NEWS.BUSURNABIRE.ID – Nabire: Papua Tengah | Suasana penuh semangat dan kebanggaan menyelimuti Markas Komando Pangkalan TNI AL (Lanal) Nabire saat menyambut kedatangan Komandan Lanal Nabire yang baru, Letkol Laut (P) Mario Marco Wainarisi, S.T., M.Tr.Opsla, bersama istri tercinta Ny. Junita Irianti Sirait Wainarisi, Kamis (2/4/2026).

Penyambutan berlangsung khidmat di Mako Lanal Nabire yang berlokasi di Jalan Kaleb Warai, Kampung Samabusa, Distrik Teluk Kimi, Kabupaten Nabire, Papua Tengah. Seluruh personel Lanal Nabire turut hadir memberikan penghormatan sekaligus menyampaikan rasa bangga atas kehadiran pimpinan baru mereka.
Prosesi penyambutan diawali dengan laporan resmi kedatangan Komandan Lanal Nabire, yang kemudian dilanjutkan dengan pengalungan bunga sebagai simbol penghormatan dan penerimaan. Suasana semakin hangat dengan salam-salaman antara komandan baru dengan seluruh jajaran personel, menciptakan nuansa kekeluargaan yang kental sejak awal kedatangan.

Dalam sambutan perdananya, Letkol Laut (P) Mario Marco Wainarisi memperkenalkan diri sekaligus membagikan kisah perjalanan hidupnya yang erat dengan Tanah Papua. Ia menyampaikan bahwa dirinya memiliki kedekatan emosional dengan wilayah Nabire dan sekitarnya.
“Saya berasal dari Serui dan Waropen. Banyak keluarga dan saudara saya juga berada di Nabire. Wilayah ini bukan tempat yang asing bagi saya, karena dari Serui atau Waropen ke Nabire bisa ditempuh hanya dalam beberapa jam menggunakan perahu tradisional,” ungkapnya di hadapan seluruh personel.

Ia juga menceritakan perjalanan hidup dan kariernya yang dimulai dari tanah kelahirannya di Serui. Hingga tahun 2000, ia tumbuh dan besar di wilayah tersebut sebelum melanjutkan pendidikan di Jayapura hingga tahun 2003. Setelah itu, perjalanan karier militernya membawanya bertugas di Pulau Jawa hingga akhirnya kembali ke Papua dengan amanah baru sebagai Komandan Lanal Nabire.
Kembalinya Letkol Laut (P) Mario Marco Wainarisi ke Papua, khususnya di Nabire, menjadi momen yang penuh makna. Ia menegaskan bahwa penugasan ini merupakan bentuk kepercayaan dari pimpinan tertinggi TNI Angkatan Laut yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
“Saya hadir di Nabire ini sebagai amanah dari pimpinan. Tugas ini bukan hanya kehormatan, tetapi juga tanggung jawab besar yang harus saya emban dengan sebaik-baiknya,” tegasnya.
Sebagai komandan yang baru, ia juga menyadari pentingnya membangun komunikasi dan koordinasi yang solid di internal Lanal Nabire. Ia mengakui bahwa dirinya masih perlu banyak belajar dan memahami situasi serta dinamika wilayah kerja yang ada.

“Saya mohon dukungan dari seluruh personel. Kita harus saling berkoordinasi, karena saya sendiri belum mengetahui secara detail semua kondisi di Nabire. Dengan kerja sama yang baik, saya yakin kita bisa menjalankan tugas dengan maksimal,” ujarnya.
Pesan tersebut disambut positif oleh seluruh anggota Lanal Nabire. Kehadiran pemimpin baru yang memiliki latar belakang kuat di Papua diharapkan mampu memperkuat sinergi, meningkatkan kinerja, serta menjaga stabilitas keamanan wilayah perairan Nabire dan sekitarnya.
Selain itu, kehadiran Ny. Junita Irianti Sirait Wainarisi juga menjadi bagian penting dalam mendukung tugas-tugas organisasi, khususnya dalam kegiatan sosial dan pembinaan keluarga besar TNI AL di wilayah Nabire.

Momen penyambutan ini tidak hanya menjadi seremoni pergantian kepemimpinan, tetapi juga menjadi awal dari harapan baru bagi seluruh jajaran Lanal Nabire. Dengan kepemimpinan yang memahami karakteristik lokal dan memiliki kedekatan emosional dengan masyarakat Papua, diharapkan berbagai program kerja ke depan dapat berjalan lebih efektif.
Sebagai salah satu wilayah strategis di Papua Tengah, Nabire memiliki peran penting dalam mendukung pengamanan wilayah laut serta menjaga kedaulatan negara. Oleh karena itu, kehadiran Komandan Lanal Nabire yang baru menjadi langkah penting dalam memperkuat peran TNI Angkatan Laut di kawasan ini.

Dengan semangat kebersamaan dan komitmen yang kuat, Letkol Laut (P) Mario Marco Wainarisi diharapkan mampu membawa Lanal Nabire menjadi lebih solid, profesional, dan responsif terhadap berbagai tantangan yang ada.
Kedatangan beliau bukan hanya sekadar pergantian jabatan, tetapi juga simbol keberlanjutan pengabdian untuk bangsa dan negara, khususnya di Tanah Papua yang kaya akan potensi dan nilai budaya.













