NEWS.BUSURNABIRE.ID – PANIAI, PAPUA TENGAH | Semangat pengabdian, kepedulian dan kebersamaan TNI bersama rakyat kembali diwujudkan melalui kegiatan Bakti untuk Komopa yang dilaksanakan Satgas Pamtas RI–PNG Mobile Yonif 2 Marinir Habema atau Satgas Gobang VIII di Distrik Aradide, Kabupaten Paniai, Papua Tengah, Jumat (30/10/2026).
Kegiatan yang menjadi bagian dari pengabdian Koops TNI Habema di wilayah Papua tersebut berlangsung meriah dan mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Menggabungkan kegiatan pembangunan infrastruktur, kepedulian sosial dan pendekatan budaya, Bakti untuk Komopa menjadi salah satu bentuk nyata kehadiran TNI dalam membantu mengatasi kesulitan masyarakat di wilayah penugasan.

Rangkaian kegiatan meliputi peninjauan hasil perbaikan Jembatan Komopa, pelaksanaan tradisi bakar batu bersama masyarakat, serta penyaluran 200 paket sembako kepada warga. Kegiatan ini melibatkan prajurit Marinir, tokoh adat, pemerintah distrik, aparat kewilayahan dan masyarakat setempat.
Melalui kegiatan tersebut, Koops TNI Habema bersama satuan tugas di lapangan terus menghadirkan pengabdian yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Kehadiran TNI tidak hanya diwujudkan melalui pelaksanaan tugas pengamanan wilayah, tetapi juga melalui aksi sosial, pembangunan sarana pendukung aktivitas warga, serta penghormatan terhadap adat istiadat dan budaya lokal.

Rangkaian Bakti untuk Komopa diawali dengan peninjauan hasil perbaikan Jembatan Komopa yang menjadi salah satu akses penghubung penting bagi masyarakat Kampung Komopa, Tugua dan Akoubaida.
Keberadaan jembatan tersebut memiliki arti strategis bagi kehidupan masyarakat karena mendukung mobilitas warga dalam menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari. Mulai dari perjalanan antarwilayah, pengangkutan kebutuhan pokok, distribusi hasil usaha masyarakat hingga akses menuju fasilitas pelayanan publik sangat bergantung pada tersedianya sarana penghubung yang memadai.

Bagi masyarakat di wilayah pedalaman Papua, keberadaan infrastruktur penghubung seperti jembatan bukan sekadar fasilitas fisik, melainkan bagian penting yang mendukung kelancaran kehidupan sosial dan perekonomian. Akses transportasi yang lebih baik diharapkan dapat memudahkan warga dalam menjalankan aktivitas, mengurangi hambatan perjalanan dan meningkatkan keterjangkauan pelayanan dasar.
Perbaikan Jembatan Komopa menjadi bentuk kepedulian nyata Satgas Yonif 2 Marinir Habema terhadap kebutuhan masyarakat di wilayah penugasan. Melalui kegiatan tersebut, prajurit TNI berupaya memberikan kontribusi yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh warga.

Danyonif 2 Marinir Letkol Marinir Helilintar Setiojoyo Laksono, S.E., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan perbaikan jembatan tersebut.
Ia berharap jembatan yang telah diperbaiki dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat serta dipelihara bersama agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Menurutnya, dukungan terhadap sarana penghubung masyarakat merupakan bagian penting dari upaya membantu meningkatkan kelancaran aktivitas warga, khususnya dalam menunjang kegiatan perekonomian, pendidikan, pelayanan kesehatan dan kebutuhan sehari-hari.

Dengan selesainya perbaikan tersebut, masyarakat diharapkan memiliki akses yang lebih baik dalam menghubungkan aktivitas antarkampung. Hal ini sekaligus menjadi salah satu wujud kepedulian TNI terhadap pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di wilayah Papua Tengah.
Setelah peninjauan hasil perbaikan jembatan, kegiatan dilanjutkan dengan tradisi bakar batu bersama masyarakat yang dipusatkan di Kantor Koramil 1703-04/Aradide, Kampung Abatadi.

Tradisi bakar batu merupakan salah satu warisan budaya masyarakat Papua yang memiliki nilai sosial dan kebersamaan yang sangat kuat. Dalam tradisi ini, proses menyiapkan bahan makanan hingga menikmati hidangan dilakukan melalui keterlibatan bersama, sehingga menjadi ruang untuk mempererat hubungan kekeluargaan dan persaudaraan.
Bagi TNI, keterlibatan dalam tradisi lokal merupakan salah satu bentuk penghormatan terhadap adat istiadat masyarakat di wilayah penugasan. Pendekatan budaya juga menjadi sarana membangun komunikasi, memperkuat hubungan sosial dan menciptakan kedekatan antara prajurit dengan masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, personel Marinir bersama tokoh adat dan masyarakat bergotong royong menyiapkan berbagai kebutuhan untuk prosesi bakar batu. Persiapan meliputi batu, kayu bakar, dedaunan, dua ekor babi serta berbagai jenis umbi-umbian yang menjadi bahan utama hidangan.
Seluruh proses dilakukan secara bersama-sama dengan tetap memperhatikan tata cara tradisi yang dijalankan masyarakat setempat. Keterlibatan tokoh adat dalam kegiatan tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan tradisi berlangsung sesuai dengan nilai dan kebiasaan budaya masyarakat Papua.
Prosesi bakar batu dimulai sekitar pukul 13.00 WIT dan selesai pada pukul 15.50 WIT. Setelah seluruh makanan matang, hidangan kemudian dinikmati bersama oleh prajurit Marinir dan masyarakat.
Suasana keakraban terlihat selama kegiatan berlangsung. Prajurit dan warga berkumpul dalam satu kegiatan adat tanpa membedakan latar belakang, sehingga tercipta komunikasi yang lebih dekat dan hubungan persaudaraan yang semakin kuat.

Melalui tradisi bakar batu, Bakti untuk Komopa tidak hanya menghadirkan kegiatan sosial, tetapi juga memberikan ruang bagi TNI untuk mengenal, menghormati dan turut melestarikan kearifan lokal masyarakat Papua.
Pendekatan seperti ini menjadi bagian penting dalam membangun hubungan yang harmonis antara TNI dan masyarakat. Dengan menghargai adat serta melibatkan tokoh masyarakat dalam setiap kegiatan, kehadiran prajurit di wilayah penugasan diharapkan semakin diterima dan memberikan manfaat positif bagi kehidupan sosial warga.
Selain perbaikan infrastruktur dan kegiatan budaya, Bakti untuk Komopa juga diwujudkan melalui pembagian 200 paket sembako kepada masyarakat Distrik Aradide.
Bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian terhadap kebutuhan pokok masyarakat sekaligus upaya membantu meringankan beban warga dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Setiap paket sembako berisi beras, mi instan, minyak goreng, kopi, teh saset, gula dan susu. Berbagai kebutuhan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi keluarga penerima bantuan.
Penyaluran bantuan menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian kegiatan karena menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Melalui kegiatan sosial tersebut, prajurit Marinir berupaya menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan secara langsung oleh warga di wilayah pedalaman Papua Tengah.

Masyarakat menyambut kegiatan pembagian sembako dengan antusias. Kehadiran bantuan tersebut menjadi bentuk perhatian TNI terhadap kondisi sosial masyarakat, sekaligus memperlihatkan bahwa pengabdian prajurit tidak hanya berkaitan dengan tugas pengamanan, tetapi juga kepedulian terhadap kesejahteraan rakyat.
Bagi Koops TNI Habema, melalui kegiatan satuan tugas di lapangan, pendekatan sosial kemasyarakatan menjadi salah satu sarana untuk memperkuat hubungan antara TNI dan masyarakat. Hubungan yang baik diharapkan dapat mendukung terciptanya lingkungan yang aman, damai dan kondusif.
Perpaduan antara perbaikan jembatan, tradisi bakar batu dan pembagian sembako memperlihatkan bahwa kegiatan Bakti untuk Komopa dirancang untuk menjangkau beberapa kebutuhan masyarakat sekaligus, mulai dari akses infrastruktur, hubungan sosial budaya hingga kebutuhan pangan.
Pelaksanaan Bakti untuk Komopa mendapat apresiasi dari pemerintah setempat. Sekretaris Distrik Aradide Frans Kadepa menyampaikan penghargaan atas kepedulian dan perhatian Satgas Yonif 2 Marinir Habema terhadap masyarakat di wilayahnya.
Menurut Frans, kegiatan yang memadukan tradisi bakar batu, makan bersama dan pembagian sembako dalam bentuk seperti ini merupakan yang pertama kali dilaksanakan di Distrik Aradide.

Ia menilai kegiatan tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat, baik melalui bantuan kebutuhan pokok maupun kesempatan untuk mempererat hubungan sosial melalui tradisi adat.
Apresiasi tersebut menjadi gambaran positif atas sinergi yang terbangun antara TNI dan pemerintah distrik dalam mendukung kegiatan kemasyarakatan. Keterlibatan pemerintah setempat dan tokoh adat juga memperlihatkan pentingnya kerja sama dalam melaksanakan berbagai program yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
Dukungan serupa disampaikan Danramil 1703-04/Aradide Kapten Inf. Alpius Gobai. Ia mengapresiasi kegiatan yang melibatkan TNI, pemerintah daerah, tokoh adat dan masyarakat dalam satu rangkaian pengabdian sosial.
Ia berharap kegiatan seperti Bakti untuk Komopa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan memperhatikan kebutuhan dan kondisi masyarakat setempat.
Menurutnya, hubungan yang baik antara aparat kewilayahan, pemerintah daerah, tokoh adat dan masyarakat merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga stabilitas keamanan serta menciptakan suasana kehidupan yang aman dan harmonis.
Sinergi tersebut juga menjadi landasan untuk terus mendorong kegiatan positif yang memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama di wilayah yang membutuhkan perhatian terhadap infrastruktur dan pelayanan sosial.
Kegiatan Bakti untuk Komopa menjadi gambaran bahwa pengabdian TNI di Papua memiliki dimensi yang luas. Selain menjalankan tugas menjaga keamanan wilayah, prajurit juga hadir melalui kegiatan kemanusiaan, sosial dan pendekatan budaya yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.
Melalui Satgas Yonif 2 Marinir Habema atau Satgas Gobang VIII, kegiatan ini memperlihatkan bagaimana kehadiran satuan tugas dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendukung kehidupan masyarakat di wilayah penugasan.
Perbaikan jembatan memberikan perhatian terhadap kebutuhan akses transportasi. Pembagian sembako menjadi bentuk kepedulian terhadap kebutuhan pangan masyarakat. Sementara tradisi bakar batu menjadi sarana mempererat komunikasi serta menghormati budaya dan kearifan lokal.
Ketiga kegiatan tersebut saling melengkapi dalam membangun hubungan yang lebih dekat antara prajurit dan masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, keterlibatan warga dan tokoh adat menjadi unsur penting. Masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga terlibat langsung dalam proses kegiatan, khususnya pada persiapan tradisi bakar batu dan pelaksanaan kegiatan sosial.
Partisipasi tersebut menunjukkan bahwa semangat gotong royong masih menjadi kekuatan utama dalam kehidupan masyarakat Papua. Nilai tersebut sekaligus menjadi jembatan untuk membangun komunikasi dan memperkuat persatuan di tengah keberagaman budaya.
Antusiasme masyarakat selama kegiatan berlangsung menjadi salah satu indikator positif atas penerimaan terhadap kegiatan sosial yang dilaksanakan. Kehadiran TNI di tengah masyarakat diharapkan terus memberikan manfaat serta mendukung terciptanya hubungan yang saling menghormati dan saling mempercayai.
Seluruh rangkaian kegiatan Bakti untuk Komopa berlangsung hingga pukul 17.00 WIT dan berakhir dalam keadaan aman, tertib dan lancar.
Dukungan pemerintah distrik, aparat kewilayahan, tokoh adat serta partisipasi masyarakat menjadi bagian penting dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Antusiasme warga terlihat sejak persiapan tradisi bakar batu, pelaksanaan makan bersama hingga pembagian bantuan sembako.
Mengusung tema “Gotong Royong, Berbagi dan Menjaga Kedamaian Bersama”, Bakti untuk Komopa menjadi wujud pengabdian Koops TNI Habema melalui Satgas Yonif 2 Marinir dalam membangun kedekatan dengan masyarakat serta menghadirkan manfaat nyata di wilayah Papua Tengah.
Melalui kegiatan ini, TNI berupaya terus memperkuat kemanunggalan dengan rakyat, menghormati adat istiadat setempat dan mendukung kehidupan masyarakat yang lebih baik.
Perbaikan Jembatan Komopa diharapkan dapat menunjang kelancaran aktivitas warga, bantuan 200 paket sembako diharapkan membantu memenuhi kebutuhan keluarga, sedangkan tradisi bakar batu menjadi momentum mempererat hubungan persaudaraan antara prajurit, tokoh adat dan masyarakat.
Bakti untuk Komopa bukan sekadar kegiatan sosial, melainkan wujud nyata pengabdian TNI yang hadir untuk membantu, membangun dan memperkuat persaudaraan bersama masyarakat Papua.
Koops TNI Habema bersama satuan tugas di lapangan terus mengedepankan semangat pengabdian melalui berbagai kegiatan positif yang menyentuh kehidupan masyarakat.
TNI HADIR UNTUK RAKYAT. BERSAMA RAKYAT MEMBANGUN PAPUA, MENJAGA KEDAMAIAN DAN MEMPERKUAT PERSATUAN DALAM BINGKAI NKRI.













