NEWS.BUSURNABIRE.ID – Nabire | – Kebakaran hebat yang melanda Pasar Ikan Lama Smoker, Kelurahan Siriwini, Nabire, pada Kamis (27/8/2025), meninggalkan duka mendalam bagi warga. Puluhan orang kehilangan tempat tinggal dan harta benda. Namun, di balik kesedihan itu, muncul kepedulian tulus dari Ikatan Pemuda Sulawesi Selatan (IPSS) Nabire, yang dipimpin langsung oleh Ketua IPSS, IPDA Yusuf Ledeng.
Melalui penggalangan dana bersama para anggota, IPSS berhasil menghimpun uang tunai Rp5.500.000, empat karton mi instan, serta pakaian bayi dan dewasa layak pakai. Bantuan tersebut kemudian disalurkan langsung oleh Ketua IPSS pada Minggu (31/8/2025) kepada para korban kebakaran.

Dalam penyampaiannya, IPDA Yusuf Ledeng saat di hubungi awak media via whatsapp menegaskan bahwa langkah ini bukan sekadar memberikan bantuan, melainkan juga bentuk nyata kepedulian dan rasa kebersamaan pemuda.
“Bantuan ini memang tidak seberapa nilainya, tetapi besar harapan kami bisa meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang terkena musibah. Apa yang kami lakukan adalah wujud nyata dari kepedulian, solidaritas, dan rasa kebersamaan sebagai sesama anak bangsa.”
Ketua IPSS itu menuturkan bahwa gerakan sosial ini murni lahir dari hati para anggota dan simpatisan IPSS. Mereka berinisiatif membuka donasi melalui grup WhatsApp resmi IPSS Nabire, sehingga dalam waktu singkat, terkumpul sumbangan dari berbagai kalangan.
“Kami tidak bisa tinggal diam ketika melihat saudara-saudara kita kehilangan rumah, pakaian, dan kebutuhan sehari-hari. Begitu musibah kebakaran terjadi, kami langsung berinisiatif menggalang donasi. Alhamdulillah, berkat dukungan anggota dan para donatur, bantuan ini bisa terkumpul.”
Bagi IPDA Yusuf Ledeng, bantuan yang disalurkan IPSS Nabire bukanlah ukuran dari nilai materi, melainkan simbol kepedulian dan kebersamaan yang tidak ternilai.
“Yang paling penting dari semua ini adalah kehadiran kami di tengah korban kebakaran. Kami ingin mereka tahu bahwa mereka tidak sendirian. Ada kami, ada pemuda, ada masyarakat luas yang peduli. Semoga ini bisa memberi semangat agar mereka tetap tegar menghadapi cobaan.”
Menurutnya, setiap musibah selalu menyisakan pesan moral bahwa manusia harus saling menguatkan. Apalagi bagi seorang pemuda, peran sosial sangat penting untuk menjaga semangat solidaritas di tengah masyarakat.
Aksi IPSS Nabire pun mendapat sambutan positif dari masyarakat. Ketua IPSS dalam keterangannya mengaku terharu melihat respon warga yang menerima bantuan dengan penuh syukur, meskipun kondisinya masih sangat sulit.
“Kami disambut dengan penuh kehangatan. Ada yang sampai meneteskan air mata ketika menerima bantuan. Itu membuat kami sadar bahwa sekecil apapun bantuan, jika diberikan dengan ikhlas, insyaAllah akan sangat berarti bagi mereka yang sedang tertimpa musibah.”
Ia juga menyampaikan pesan harapan agar korban kebakaran tetap kuat, serta mengajak masyarakat luas untuk terus menumbuhkan kepedulian sosial.
“Kami berharap warga yang terkena musibah diberikan kekuatan dan kesabaran. Dan kepada semua pihak, mari kita jadikan peristiwa ini pengingat agar kita selalu siap membantu sesama. Karena ketika musibah datang, solidaritaslah yang membuat kita bisa bertahan.”
Sebagai Ketua IPSS Nabire, IPDA Yusuf Ledeng berkomitmen bahwa komunitas yang ia pimpin tidak hanya hadir untuk kegiatan organisasi semata, tetapi juga akan selalu hadir di tengah masyarakat saat dibutuhkan.
“Kami, IPSS Nabire, akan terus hadir untuk masyarakat. Tidak hanya saat musibah, tetapi juga dalam berbagai kegiatan sosial lainnya. Kami percaya bahwa pemuda memiliki peran penting dalam menjaga persaudaraan, perdamaian, dan kebersamaan.”
Ia menutup penyampaiannya dengan doa agar para korban segera bangkit, dan mengajak seluruh elemen masyarakat Nabire untuk saling mendukung.
“Semoga Allah SWT selalu melindungi dan menguatkan kita semua. Mari kita jaga persaudaraan, karena dengan kebersamaan, kita bisa melewati segala cobaan.”
Kebakaran di Pasar Ikan Lama Smoker, Siriwini, memang meninggalkan luka yang dalam. Namun kepedulian yang ditunjukkan oleh IPSS Nabire di bawah kepemimpinan IPDA Yusuf Ledeng menjadi pelipur lara bagi korban, sekaligus inspirasi bagi masyarakat luas.













