>

Kapolres Samuel Tatiratu Ungkap Fakta Penyerangan Dugaan KKB di Nabire, 9 Orang Jadi Korban

By BusurNabire.id
Jumat, 17 Oktober 2025 09:49 WIB | 274 Views
Kapolres Samuel Tatiratu Ungkap Fakta Penyerangan Dugaan KKB di Nabire, 9 Orang Jadi Korban (foto: Istimewa)

NEWS.BUSURNABIRE.ID – Nabire | Situasi keamanan di wilayah Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, kembali terguncang oleh aksi penyerangan bersenjata yang diduga dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di bawah komando Aibon Kogoya. Peristiwa tragis itu terjadi pada Jumat (17/10/2025), sekitar pukul 09.30 WIT, di Km 17–18 Jalan Trans Nabire Enarotali, Distrik Uwapa, Kabupaten Nabire.

Kapolres Nabire AKBP Samuel D. Tatiratu, S.I.K., dalam keterangan resmi yang diterima redaksi News.BusurNabire.id, mengungkapkan fakta-fakta penting terkait kronologi, jumlah korban, dan langkah cepat yang diambil oleh jajaran kepolisian untuk mengamankan situasi pascakejadian.

“Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara dan keterangan saksi-saksi, penyerangan ini diduga kuat dilakukan oleh kelompok bersenjata di bawah pimpinan Aibon Kogoya. Dalam insiden ini, sembilan orang menjadi korban, lima di antaranya warga sipil dan empat lainnya merupakan anggota Polri,” ujar Kapolres Nabire.

Kapolres Samuel Tatiratu Ungkap Fakta Penyerangan Dugaan KKB di Nabire, 9 Orang Jadi Korban (foto: Istimewa)

Menurut Kapolres, penyerangan bermula saat rombongan pegawai Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Nabire melakukan perjalanan dinas menuju wilayah Topo untuk memeriksa pekerjaan jalan di area SP4.

Sekitar pukul 09.30 WIT, ketika kendaraan rombongan melintas di Km 20 (Kalisemen), tiba-tiba terdengar rentetan tembakan dari arah hutan. Suara tembakan tersebut mengenai kendaraan yang ditumpangi para korban.

“Berdasarkan keterangan korban M.M (42), saat mobil melambat di turunan jalan rusak, pelaku menembaki kendaraan dari arah depan dan kiri-kanan jalan. Korban bersama rekan-rekannya berusaha keluar dari mobil untuk menyelamatkan diri,” jelas AKBP Samuel Tatiratu.

Dalam kejadian itu, beberapa korban mengalami luka tembak dan luka robek di tubuh akibat serpihan peluru. Seorang korban warga sipil berinisial M (51), dilaporkan meninggal dunia akibat luka parah di bagian kepala belakang.

“Total terdapat lima warga sipil menjadi korban, empat di antaranya mengalami luka serius dan satu meninggal dunia,” lanjut Kapolres.

Baca Juga  Irwasda Polda Papua Tengah Pimpin Tabur Bunga di Laut untuk Hormati Jasa Pahlawan

Keterangan lain datang dari para saksi yang berada di lokasi tidak jauh dari tempat kejadian. Salah satunya adalah A.Ks (40), warga yang saat itu sedang mengendarai sepeda motor dari arah Topo menuju Nabire.

Saksi mengaku melihat sekitar 13 orang bersenjata laras panjang berdiri di pinggir jalan. Saat jarak antara dirinya dan kelompok itu sekitar 10 meter, tiba-tiba terdengar dua kali tembakan yang mengenai kedua tangannya.

“Korban terjatuh dari motor dan bersembunyi di dalam hutan selama sekitar dua jam sebelum akhirnya ditemukan dan dievakuasi oleh anggota kepolisian bersama tim medis RSUD Nabire,” terang Kapolres.

Kesaksian serupa juga disampaikan oleh D.B (33), operator alat berat yang selamat dari serangan. Ia menuturkan bahwa kelompok penyerang menodongkan senjata ke arah mobil dan langsung melepaskan tembakan tanpa peringatan.

“Mereka membawa tiga pucuk senjata laras panjang. Kami semua panik dan menyelamatkan diri ke dalam hutan,” kata D.B sebagaimana dikutip dari keterangan saksi di lapangan.

Tim gabungan Polres Nabire dan Polda Papua Tengah langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian setelah menerima laporan masyarakat. Para korban yang berhasil dievakuasi segera dibawa ke RSUD Nabire untuk mendapatkan pertolongan medis.

Kapolres Nabire AKBP Samuel D. Tatiratu tiba di rumah sakit untuk memastikan kondisi para korban. Disusul, Bupati Nabire turut hadir menjenguk korban luka.
Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol. Alfred Papare, S.I.K. juga tiba di RSUD Nabire untuk memantau langsung proses penanganan korban.

Belum lama setelah insiden pertama, penyerangan kembali terjadi sekitar pukul 14.40 WIT, saat rombongan Kapolda Papua Tengah yang baru saja meninjau lokasi kejadian sedang dalam perjalanan kembali dari Topo menuju Nabire.

Kapolres menjelaskan, mobil yang ditumpangi Kasat Narkoba Polres Nabire, Iptu H.S., bersama empat anggota lainnya menjadi sasaran tembakan dari arah perbukitan sebelum Kali Pepaya.

Baca Juga  Donny Umbora Puji Program TNI Manunggal Air, Sumur Bor Bawa Harapan Baru

“Dua kali tembakan pertama mengenai kaca depan mobil Kasat Narkoba. Kemudian disusul 4–5 kali tembakan berikutnya yang direspons anggota dengan tembakan balasan ke arah sumber suara,” ungkap Kapolres.

Empat anggota Polri mengalami luka akibat serangan tersebut, yaitu:

  1. Iptu H.S. (45) – luka robek di kepala kanan dan bahu kanan.
  2. Bripka L.M.I. (38) – luka di pundak kiri belakang.
  3. Briptu T.B. (26) – luka di punggung kiri.
  4. Brigpol G.Y. (28) – luka di bagian atas kepala.

Semua korban langsung dievakuasi ke RSUD Nabire dan saat ini dalam kondisi stabil setelah menjalani perawatan medis intensif.

Kapolres Nabire memastikan, pasca penyerangan, pihaknya langsung melakukan langkah-langkah taktis di lapangan untuk mencegah serangan susulan dan menjaga keselamatan warga.
Beberapa langkah yang dilakukan antara lain:

  1. Menerima laporan dan mengerahkan personel gabungan ke lokasi kejadian.
  2. Melaksanakan apel kesiapan pasukan untuk mengamankan wilayah Distrik Uwapa.
  3. Mengamankan TKP dan melibatkan personel Brimob serta Satgas Polda Papua Tengah.
  4. Melakukan evakuasi korban ke RSUD Nabire dan pengamanan jalur Trans Nabire–Enarotali.
  5. Mengambil keterangan saksi-saksi dan korban yang selamat.

“Kami terus berkoordinasi dengan Polda Papua Tengah dan Satgas untuk melakukan pengejaran terhadap pelaku. Saat ini, tim masih menyisir area sekitar Km 17–18,” jelas Kapolres.

Meski belum dapat memastikan motif di balik penyerangan, Kapolres Nabire menilai aksi tersebut merupakan bagian dari upaya kelompok bersenjata mengganggu stabilitas keamanan di wilayah Papua Tengah.

“Dugaan sementara, kelompok ini ingin menciptakan ketakutan di tengah masyarakat dan mengganggu aktivitas pembangunan. Namun kami pastikan, aparat tidak akan mundur selangkah pun untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” tegas AKBP Samuel D. Tatiratu.

Baca Juga  John NR Gobai Dorong Kapal Perintis Masuk Potowaiburu dan Pulau Mambor

Kapolres juga menambahkan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan TNI, Satgas ODC, dan pemerintah daerah untuk memperkuat sistem pengamanan di sepanjang ruas Jalan Trans Nabire–Enarotali yang merupakan jalur utama logistik antarwilayah.

Kehadiran Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol. Alfred Papare dan Bupati Nabire di RSUD Nabire menunjukkan perhatian serius pemerintah terhadap para korban.
Keduanya turut memastikan bahwa pelayanan medis diberikan secara cepat dan maksimal.

Kapolres Nabire juga mengimbau masyarakat agar tidak panik dan tetap waspada. Ia meminta warga menunda sementara perjalanan melalui jalur Trans Nabire–Enarotali hingga situasi benar-benar aman.

“Kami mohon masyarakat tidak melakukan perjalanan ke arah Topo dan Uwapa untuk sementara waktu. Situasi masih dalam pengamanan aparat,” katanya.

AKBP Samuel D. Tatiratu juga mengingatkan agar warga tidak mudah termakan isu atau informasi yang belum jelas sumbernya.

“Kami minta masyarakat tidak menyebarkan berita yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Semua informasi resmi akan disampaikan melalui kepolisian,” tambahnya.

Menyikapi situasi ini, Polres Nabire meningkatkan status siaga penuh di seluruh jajaran untuk memastikan keamanan di wilayah Kabupaten Nabire dan sekitarnya tetap terkendali. Aparat gabungan kini berjaga di titik-titik rawan untuk mencegah adanya aksi lanjutan dari kelompok bersenjata tersebut.

Kapolres menegaskan bahwa kondisi Papua Tengah masih dalam kendali aparat keamanan, dan aktivitas masyarakat di pusat kota Nabire tetap berjalan normal.

“Kami pastikan wilayah perkotaan Nabire tetap aman dan kondusif. Aparat kami terus berpatroli, baik siang maupun malam, untuk menjamin keamanan warga,” tutup Kapolres.

Dengan kerja sama antara aparat, pemerintah, dan masyarakat, Papua Tengah diyakini akan tetap aman dan damai demi kelanjutan pembangunan dan kesejahteraan seluruh warganya.

Berita Terkait

🌙 Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Tengah Mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah 🌙 Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa, S.H., bersama Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, S.Sos., M.Si., mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah kepada seluruh umat Muslim di Papua Tengah dan di seluruh Indonesia. "Momentum Tahun Baru Islam hendaknya menjadi waktu yang tepat untuk melakukan hijrah menuju kehidupan yang lebih baik, memperkuat keimanan, mempererat persaudaraan, serta meningkatkan kepedulian sosial demi terwujudnya Papua Tengah yang aman, damai, maju, dan sejahtera," ujar Gubernur Meki Nawipa dan Wakil Gubernur Deinas Geley. Keduanya juga mengajak seluruh masyarakat menjadikan semangat Hijrah Nabi Muhammad SAW sebagai inspirasi untuk terus bekerja, berkarya, dan memberikan kontribusi terbaik bagi pembangunan daerah serta menjaga persatuan dalam keberagaman. "Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat, kesehatan, keselamatan, keberkahan, dan kemudahan bagi seluruh masyarakat Papua Tengah dalam menjalani kehidupan serta membangun daerah yang kita cintai bersama," tutup mereka. Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah. Hijrah untuk Papua Tengah yang Harmonis, Maju, dan Sejahtera.
Ucapan Kapolda Papua Tengah Memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah 🌙 Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol. Jermias Rontini, S.I.K., M.Si., beserta Wakapolda Papua Tengah, Kombes Pol. Dr. Gustav R. Urbinas, S.H., S.I.K., M.Pd., M.H., mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah kepada seluruh umat Muslim di Papua Tengah dan Indonesia. "Pergantian Tahun Baru Islam merupakan momentum untuk melakukan introspeksi diri, memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, serta meningkatkan semangat pengabdian kepada bangsa dan negara. Mari kita jadikan nilai-nilai hijrah sebagai inspirasi untuk terus berbuat kebaikan, menjaga persatuan, dan mempererat tali persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat Papua Tengah," ujar Kapolda Papua Tengah. Kapolda juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, dan kerukunan antarumat beragama demi terciptanya Papua Tengah yang aman, damai, dan harmonis. "Semoga di tahun yang baru ini Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat, kesehatan, keselamatan, keberkahan, dan perlindungan-Nya kepada kita semua, serta memberikan kekuatan dalam menjalankan tugas dan pengabdian bagi masyarakat, bangsa, dan negara," tutup Brigjen Pol. Jermias Rontini. Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah. Hijrah Menuju Pribadi yang Lebih Baik, Papua Tengah yang Aman, Damai, dan Sejahtera. #TahunBaruIslam1448H, #Muharram1448H, #KapoldaPapuaTengah, #JermiasRontini, #WakapoldaPapuaTengah, #PapuaTengah, #PolriUntukMasyarakat, #Hijrah1448H, #BusurNabire, #PapuaDamai
🌙 Selamat Memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah.Semoga pergantian tahun ini men
WhatsApp Image 2026-03-19 at 23.10.55
WhatsApp Image 2026-03-20 at 22.08.45
Selamat-Hari-Lahir-4-1024x1024
Terbaru
Berita Populer
Nasional
Topik Populer
Anda tidak boleh menyalin konten halaman milik News.busurnabire.id ini
Tutup
Tutup