NEWS.BUSURNABIRE.ID – Nabire, Papua Tengah – Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol Jermias Rontini, turun langsung memantau pelaksanaan ujian psikotes calon siswa Bintara Polri yang berlangsung di Aula Akper Nabire, Rabu (29/4/2026).

Kunjungan tersebut menjadi bentuk pengawasan langsung untuk memastikan seluruh tahapan seleksi penerimaan anggota Polri berjalan sesuai prinsip Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis (BETAH), tanpa adanya praktik kecurangan maupun intervensi dari pihak mana pun.
Dalam keterangannya, Kapolda menegaskan bahwa psikotes merupakan salah satu tahapan penting dalam proses rekrutmen anggota Polri. Menurutnya, tes ini tidak hanya menjadi formalitas administratif, tetapi menjadi instrumen utama untuk mengukur kesiapan mental, kepribadian, stabilitas emosi, hingga kemampuan peserta dalam menghadapi tekanan saat bertugas nantinya.
“Seleksi ini harus dilaksanakan dengan prinsip bersih, transparan, akuntabel, dan humanis. Tidak boleh ada praktik kecurangan ataupun intervensi dari pihak mana pun,” tegas Brigjen Pol Jermias Rontini saat meninjau langsung jalannya ujian.
Selain melihat langsung suasana ruang ujian, Kapolda juga berdialog dengan panitia seleksi serta para pengawas untuk memastikan seluruh prosedur telah berjalan sesuai standar operasional yang berlaku. Ia menekankan bahwa integritas panitia dan kejujuran peserta menjadi kunci utama dalam menghasilkan calon anggota Polri yang berkualitas.

Kapolda turut memberikan arahan langsung kepada para peserta agar mengikuti seluruh tahapan seleksi dengan penuh tanggung jawab serta percaya pada kemampuan diri sendiri.
“Kerjakan setiap soal dengan jujur dan percaya pada kemampuan diri sendiri. Jangan mencoba mencari jalan pintas atau melakukan kecurangan, karena hasilnya akan menentukan masa depan kalian di institusi Polri,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan seluruh peserta agar tidak mudah percaya kepada oknum yang mengatasnamakan institusi Polri dengan menawarkan bantuan kelulusan melalui imbalan tertentu. Menurutnya, proses rekrutmen Polri dilaksanakan secara terbuka dan bebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).
“Jangan percaya kepada siapa pun yang menjanjikan kelulusan dengan meminta sejumlah uang. Rekrutmen Polri dilakukan secara objektif berdasarkan kemampuan masing-masing peserta,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Kapolda juga memberikan motivasi kepada para calon siswa Bintara agar tetap fokus, disiplin, menjaga kesehatan, serta mempersiapkan diri secara maksimal selama mengikuti seluruh rangkaian seleksi.

Menurutnya, menjadi anggota Polri membutuhkan kesiapan fisik, mental, serta komitmen tinggi dalam mengemban tugas melayani, melindungi, dan mengayomi masyarakat.
“Tetap semangat, disiplin, dan jaga kesehatan selama proses seleksi berlangsung. Menjadi anggota Polri membutuhkan kesiapan fisik, mental, serta komitmen tinggi dalam melayani masyarakat. Saya berharap seluruh peserta mengikuti seleksi ini dengan sportivitas dan tanggung jawab,” tuturnya.
Peninjauan tersebut menjadi bagian dari komitmen Polda Papua Tengah dalam mencetak generasi Bhayangkara yang profesional, berintegritas, serta siap menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Papua Tengah.
Melalui pengawasan ketat dalam setiap tahapan seleksi, Polda Papua Tengah menegaskan komitmennya untuk menghadirkan proses rekrutmen yang adil, bersih, dan melahirkan personel Polri terbaik untuk masa depan pelayanan publik yang lebih optimal.













