NEWS.BUSURNABIRE.ID – Timika: Sebuah babak baru dalam sejarah pendidikan dan kesehatan di Papua resmi tercipta. Sephia Chrisilla Jangkup, perempuan tangguh asal Suku Amungme, berhasil mengukir prestasi gemilang sebagai dokter perempuan pertama dari sukunya setelah menyelesaikan pendidikan kedokteran dan profesi dokter di Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia (UKI), Jakarta.

Kisah inspiratif ini dikutip dari laman resmi PT Freeport Indonesia:
https://ptfi.co.id/site/uploads/images/67872a349c96f-14-januari-2025-media-update-sephia-jangkup-dokter-perempuan-amungme-pertama.pdf
Sephia merupakan salah satu penerima beasiswa pendidikan dari PT Freeport Indonesia (PTFI) yang dikelola oleh Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK). Perjalanan pendidikannya menjadi simbol nyata bahwa akses terhadap pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan mampu mengubah masa depan seseorang—dan komunitasnya.
Dalam acara pengukuhan sumpah dokter yang digelar baru-baru ini, Direktur dan Executive Vice President Sustainable Development PTFI, Claus Wamafma, menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya atas capaian luar biasa tersebut.
“Pencapaian Sephia sebagai dokter perempuan pertama dari Suku Amungme adalah sebuah tonggak sejarah yang membanggakan. Ini adalah bukti bahwa investasi pendidikan yang konsisten mampu mencetak pemimpin masa depan dari akar rumput Papua,” ungkap Claus.
Lebih lanjut, Claus menekankan pentingnya kehadiran tenaga kesehatan yang berasal dari masyarakat lokal, guna meningkatkan kualitas layanan kesehatan di wilayah seperti Kabupaten Mimika.
“Kehadiran dokter yang berasal dari komunitas sendiri memungkinkan terciptanya layanan kesehatan yang lebih efektif, karena mereka memahami budaya, bahasa, dan nilai-nilai lokal masyarakat Papua,” tambahnya.
Melalui YPMAK, hingga akhir 2024 PTFI telah menyalurkan beasiswa kepada lebih dari 4.000 pelajar aktif, dari jenjang pendidikan dasar hingga perguruan tinggi. Selain itu, YPMAK juga mengelola enam asrama pendidikan yang menampung hampir 1.700 siswa, serta menginisiasi berbagai program pemberdayaan masyarakat. Semua ini dilakukan untuk mendorong lahirnya generasi Papua yang sehat, terdidik, dan mampu bersaing secara global—tanpa meninggalkan akar budayanya.

Sephia mengungkapkan bahwa sejak kecil, ia telah memupuk mimpi untuk menjadi dokter dan kembali mengabdi di kampung halamannya, Aroanop.
“Saya berterima kasih kepada PT Freeport Indonesia, YPMAK, dan Yayasan Binterbusih atas dukungan beasiswa ini. Impian masa kecil saya akhirnya terwujud. Ini bukan hanya tentang saya, tetapi tentang harapan bagi generasi muda Papua,” ujarnya dengan haru.
Ia pun menyampaikan pesan menyentuh kepada para adik-adik penerima beasiswa lainnya:
“Manfaatkan kesempatan ini dengan sepenuh hati. Belajarlah sebaik mungkin, selesaikan pendidikan, dan kembalilah untuk membangun Mimika. Kita adalah masa depan Papua.”
Capaian Sephia bukan hanya tentang gelar dan profesi. Ia adalah simbol nyata dari tekad, dedikasi, dan sinergi antara dunia usaha dan masyarakat dalam membangun Papua yang berkelanjutan. Ia telah membuktikan bahwa perempuan Papua bisa menjadi pelopor perubahan di tanahnya sendiri—dan membawa harapan baru bagi masa depan.
#SephiaJangkup, #DokterPapua, #SukuAmungme, #PerempuanInspiratif, #PapuaHebat, #FreeportIndonesia, #YPMAK, #PendidikanPapua, #KesehatanPapua, #Mimika, #UKIJakarta, #BeasiswaPapua, #TokohMudaPapua, #PerempuanPapua, #PapuaBisa













