagai tantangan.

“Saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh pelaku pangan yang telah bekerja tanpa lelah. Di tangan bapak-ibu sekalian, ketahanan pangan Nabire tetap terjaga,” ungkapnya disambut tepuk tangan peserta.

Ia juga mengapresiasi dukungan lintas sektor, baik dari unsur TNI-Polri, lembaga perbankan, BUMN pangan, hingga komunitas masyarakat yang turut berperan dalam menjaga rantai pasok bahan makanan di tingkat lokal.

Untuk mengatasi persoalan ketahanan pangan, Burhanuddin menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Nabire telah menyiapkan langkah strategis dalam memperkuat sistem pangan daerah. Beberapa di antaranya yaitu:

  1. Mendorong diversifikasi pangan lokal dengan mengoptimalkan sagu, pisang, dan umbi-umbian sebagai sumber energi alternatif.
  2. Meningkatkan produksi dan distribusi pangan dengan dukungan sarana pertanian dan perikanan yang memadai.
  3. Menjalankan Gerakan Pangan Murah guna menjaga kestabilan harga dan ketersediaan bahan pokok di pasaran.
  4. Menggalakkan edukasi gizi seimbang melalui sekolah, posyandu, dan kegiatan sosial.
  5. Menekan angka stunting dan kemiskinan ekstrem dengan intervensi berbasis pangan lokal bergizi.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan sinergi seluruh pihak—mulai dari OPD, pelaku usaha, hingga masyarakat untuk memastikan ketersediaan pangan yang cukup, aman, bergizi, dan terjangkau,” kata Wakil Bupati.

Burhanuddin juga menekankan pentingnya menumbuhkan rasa bangga terhadap pangan lokal, sebagai wujud kedaulatan masyarakat Papua Tengah dalam memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri.

Menurutnya, pemerintah mendorong agar setiap rumah tangga memanfaatkan lahan pekarangan dengan menanam sayur, cabai, atau tanaman pangan lain yang bermanfaat. Selain menekan pengeluaran rumah tangga, langkah ini juga memperkuat ketahanan pangan keluarga.

Baca Juga  Program Bangkit Papua Tengah 2026 Diluncurkan Meki Nawipa Perkuat Perlindungan Sosial dan Kualitas SDM

“Kalau setiap rumah bisa menanam untuk kebutuhan harian, maka ketahanan pangan kita tidak hanya bergantung pada pasar, tetapi tumbuh dari rumah-rumah rakyat sendiri,” ujarnya penuh semangat.

Menutup sambutannya, Wakil Bupati Nabire H. Burhanuddin Pawennari mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun kemandirian pangan daerah demi masa depan yang lebih baik.

“Mari kita satukan langkah dan komitmen. Pangan kuat berarti rakyat kuat. Jika pangan Nabire mandiri, maka masa depan Nabire juga akan lebih sejahtera,” pungkasnya.

Sebagai bentuk rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan ini, acara dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng yang dilakukan oleh Wakil Bupati Nabire H. Burhanuddin Pawennari bersama Kapolda Papua Tengah dan Dandim 1705/Nabire. Pemotongan tumpeng menjadi simbol kebersamaan dalam menjaga ketahanan pangan serta harapan akan masa depan pangan yang berkelanjutan di Papua Tengah.

Setelah prosesi tumpeng, rombongan Wakil Bupati, Kapolda, dan Dandim melakukan kunjungan ke stan-stan UMKM pangan lokal. Di sana, mereka berinteraksi langsung dengan pelaku usaha mikro yang menampilkan berbagai produk unggulan daerah seperti olahan sagu, keripik pisang, madu hutan, sayuran organik, hingga hasil olahan perikanan laut Nabire.

“UMKM adalah tulang punggung ekonomi lokal. Pemerintah Kabupaten Nabire berkomitmen memberikan dukungan penuh agar para pelaku UMKM bisa naik kelas dan berdaya saing,” tutur Burhanuddin saat berbincang dengan salah satu pelaku UMKM di lokasi.

Acara peringatan Hari Pangan Sedunia di Nabire ini tidak hanya mempererat kolaborasi antarinstansi, tetapi juga menumbuhkan semangat masyarakat untuk menggali potensi pangan lokal sebagai sumber kesejahteraan dan kemandirian daerah.

Dengan semangat “bergandengan tangan”, Pemerintah Kabupaten Nabire berharap momentum HPS ini menjadi langkah nyata menuju masa depan pangan yang lebih baik dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Papua Tengah.

Berita Terkait

🌙 Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Tengah Mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah 🌙 Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa, S.H., bersama Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, S.Sos., M.Si., mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah kepada seluruh umat Muslim di Papua Tengah dan di seluruh Indonesia. "Momentum Tahun Baru Islam hendaknya menjadi waktu yang tepat untuk melakukan hijrah menuju kehidupan yang lebih baik, memperkuat keimanan, mempererat persaudaraan, serta meningkatkan kepedulian sosial demi terwujudnya Papua Tengah yang aman, damai, maju, dan sejahtera," ujar Gubernur Meki Nawipa dan Wakil Gubernur Deinas Geley. Keduanya juga mengajak seluruh masyarakat menjadikan semangat Hijrah Nabi Muhammad SAW sebagai inspirasi untuk terus bekerja, berkarya, dan memberikan kontribusi terbaik bagi pembangunan daerah serta menjaga persatuan dalam keberagaman. "Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat, kesehatan, keselamatan, keberkahan, dan kemudahan bagi seluruh masyarakat Papua Tengah dalam menjalani kehidupan serta membangun daerah yang kita cintai bersama," tutup mereka. Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah. Hijrah untuk Papua Tengah yang Harmonis, Maju, dan Sejahtera.
Ucapan Kapolda Papua Tengah Memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah 🌙 Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol. Jermias Rontini, S.I.K., M.Si., beserta Wakapolda Papua Tengah, Kombes Pol. Dr. Gustav R. Urbinas, S.H., S.I.K., M.Pd., M.H., mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah kepada seluruh umat Muslim di Papua Tengah dan Indonesia. "Pergantian Tahun Baru Islam merupakan momentum untuk melakukan introspeksi diri, memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, serta meningkatkan semangat pengabdian kepada bangsa dan negara. Mari kita jadikan nilai-nilai hijrah sebagai inspirasi untuk terus berbuat kebaikan, menjaga persatuan, dan mempererat tali persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat Papua Tengah," ujar Kapolda Papua Tengah. Kapolda juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, dan kerukunan antarumat beragama demi terciptanya Papua Tengah yang aman, damai, dan harmonis. "Semoga di tahun yang baru ini Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat, kesehatan, keselamatan, keberkahan, dan perlindungan-Nya kepada kita semua, serta memberikan kekuatan dalam menjalankan tugas dan pengabdian bagi masyarakat, bangsa, dan negara," tutup Brigjen Pol. Jermias Rontini. Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah. Hijrah Menuju Pribadi yang Lebih Baik, Papua Tengah yang Aman, Damai, dan Sejahtera. #TahunBaruIslam1448H, #Muharram1448H, #KapoldaPapuaTengah, #JermiasRontini, #WakapoldaPapuaTengah, #PapuaTengah, #PolriUntukMasyarakat, #Hijrah1448H, #BusurNabire, #PapuaDamai
🌙 Selamat Memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah.Semoga pergantian tahun ini men
WhatsApp Image 2026-03-19 at 23.10.55
WhatsApp Image 2026-03-20 at 22.08.45
Selamat-Hari-Lahir-4-1024x1024
Terbaru
Berita Populer
Nasional
Topik Populer
Anda tidak boleh menyalin konten halaman milik News.busurnabire.id ini
Tutup
Tutup