NEWS.BUSURNABIRE.ID NABIRE, PAPUA TENGAH – Menjelang peringatan Hari Pahlawan Nasional pada 10 November 2026 dan perayaan akhir tahun, Kepala Suku Nayak/Jayawijaya Kabupaten Nabire, Piter Hubi, mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), serta memperkuat semangat persatuan dan nasionalisme.

Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan sosialisasi dan imbauan kamtibmas yang dirangkaikan dengan pembagian bantuan paket sembako kepada masyarakat Suku Nayak/Jayawijaya di Aula Kampung Sanoba, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, Minggu (8/11/2026).
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 16.30 WIT itu dihadiri kurang lebih 20 warga Suku Nayak/Jayawijaya. Selain menjadi sarana penyampaian pesan keamanan, pertemuan tersebut juga dimanfaatkan untuk mempererat hubungan kekeluargaan, meningkatkan kepedulian sosial, serta membangun kesadaran bersama dalam menciptakan lingkungan masyarakat yang aman, damai, dan harmonis.

Dalam sambutannya, Piter Hubi terlebih dahulu menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah meluangkan waktu untuk menghadiri kegiatan tersebut.
Ia menilai kehadiran masyarakat merupakan bentuk kebersamaan dan kepedulian terhadap berbagai persoalan yang dihadapi warga, khususnya berkaitan dengan keamanan lingkungan dan kesejahteraan keluarga.
Piter Hubi menjelaskan bahwa kegiatan sosialisasi yang disertai pembagian bantuan sembako tersebut merupakan salah satu bentuk perhatian dan dukungan pemerintah pusat kepada masyarakat, terutama warga yang membutuhkan bantuan secara langsung.
Menurutnya, berbagai program pemerintah, termasuk bantuan pangan dan bantuan sosial, memiliki tujuan untuk membantu meringankan beban masyarakat sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan warga.
Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk menyambut baik serta mendukung pelaksanaan program-program pemerintah yang memberikan manfaat bagi kehidupan sehari-hari.
Ia juga mengingatkan agar setiap bantuan yang diterima dapat dimanfaatkan dengan baik, khususnya untuk memenuhi kebutuhan pokok keluarga.
Piter Hubi berharap perhatian yang diberikan kepada masyarakat tidak hanya dilihat dari nilai bantuan yang diterima, tetapi juga menjadi dorongan untuk memperkuat rasa syukur, kebersamaan, dan semangat saling membantu di tengah kehidupan bermasyarakat.
Memasuki pembahasan utama mengenai kamtibmas, Piter Hubi mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi gangguan keamanan yang dapat terjadi di lingkungan permukiman, terutama selama November hingga menjelang pergantian tahun.
Ia menyoroti sejumlah tindak kriminalitas yang perlu diantisipasi bersama, di antaranya pencurian kendaraan bermotor, telepon genggam, serta barang-barang berharga milik warga.
Menurutnya, menjaga keamanan kampung bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat keamanan, melainkan juga memerlukan keterlibatan aktif seluruh masyarakat.

Oleh karena itu, ia mengajak warga untuk membangun komunikasi yang baik antaranggota masyarakat, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar, serta tidak bersikap acuh apabila menemukan situasi yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.
“Saya mengimbau seluruh masyarakat agar saling menjaga, peduli satu sama lain, dan bersama-sama menciptakan situasi kampung yang aman dan kondusif. Apabila melihat orang tidak dikenal dengan gerak-gerik mencurigakan di sekitar lingkungan kampung, segera laporkan kepada pihak terkait agar dapat dicegah sebelum terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan,” tegas Piter Hubi.
Ia menekankan pentingnya langkah pencegahan sejak dini agar masyarakat tidak menjadi korban tindakan kriminalitas.
Piter Hubi juga berharap masyarakat dapat mengutamakan komunikasi, kerja sama, serta penyelesaian persoalan secara baik apabila muncul permasalahan di lingkungan kampung.
Dengan meningkatnya kesadaran dan keterlibatan warga, ia optimistis situasi keamanan di Kampung Sanoba dapat terus terjaga sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan tenang, termasuk saat menyambut berbagai kegiatan menjelang akhir tahun.
Selain memberikan imbauan mengenai keamanan lingkungan, Piter Hubi juga mengajak masyarakat untuk menjadikan peringatan Hari Pahlawan Nasional pada 10 November sebagai momentum memperkuat semangat nasionalisme, patriotisme, dan rasa cinta terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Menurutnya, Hari Pahlawan bukan sekadar peringatan tahunan, melainkan kesempatan untuk kembali mengenang pengorbanan para pejuang yang telah memberikan kontribusi dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia.
Ia turut mengingatkan masyarakat agar tidak melupakan jasa para tokoh dan pejuang Papua yang memiliki peran dalam perjalanan sejarah Papua hingga menjadi bagian dari NKRI.
Piter Hubi menilai semangat perjuangan, keberanian, persatuan, dan pengabdian yang diwariskan para pendahulu harus terus dijaga serta diperkenalkan kepada generasi muda.
Dalam hal ini, keluarga memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada anak-anak sejak usia dini.
Ia berharap para orang tua dapat memberikan pemahaman sejarah kepada anak dan cucu, termasuk memperkenalkan perjuangan para pahlawan nasional maupun tokoh-tokoh Papua yang telah berkontribusi bagi masyarakat dan bangsa.
Melalui pendidikan di lingkungan keluarga, generasi muda diharapkan tumbuh dengan memiliki rasa tanggung jawab, kecintaan terhadap tanah air, serta kesadaran untuk menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat.
Piter Hubi juga mengajak masyarakat agar nilai-nilai kepahlawanan tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata, tetapi diwujudkan dalam tindakan nyata, seperti menjaga kedamaian, membantu sesama, menghormati perbedaan, dan berpartisipasi dalam pembangunan.
Dalam kesempatan yang sama, Siep selaku Perangkat Kerukunan Jayawijaya (RKJ) turut menyampaikan dukungan terhadap pesan dan imbauan yang disampaikan Kepala Suku Nayak/Jayawijaya.
Siep menilai keamanan dan ketertiban lingkungan merupakan kebutuhan bersama yang harus dijaga melalui kesadaran, kepedulian, dan tanggung jawab seluruh warga.
Ia berharap masyarakat tidak hanya mendengarkan imbauan yang telah disampaikan, tetapi juga benar-benar menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, sikap saling menjaga dan menghormati antarwarga sangat diperlukan untuk mencegah terjadinya persoalan yang dapat merugikan masyarakat maupun mengganggu situasi keamanan Kampung Sanoba.
Siep juga mengingatkan agar masyarakat tetap menjaga hubungan kekeluargaan serta menghindari berbagai tindakan yang berpotensi menimbulkan konflik dan gangguan ketertiban.
Terkait peringatan Hari Pahlawan Nasional, ia mengajak masyarakat Suku Nayak/Jayawijaya untuk ikut mengambil bagian dalam berbagai kegiatan positif yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah maupun pemerintah kampung.
Partisipasi masyarakat dalam kegiatan peringatan Hari Pahlawan, menurutnya, merupakan salah satu bentuk penghormatan terhadap jasa para pejuang sekaligus sarana memperkuat persaudaraan, semangat kebangsaan, dan kecintaan terhadap NKRI.
Ia berharap semangat kebersamaan yang telah terbangun di tengah masyarakat dapat terus dipelihara, baik dalam menjaga keamanan lingkungan maupun mendukung berbagai kegiatan sosial dan pembangunan.
Tidak hanya berfokus pada penyampaian pesan kamtibmas dan nilai-nilai kebangsaan, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan pembagian paket sembako kepada masyarakat yang hadir.

Penyaluran bantuan ini menjadi bagian dari upaya kepedulian sosial terhadap warga sekaligus bentuk perhatian kepada masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Bantuan sembako tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi keluarga penerima, terutama dalam membantu meringankan kebutuhan rumah tangga.
Selain manfaat secara ekonomi, kegiatan pembagian bantuan juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan antara tokoh adat, perangkat kerukunan, dan masyarakat Suku Nayak/Jayawijaya di Kabupaten Nabire.
Melalui kegiatan yang berlangsung dalam suasana kekeluargaan tersebut, warga memiliki kesempatan untuk saling bertemu, berkomunikasi, serta memperkuat semangat gotong royong dan solidaritas sosial.
Piter Hubi berharap kepedulian seperti ini dapat terus dikembangkan di tengah masyarakat sehingga hubungan persaudaraan tetap terpelihara dan warga semakin terdorong untuk saling membantu dalam menghadapi berbagai kebutuhan maupun persoalan sosial.
Melalui kegiatan sosialisasi dan pembagian sembako tersebut, Piter Hubi berharap masyarakat Suku Nayak/Jayawijaya semakin memahami bahwa keamanan, kesejahteraan, dan persatuan merupakan bagian penting yang saling berkaitan dalam kehidupan bermasyarakat.
Ia menginginkan agar seluruh warga terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak kriminalitas, menjaga hubungan baik dengan sesama, serta mendukung upaya menciptakan lingkungan yang aman dan tertib.
Di sisi lain, ia juga berharap momentum Hari Pahlawan Nasional dapat menumbuhkan kembali kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, mengenai pentingnya menghargai perjuangan para pendahulu dan mempertahankan semangat persatuan bangsa.

Menurutnya, kehidupan masyarakat yang harmonis harus dibangun melalui kepedulian bersama, penghormatan terhadap nilai-nilai adat dan kebangsaan, serta komitmen untuk menjaga perdamaian di lingkungan masing-masing.
Seluruh rangkaian kegiatan sosialisasi kamtibmas dan pembagian paket sembako di Aula Kampung Sanoba berlangsung dalam keadaan aman, tertib, dan penuh keakraban.
Masyarakat yang hadir menyambut positif kegiatan tersebut serta memberikan apresiasi terhadap inisiatif Kepala Suku Nayak/Jayawijaya dalam meningkatkan kepedulian sosial, mempererat hubungan kekeluargaan, dan membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya menjaga keamanan lingkungan.
Kegiatan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa menjaga kamtibmas tidak hanya dilakukan melalui imbauan, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat, solidaritas antarwarga, serta kerja sama yang berkelanjutan.
Dengan semangat kebersamaan dan nilai-nilai kepahlawanan, masyarakat Suku Nayak/Jayawijaya di Kampung Sanoba diharapkan dapat terus berkontribusi dalam menciptakan situasi yang aman, damai, dan kondusif di Kabupaten Nabire, Papua Tengah, khususnya menjelang peringatan Hari Pahlawan Nasional dan perayaan akhir tahun 2026.













