NEWS.BUSURNABIRE.ID –Nabire : Papua Tengah | Pemerintah Kabupaten Nabire bersama Yayasan Wahana Visi Indonesia terus memperkuat langkah percepatan penurunan stunting melalui peningkatan kapasitas tenaga kesehatan di daerah.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Peer Learning bagi Tenaga Kesehatan Terlatih 25 Keterampilan Dasar Kader Posyandu Kabupaten Nabire yang digelar Selasa, 12 Mei 2026, pukul 08.30–16.00 WIT di Aula Hotel Grand Papua, Kalibobo, Nabire.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Nabire H. Burhanuddin Pawennari, mewakili Bupati Nabire Mesak Magai, S.Sos., M.Si.

Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut, khususnya Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, PT Freeport Indonesia sebagai pihak pendana, serta Yayasan Wahana Visi Indonesia sebagai organisasi pelaksana di lapangan.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati mengajak seluruh peserta untuk bersyukur atas terselenggaranya kegiatan yang mempertemukan tenaga kesehatan terlatih untuk saling berbagi pengalaman dan praktik terbaik.
“Pertama-tama marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas kasih dan penyertaan-Nya kita dapat hadir bersama dalam kegiatan ini dalam keadaan sehat, penuh semangat, dan sukacita,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut, khususnya Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, PT Freeport Indonesia sebagai pihak pendana, serta Yayasan Wahana Visi Indonesia sebagai organisasi pelaksana kegiatan di lapangan.
Menurutnya, kegiatan ini merupakan bagian dari Proyek Kemitraan untuk Akselerasi Percepatan Penurunan Kasus Stunting di Indonesia (PASTI Papua), sebuah program strategis berdurasi dua tahun delapan bulan yang bertujuan mempercepat penurunan stunting sekaligus meningkatkan status gizi masyarakat Indonesia.
Program tersebut menjangkau wilayah Kabupaten Nabire dan Mimika di Provinsi Papua Tengah, serta Kabupaten Asmat di Provinsi Papua Selatan.
“Program ini merupakan langkah nyata mendukung upaya pemerintah untuk menurunkan angka stunting, memperkuat pelayanan kesehatan primer, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama ibu hamil, bayi, balita, dan keluarga yang menjadi sasaran utama pelayanan kesehatan dasar,” katanya.

Wakil Bupati menegaskan bahwa kader Posyandu memiliki peran yang sangat strategis sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di tingkat kampung dan kelurahan.
Karena itu, penguasaan 25 keterampilan dasar kader Posyandu menjadi sangat penting agar pelayanan yang diberikan semakin berkualitas, efektif, dan tepat sasaran.
“Kader Posyandu adalah garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat. Karena itu keterampilan dasar harus benar-benar dikuasai agar pelayanan kepada masyarakat semakin maksimal,” tegasnya.
Ia berharap kegiatan peer learning ini dapat menjadi ruang belajar bersama bagi para tenaga kesehatan untuk saling berbagi pengalaman, pengetahuan, dan strategi pendampingan terbaik kepada kader Posyandu.
“Melalui kegiatan ini saya berharap para tenaga kesehatan terlatih dapat membangun sinergi kuat antara tenaga kesehatan, kader Posyandu, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam upaya bersama menurunkan angka stunting di Kabupaten Nabire,” lanjutnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati mengungkapkan bahwa Kabupaten Nabire saat ini menjadi salah satu daerah terbaik di Papua Tengah dalam upaya menjaga dan mengatasi persoalan stunting.
Ia menegaskan capaian tersebut harus dipertahankan melalui kerja keras dan kolaborasi semua pihak.
“Mempertahankan keberhasilan itu tidak mudah. Karena itu seluruh tenaga kesehatan harus terus mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh melalui pelatihan ini,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberhasilan percepatan penurunan stunting menjadi bagian penting dalam mendukung visi besar pemerintah menuju Indonesia Emas 2045, melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.
“Anak-anak sehat hari ini adalah generasi emas Nabire di masa depan. Karena itu kita harus memastikan mereka tumbuh sehat, cerdas, dan berkualitas,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Nabire, lanjutnya, akan terus memberikan dukungan penuh terhadap berbagai program kesehatan, khususnya percepatan penurunan stunting melalui penguatan pelayanan kesehatan dasar hingga ke kampung-kampung.
Ia mengajak seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh, aktif berdiskusi, dan menjadikan forum tersebut sebagai ajang peningkatan kapasitas.
“Forum ini harus dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dasar di daerah kita masing-masing,” pesannya.
Di akhir sambutan, mewakili Bupati Nabire, ia secara resmi membuka kegiatan tersebut.
“Dengan memohon berkat dan penyertaan Tuhan Yang Maha Kuasa, maka kegiatan Peer Learning bagi Tenaga Kesehatan Terlatih 25 Keterampilan Dasar Kader Posyandu di Kabupaten Nabire pada Selasa, 12 Mei 2026, di Aula Hotel Grand Papua ini secara resmi saya nyatakan dibuka.”
Kegiatan ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam memperkuat kapasitas tenaga kesehatan dan kader Posyandu demi mendukung percepatan penurunan stunting di Kabupaten Nabire serta mewujudkan generasi sehat menuju Indonesia Emas 2045.













