NEWS.BUSURNABIRE.ID – NABIRE, PAPUA TENGAH – Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) Markas Besar TNI Angkatan Darat (Mabesad) melakukan kunjungan kerja untuk meninjau pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Tahun Anggaran 2026 di wilayah Kodim 1705/Nabire, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Kamis (5/11/2026).
Kunjungan tersebut bertujuan memastikan seluruh program pembangunan berjalan sesuai perencanaan, penggunaan anggaran dapat dipertanggungjawabkan, serta hasilnya memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Tim Wasev yang dipimpin Kolonel Inf. Andi M. Ali, S.H., M.H., turut didampingi Wakil Bupati Nabire H. Burhanuddin Pawennari, Aster Kasdam XXIX/Mambruk, Kasiter Kasrem 173/Praja Vira Braja, serta jajaran Kodim 1705/Nabire.
Kegiatan juga dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Nabire, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, dan sejumlah tamu undangan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan kunjungan ke Markas Kodim 1705/Nabire. Dalam kesempatan tersebut, Dandim 1705/Nabire Letkol Arh Dwi Palwanto Tirtamentari, S.E., memaparkan perkembangan pelaksanaan serta capaian program TMMD ke-130 Tahun Anggaran 2026.

Pemaparan tersebut menjadi bagian dari evaluasi terhadap berbagai sasaran pembangunan yang dilaksanakan Satgas TMMD, baik kegiatan fisik maupun nonfisik, termasuk perkembangan pekerjaan dan manfaatnya bagi masyarakat.
Dalam arahannya, Ketua Tim Wasev Mabesad Kolonel Inf. Andi M. Ali menegaskan pentingnya pelaksanaan TMMD yang terencana, tepat sasaran, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Menurutnya, pengawasan dan evaluasi dilakukan untuk mengetahui secara langsung kesesuaian antara perencanaan dan realisasi kegiatan, pencapaian sasaran, penggunaan anggaran, hingga dampak pembangunan terhadap kehidupan masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa TMMD merupakan program terpadu lintas sektoral yang melibatkan TNI, pemerintah daerah, Polri, serta seluruh komponen masyarakat dalam mempercepat pembangunan, khususnya di wilayah pedesaan yang masih membutuhkan peningkatan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat.
Program tersebut tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga bertujuan memperkokoh kemanunggalan TNI dengan rakyat, menumbuhkan semangat gotong royong, serta meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pembangunan di wilayahnya.
Kolonel Andi juga mengingatkan seluruh personel Satgas TMMD untuk senantiasa menjaga disiplin, dedikasi, semangat pengabdian, dan tanggung jawab selama melaksanakan tugas.
Selain itu, kegiatan nonfisik diharapkan terus dioptimalkan, sementara seluruh pelaksanaan kegiatan dan administrasi harus didokumentasikan secara tertib sebagai bagian dari pertanggungjawaban program.
Sementara itu, Wakil Bupati Nabire H. Burhanuddin Pawennari menyampaikan apresiasi kepada jajaran TNI, khususnya Kodim 1705/Nabire, atas kontribusinya dalam mendukung percepatan pembangunan melalui program TMMD.

Menurutnya, TMMD menjadi salah satu wujud nyata kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjawab berbagai kebutuhan pembangunan di Kabupaten Nabire.
Ia menilai keberadaan program tersebut memiliki arti penting mengingat kondisi geografis Kabupaten Nabire yang mencakup kawasan pesisir, perkotaan, hingga pegunungan, sehingga membutuhkan kerja sama lintas sektor untuk mendorong pemerataan pembangunan.
Selain pembangunan infrastruktur, TMMD juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat melalui kegiatan sosial, kesehatan, pendidikan, pembinaan wawasan kebangsaan, serta penguatan kesadaran menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.
Wakil Bupati turut mengajak masyarakat menjaga dan memanfaatkan seluruh fasilitas yang telah dibangun agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.

Ia berharap sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat terus diperkuat dalam mewujudkan Kabupaten Nabire yang aman, damai, dan semakin maju.
Usai melaksanakan rangkaian kegiatan di Makodim 1705/Nabire, sekitar pukul 11.57 WIT, rombongan Tim Wasev Mabesad melanjutkan kunjungan ke Kampung Wanggar Sari, Distrik Wanggar, Kabupaten Nabire.
Kedatangan rombongan disambut hangat oleh masyarakat setempat melalui penampilan tarian adat Papua sebagai bentuk penghormatan dan ungkapan kebersamaan.
Dalam kesempatan tersebut, rombongan juga menyerahkan bantuan sembako kepada masyarakat.
Selanjutnya, Tim Wasev bersama jajaran Kodim 1705/Nabire melakukan peninjauan langsung terhadap sejumlah sasaran fisik program TMMD ke-130.
Sasaran yang ditinjau meliputi posko TMMD, rehabilitasi gereja, pembangunan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK), penyediaan sarana air bersih, pembangunan sumur bor, serta pembangunan dan rehabilitasi rumah layak huni bagi warga yang membutuhkan.
Peninjauan dilakukan untuk melihat perkembangan pekerjaan di lapangan sekaligus memastikan kualitas pembangunan dan kesesuaiannya dengan kebutuhan masyarakat setempat.
Kepala Distrik Wanggar, Elias Magai, S.Pd., M.IP., menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada TNI, khususnya Kodim 1705/Nabire, serta Pemerintah Kabupaten Nabire atas pelaksanaan program pembangunan di wilayahnya.

Ia secara khusus menyoroti rehabilitasi gereja di Kampung Wanggar Sari yang sebelumnya mengalami kendala penyelesaian pembangunan.
Menurut Elias, pembangunan gereja tersebut pada awalnya dikerjakan oleh panitia pembangunan selama kurang lebih dua tahun. Namun, pekerjaan kemudian terhenti selama dua tahun sebelum mendapatkan dukungan lanjutan melalui program TMMD.
“Kami sangat mengapresiasi program TMMD yang telah merehabilitasi gereja di Wanggar Sari. Atas nama masyarakat dan jemaat, kami menyampaikan terima kasih kepada TNI dan Pemerintah Kabupaten Nabire yang telah membantu menyelesaikan pembangunan gereja ini,” ungkapnya.

Elias berharap kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dapat terus berlanjut sehingga berbagai kebutuhan pembangunan di Distrik Wanggar dapat terpenuhi secara bertahap.
Apresiasi serupa disampaikan Kepala Kampung Wanggar Sari, Yosia Kegou. Ia mengungkapkan bahwa kehadiran program TMMD ke-130 memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama melalui peningkatan sarana dan prasarana umum.
Menurut Yosia, sejumlah pembangunan yang dilaksanakan melalui TMMD meliputi rehabilitasi gereja, perbaikan rumah layak huni bagi warga kurang mampu, pembangunan fasilitas MCK, penyediaan sarana penampungan air bersih, serta pembangunan sumur bor.
Ia mengungkapkan bahwa progres pembangunan rumah layak huni telah mencapai sekitar 95 persen dan saat ini memasuki tahap pengecatan.

Selain menyasar pembangunan rumah dan fasilitas umum, TMMD juga memberikan perhatian terhadap sarana peribadatan masyarakat, termasuk mushola yang berada di kawasan Jalan Sorong, Kampung Wanggar Sari.
“Kami sebagai masyarakat merasakan banyak dampak positif dari kehadiran TMMD. Ada fasilitas umum dan tempat ibadah yang diperbaiki, termasuk rumah layak huni bagi warga yang membutuhkan. Untuk itu, kami menyampaikan terima kasih kepada Dandim beserta jajaran dan Pemerintah Kabupaten Nabire,” ujarnya.
Yosia berharap seluruh hasil pembangunan dapat dipelihara dan dimanfaatkan dengan penuh tanggung jawab sehingga keberadaan fasilitas tersebut memberikan manfaat jangka panjang bagi warga.
Kunjungan Tim Wasev Mabesad dalam pelaksanaan TMMD ke-130 di Kabupaten Nabire merupakan bagian dari upaya pengawasan dan evaluasi guna memastikan seluruh kegiatan berjalan sesuai perencanaan dan ketentuan yang berlaku.

Melalui peninjauan langsung tersebut, pelaksanaan program diharapkan semakin optimal, baik dari aspek pencapaian sasaran fisik, administrasi, penggunaan anggaran, maupun pemberdayaan masyarakat.
Dengan dukungan pemerintah daerah, TNI-Polri, dan partisipasi aktif masyarakat, program TMMD ke-130 di wilayah Kodim 1705/Nabire diharapkan tidak hanya menghasilkan pembangunan infrastruktur, tetapi juga memperkuat semangat gotong royong, kebersamaan, dan kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Program TMMD menjadi salah satu bentuk kolaborasi lintas sektor dalam menghadirkan pembangunan yang tepat sasaran, bermanfaat, dan berkelanjutan bagi masyarakat Kabupaten Nabire, Papua Tengah.













