NEWS.BUSURNABIRE.ID – Nabire: Papua Tengah | Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Papua Tengah mengapresiasi kegiatan silaturahmi dan dialog bersama jajaran Densus 88 Anti Teror Mabes Polri sebagai langkah strategis memperkuat pemahaman masyarakat dalam mencegah radikalisme dan kekerasan ekstrem.
Sekretaris FKUB Provinsi Papua Tengah, Muhammad Syarif, S.S., S.Pd, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memberikan wawasan baru serta referensi penting bagi para tokoh agama dan masyarakat dalam membangun upaya pencegahan sejak dini.

Menurut Muhammad Syarif, materi yang disampaikan oleh Densus 88 memiliki nilai strategis karena memberikan pemahaman yang sebelumnya belum banyak diketahui oleh masyarakat.
“Hari ini kami telah melaksanakan kegiatan silaturahmi dengan Densus 88 Anti Teror Mabes Polri. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut karena materi yang disampaikan sangat luar biasa dan memberikan banyak referensi bagi kami dalam rangka melakukan pencegahan,” ujar Muhammad Syarif kepada awak media.
Ia menegaskan bahwa langkah pencegahan jauh lebih penting dibandingkan penanganan setelah terjadi persoalan.
“Lebih baik mencegah daripada mengobati. Banyak hal baru yang kami dapatkan dari penyampaian materi tadi. Jujur, sebelumnya kami belum terlalu memahami beberapa hal terkait upaya pencegahan radikalisme,” katanya.

Muhammad Syarif berharap pertemuan bersama Densus 88 tidak berhenti pada kegiatan dialog, tetapi dapat dilanjutkan melalui kerja sama yang lebih konkret di tengah masyarakat.
Ia menyebutkan, hasil dari kegiatan tersebut diharapkan mampu melahirkan program lanjutan berupa sosialisasi pencegahan radikalisme yang dimulai dari lingkungan terkecil, yakni keluarga.
“Kami berharap ada tindak lanjut dari kegiatan ini dan kerja sama yang lebih baik bersama Densus 88 untuk melakukan sosialisasi, terutama dimulai dari lingkungan keluarga,” jelasnya.
Menurutnya, keluarga menjadi fondasi utama dalam membangun karakter generasi muda sebelum masuk ke lingkungan sosial dan masyarakat yang lebih luas.
“Setelah lingkungan keluarga, kemudian dapat diperluas ke lingkungan kegiatan sosial kemasyarakatan dan elemen masyarakat lainnya,” tambahnya.
Sekretaris FKUB Papua Tengah tersebut memberikan apresiasi terhadap langkah Densus 88 yang membuka ruang komunikasi bersama tokoh agama dan masyarakat.
Ia berharap kerja sama lintas sektor tersebut dapat terus berkembang sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan, kerukunan, serta ketahanan masyarakat Papua Tengah dari berbagai ancaman ideologi yang bertentangan dengan nilai kebangsaan.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini dan mudah-mudahan dapat terus berlanjut demi kebaikan bersama,” tutup Muhammad Syarif.
Kegiatan silaturahmi antara FKUB Papua Tengah dan Densus 88 Anti Teror Mabes Polri menjadi salah satu bentuk sinergi antara aparat keamanan dan tokoh masyarakat dalam memperkuat edukasi publik, meningkatkan literasi digital, serta menciptakan Papua Tengah yang aman dan damai.













