NEWS.BUSURNABIRE.ID – Nabire |Lagi dan lagi, Kabupaten Nabire kembali diguncang peristiwa berdarah yang menggemparkan masyarakat pada Jumat pagi (17/10/2025).
Insiden penembakan disertai pembacokan yang diduga dilakukan oleh orang tak dikenal (OTK) terjadi di wilayah Topo, Distrik Uwapa, Kabupaten Nabire. Kejadian ini sontak membuat warga panik dan kembali teringat pada tragedi serupa yang menewaskan dua anggota Brimob beberapa waktu lalu di sekitar Siriwo.
Berdasarkan informasi yang dihimpun news.busurnabire.id, sebanyak empat orang menjadi korban dalam insiden tragis ini dua di antaranya warga Topo dan dua lainnya sopir angkutan lintas Jalan Trans Nabire Paniai.
Tiga korban dilaporkan mengalami luka tembak, sementara satu lainnya mengalami luka parah akibat bacokan senjata tajam.
Informasi awal yang tersebar cepat melalui berbagai grup WhatsApp masyarakat Nabire menyebutkan, para korban diserang saat melintas di jalan yang sempat dipalang oleh OTK. Kawasan yang sebelumnya ramai kendaraan, mendadak sunyi. Warga diminta waspada dan tidak melintas ke arah Topo.
“Kawasan Kali Semen arah Topo ada penembakan, hati-hati jangan lewat dulu,”
demikian pesan singkat yang viral di sejumlah grup masyarakat Nabire.
Tak hanya itu, beredar pula rekaman suara warga yang memperingatkan agar masyarakat menunda perjalanan.
“Jangan naik dulu yang mau arah Topo, ada penembakan di jembatan Pepaya,”
bunyi suara dalam rekaman yang kini menyebar luas di media sosial.
Menurut laporan lapangan, dua warga Topo menjadi korban tembakan di sekitar Kali Semen, sedangkan dua sopir lintas Nabire–Paniai diserang saat hendak melintas di jalur utama. Salah satu sopir diketahui mengalami luka bacok serius di bagian kepala dan kini dalam kondisi kritis.
Seluruh korban telah berhasil dievakuasi ke RSUD Nabire oleh aparat keamanan dan warga sekitar yang nekat menembus lokasi dengan pengawalan ketat. Hingga berita ini diterbitkan, kondisi terakhir para korban masih dalam perawatan intensif tim medis.
Sementara itu, situasi di lokasi kejadian masih mencekam. Aparat kepolisian dan TNI terlihat berjaga ketat di sejumlah titik, termasuk di kawasan Hotel Adamant Wadio dan sepanjang jalur menuju Topo. Beberapa kendaraan terpaksa memutar arah akibat penyisiran yang dilakukan oleh pihak keamanan.
Pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi mengenai motif dan pelaku penembakan, namun penyelidikan intensif tengah dilakukan. Kapolres Nabire dikabarkan telah menurunkan tim gabungan Polres dan Brimob untuk memastikan keamanan masyarakat serta menelusuri jejak pelaku.
Warga berharap aparat dapat segera mengungkap dalang di balik serangkaian kekerasan bersenjata yang kembali menghantui Nabire. Rasa takut dan trauma kini menyelimuti masyarakat, terutama mereka yang bermukim di jalur Topo–Siriwo.
“Kami hanya ingin hidup aman, tidak mau lagi dengar ada penembakan di sini,”
ujar salah satu warga Topo dengan nada cemas.
Tragedi di Topo ini menambah daftar panjang kasus kekerasan bersenjata di wilayah Nabire dan sekitarnya. Hingga kini, masyarakat masih menunggu langkah tegas dari pihak berwenang agar situasi segera kondusif dan tidak menimbulkan korban jiwa berikutnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk menyelidiki penyebab serta kronologi pasti kejadian.
Belum ada keterangan resmi dari aparat keamanan terkait pelaku maupun motif penembakan tersebut.













