NEWS.BUSURNABIRE.ID -NABIRE, PAPUA TENGAH — Upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Nabire kembali dilakukan secara cepat oleh personel gabungan TNI AD dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Provinsi Papua Tengah, Minggu (23/8/2026).
Tim gabungan diterjunkan untuk menangani dua titik kebakaran yang berada di wilayah Nabire Barat dan sekitarnya. Penanganan dilakukan untuk mencegah api merambat ke area yang lebih luas, terutama kawasan yang berdekatan dengan permukiman warga.

Dua lokasi yang menjadi sasaran pemadaman yakni Jalur Poros Kaladiri, Distrik Wanggar, serta Jalur 3 kawasan permukiman SP 2, Kalisemen, Distrik Nabire Barat.
Operasi tersebut dikoordinasikan oleh Satuan Setingkat Kompi (SSK) Karhutla di bawah pimpinan Pasi Ops Kodim 1705/Nabire Kapten Inf Marselus Tunyanan.
Dalam penanganan di lapangan, sebanyak 90 personel TNI AD dikerahkan bersama 20 personel Damkar Provinsi Papua Tengah yang dipimpin Yafeth Iyai. Tim juga diperkuat dengan dua unit kendaraan pemadam kebakaran.

Kapten Inf Marselus Tunyanan menjelaskan, pengerahan personel dilakukan sebagai respons cepat terhadap munculnya titik api di dua kawasan tersebut. Tim langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemadaman sekaligus mengantisipasi kemungkinan api kembali meluas.
“Personel gabungan langsung melakukan penanganan pada dua sasaran yang telah ditentukan. Hasilnya, titik api di jalur poros Kaladiri dan jalur 3 pemukiman SP 2 Kalisemen berhasil dipadamkan,” jelas Marselus.
Menurutnya, keberhasilan pemadaman tidak hanya bertujuan menghentikan kobaran api, tetapi juga mengurangi risiko yang dapat ditimbulkan Karhutla terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar.

Salah satu dampak yang menjadi perhatian adalah munculnya kabut asap yang berpotensi mengganggu kesehatan warga serta aktivitas sehari-hari apabila kebakaran tidak segera dikendalikan.
Marselus juga mengingatkan bahwa penanganan Karhutla tidak cukup hanya mengandalkan petugas di lapangan. Peran masyarakat dinilai sangat penting, terutama dalam mencegah aktivitas yang dapat memicu munculnya kebakaran baru.
Ia mengajak warga untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan tanda-tanda kebakaran di sekitar tempat tinggal maupun kawasan hutan dan lahan.
“Pemadaman ini diharapkan dapat mencegah meluasnya kebakaran serta mengurangi potensi kabut asap yang dapat mengganggu kesehatan dan aktivitas masyarakat,” katanya.

Dengan padamnya dua titik api tersebut, tim gabungan terus mengantisipasi kemungkinan munculnya kembali titik panas di wilayah Nabire. Seluruh rangkaian penanganan Karhutla berlangsung aman dan lancar.
Penanganan cepat ini sekaligus menunjukkan pentingnya sinergi antara TNI, pemerintah daerah melalui Damkar, serta masyarakat dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Nabire.













