NEWS.BUSURNABIRE.ID -NABIRE, PAPUA TENGAH – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Nabire bekerja sama dengan Dibimbing, sebuah lembaga pelatihan yang berbasis di Jakarta, menggelar pelatihan Web Design dan Digital Marketing bagi masyarakat Kabupaten Nabire. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Maranatha Malompo, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, pada 2–5 Oktober 2026.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Nabire, La Halim, S.Sos., yang hadir mewakili Bupati Nabire, Mesak Magai.
Dalam sambutannya, La Halim menyampaikan permohonan maaf dari Bupati Nabire yang belum dapat hadir secara langsung karena memiliki agenda pemerintahan lainnya. Meski demikian, ia berharap ketidakhadiran kepala daerah tidak mengurangi semangat para peserta untuk mengikuti seluruh rangkaian pelatihan hingga selesai.
Ia menegaskan bahwa pelatihan tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial atau pelaksanaan program yang hanya berorientasi pada penyerapan anggaran, melainkan merupakan bagian dari upaya nyata pemerintah daerah dalam meningkatkan kapasitas, keterampilan, dan pengetahuan masyarakat di bidang teknologi informasi.
“Siapa yang menguasai teknologi, dia yang akan menguasai dunia. Karena itu, suka atau tidak suka, mau atau tidak mau, kita harus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi yang terus bergerak maju,” ungkap La Halim.

Menurutnya, perkembangan teknologi telah membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dunia usaha dan perdagangan. Saat ini, pasar digital semakin berkembang dan memiliki peran penting dalam aktivitas ekonomi masyarakat.
Oleh sebab itu, masyarakat Nabire, khususnya generasi muda, tidak boleh hanya menjadi penonton di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Mereka harus mampu mengambil bagian, memanfaatkan peluang, serta menciptakan inovasi melalui keterampilan digital.
La Halim memberikan apresiasi kepada Diskominfo Kabupaten Nabire karena telah menghadirkan program pelatihan yang melibatkan peserta dari berbagai wilayah di Kabupaten Nabire.
Menurut laporan panitia, peserta kegiatan berasal dari 15 distrik. Hal ini menunjukkan bahwa pengembangan sumber daya manusia melalui pelatihan teknologi digital perlu menjangkau masyarakat secara lebih luas, tidak hanya terpusat di wilayah perkotaan.

Ia juga mengakui bahwa pemerataan akses internet masih menjadi salah satu tantangan di sejumlah wilayah Kabupaten Nabire. Tidak semua kampung dan distrik memiliki jaringan internet yang memadai untuk mendukung aktivitas digital.
Meski demikian, keterbatasan infrastruktur tidak boleh menjadi alasan bagi masyarakat untuk berhenti belajar dan mengembangkan kemampuan.
La Halim berharap pelatihan seperti ini dapat terus dilanjutkan melalui program-program berikutnya, termasuk penguatan akses jaringan internet hingga ke kampung-kampung agar masyarakat dapat memanfaatkan teknologi secara optimal.
Ia menyebut kegiatan tersebut merupakan pelaksanaan yang ketiga kalinya. Dengan adanya pelatihan berkelanjutan, diharapkan semakin banyak generasi muda Nabire yang memiliki kemampuan di bidang teknologi informasi, desain website, dan pemasaran digital.
Dalam kesempatan itu, La Halim juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya Orang Asli Papua (OAP), melalui pendidikan formal maupun pelatihan keterampilan nonformal.
Menurutnya, pembangunan Papua tidak cukup hanya mengandalkan sumber daya alam, tetapi harus diimbangi dengan kesiapan sumber daya manusia yang memiliki pengetahuan, keterampilan, dan daya saing.
Ia berharap ke depan pemerintah dapat terus memperluas kesempatan pelatihan keterampilan, termasuk melalui pengembangan Balai Latihan Kerja (BLK), sehingga generasi muda Papua memiliki kesempatan untuk mempersiapkan diri menghadapi berbagai peluang kerja dan perkembangan dunia usaha.
La Halim juga mengingatkan agar masyarakat Papua tidak merasa rendah diri atau menganggap diri tertinggal dibandingkan masyarakat di wilayah lain.
“Jangan pernah merasa bahwa kita orang kampung sehingga harus minder. Tuhan menciptakan manusia dengan kemampuan yang sama. Yang bisa mengubah diri kita adalah diri kita sendiri. Pemerintah hanya memberikan dorongan dan motivasi,” tegasnya.
Lebih lanjut, La Halim meminta seluruh peserta memanfaatkan kesempatan pelatihan selama empat hari tersebut dengan sebaik-baiknya.
Ia mengingatkan peserta agar tidak malu bertanya kepada para instruktur apabila terdapat materi yang belum dipahami. Menurutnya, proses pembelajaran akan berjalan lebih efektif apabila peserta aktif berdiskusi dan menggali pengetahuan.
Ia juga mengajak peserta untuk tidak berhenti pada kemampuan yang diperoleh selama pelatihan, tetapi membagikan ilmu tersebut kepada keluarga, tetangga, teman, dan masyarakat di lingkungan masing-masing.
“Jika ada 30 orang yang mengikuti pelatihan, kemudian masing-masing membagikan pengetahuannya kepada satu orang lainnya, maka sudah ada 60 orang yang mendapatkan manfaat. Bayangkan jika ilmu itu terus dibagikan secara berantai,” jelasnya.

Menurut La Halim, pengetahuan akan semakin bermanfaat apabila dibagikan kepada orang lain. Dengan demikian, pelatihan ini diharapkan tidak hanya memberikan dampak kepada peserta, tetapi juga mampu mendorong peningkatan kemampuan digital masyarakat secara lebih luas.
Menutup sambutannya, La Halim menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut, termasuk lembaga pelatihan Dibimbing dan para instruktur yang datang dari Jakarta untuk berbagi pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat Nabire.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas generasi muda dan masyarakat Papua Tengah, khususnya di Kabupaten Nabire.

Selanjutnya, kegiatan pelatihan Web Design dan Digital Marketing secara resmi dibuka melalui prosesi pemukulan tifa oleh La Halim sebagai simbol dimulainya kegiatan.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan kartu tanda peserta secara simbolis kepada dua orang perwakilan peserta dari total 100 peserta yang mengikuti program pelatihan tersebut.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Nabire berharap lahir sumber daya manusia yang semakin terampil, kreatif, dan mampu memanfaatkan teknologi digital untuk membuka peluang usaha, meningkatkan produktivitas, serta mendukung pembangunan daerah di era transformasi digital.













