NEWS.BUSURNABIRE.ID – Nabire | Kabar menggembirakan datang dari langit Papua Tengah. Maskapai Batik Air dijadwalkan mendarat perdana di Bandara Douw Aturure Nabire pada Kamis, 17 Juli 2025 pukul 10.30 WIT, lebih awal dari jadwal sebelumnya tanggal 18 Juli.
Kepastian ini disampaikan langsung oleh PLt Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Papua Tengah, Ewonggen Kogoya, M.AP, saat dihubungi awak media via telepon, Selasa (16/7/2025).

“Tolong sampaikan ke publik bahwa besok pukul 10.30 pesawat Batik Air akan tiba di Bandara Nabire. Ini merupakan terobosan besar dari pemerintah provinsi. Kami harap masyarakat segera mengetahui informasi ini,” ujar Kogoya dengan penuh semangat.
Kehadiran penerbangan komersial Batik Air di wilayah ini menjadi tonggak sejarah baru bagi Papua Tengah, menandai peningkatan signifikan dalam konektivitas dan akses transportasi udara yang selama ini dinanti masyarakat.
“Sudah lama masyarakat menantikan kehadiran penerbangan komersial seperti ini. Dan hari ini, harapan mereka terjawab oleh kerja nyata dari Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Tengah,” lanjut Kogoya.
Bagi warga, momen ini bukan sekadar penerbangan, melainkan simbol kemajuan dan keterbukaan Papua Tengah kepada dunia luar. Aksesibilitas udara yang lebih baik diyakini akan mendorong pertumbuhan ekonomi, kemudahan logistik, peningkatan layanan kesehatan, serta mobilitas pendidikan dan sosial yang lebih efisien.
Respons publik pun luar biasa. Warga dari Nabire dan sekitarnya menyambut kabar ini dengan haru dan antusias. Banyak yang menyebut bahwa kehadiran Batik Air merupakan bukti nyata kemajuan daerah yang selama ini dikenal memiliki tantangan geografis dan infrastruktur.
“Masyarakat menyampaikan terima kasih kepada pemerintah provinsi, bahkan juga pemerintah pusat, karena Batik Air akhirnya bisa mendarat di Nabire. Ini luar biasa,” tambah Kogoya.
Menurutnya, ungkapan seperti “Papua Tengah kini menjadi terang” sering ia dengar dari masyarakat, mencerminkan rasa syukur mereka atas pembangunan yang mulai terasa nyata dan merata.
“Itu ungkapan masyarakat kepada saya. Mereka sampaikan bahwa ini adalah era baru. Semoga ke depan pelayanan penerbangan semakin rutin dan menjangkau seluruh wilayah Papua Tengah,” pungkasnya.
Pendaratan Batik Air di Nabire menjadi bagian dari strategi besar Pemerintah Provinsi Papua Tengah untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah. Langkah ini diharapkan akan terus disusul oleh penambahan rute dan maskapai lainnya, membuka jalan bagi kemajuan yang lebih luas di seluruh Tanah Papua.













