NEWS.BUSURNABIRE.ID – Nabire: Perjalanan ratusan massa yang tergabung dalam Front Rakyat Bergerak (FRB) menuju Kantor DPR Papua Tengah, Selasa (7/4/2026), berlangsung dinamis dan penuh negosiasi sebelum akhirnya tiba dan menggelar aksi di lokasi tujuan.

Aksi yang melibatkan ratusan massa ini awalnya terkonsentrasi di perempatan Hotel Adamant. Dalam upaya mempercepat mobilisasi, aparat gabungan TNI dan Polri sempat mengangkut sebagian massa menggunakan truk dengan rencana langsung menuju Kantor DPR Papua Tengah.
Namun, di tengah perjalanan tepatnya di perempatan lampu merah Wonorejo, situasi berubah. Massa memilih turun dari kendaraan karena tidak sepakat dengan rute yang dilalui. Mereka menginginkan diarahkan ke Pasar Karang sebagai titik konsolidasi, sementara truk yang dikawal aparat bergerak menuju jalur Pasar Kalibobo.
Perbedaan arah tersebut memicu negosiasi ulang antara massa dan aparat keamanan di lokasi. Setelah melalui komunikasi yang cukup intens, akhirnya disepakati bahwa massa akan diantar kembali ke titik kumpul di Pasar Karang untuk bergabung dengan peserta aksi lainnya.
Setelah seluruh massa berhasil terkonsolidasi, dialog kembali dilakukan antara koordinator aksi FRB dengan aparat terkait rencana long march menuju Kantor DPR Papua Tengah.
Kapolres Nabire, Samuel Tatiratu, akhirnya memberikan izin kepada massa untuk melanjutkan long march dengan sejumlah syarat. Ia menegaskan pentingnya menjaga ketertiban selama aksi berlangsung, termasuk menggunakan satu lajur jalan serta tidak mengganggu aktivitas masyarakat.
Pengamanan aksi dilakukan secara ketat oleh aparat gabungan yang dipimpin langsung oleh Kapolres Nabire, didampingi Dandim 1705/Nabire, Dwi Palwanto. Aparat terlihat berjalan berdampingan bersama massa sepanjang rute long march guna memastikan situasi tetap aman dan kondusif.
Tepat pukul 14.10 WIT, ratusan massa FRB akhirnya tiba di halaman Kantor DPR Papua Tengah. Setibanya di lokasi, massa langsung melanjutkan aksi dengan menyampaikan orasi secara bergantian.
Hingga berita ini diterbitkan, massa masih bertahan di halaman Kantor DPR Papua Tengah dan terus menyampaikan aspirasi mereka secara terbuka di bawah pengawalan aparat keamanan.
Aksi long march FRB ini menjadi perhatian publik karena diwarnai proses negosiasi yang cukup panjang di lapangan. Meski sempat terjadi perbedaan arah dan dinamika di tengah perjalanan, situasi secara umum tetap terkendali hingga massa tiba dan melanjutkan aksi di DPR Papua Tengah.













