NEWS.BUSURNABIRE.ID – Nabire : Papua Tengah | Pemerintah Provinsi Papua Tengah mulai memperkuat sistem pengelolaan Rumah Susun (Rusun) ASN Papua Tengah sebagai salah satu aset strategis untuk menunjang pelayanan pemerintahan di daerah otonom baru.

Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa menegaskan bahwa keberadaan rumah susun tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal aparatur sipil negara, tetapi juga menjadi bagian penting dalam mendukung efektivitas kinerja pemerintahan.
Pesan tersebut disampaikan Gubernur melalui Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Papua Tengah, Victor Fun, saat membuka kegiatan Sosialisasi Pengoperasian Sarana dan Prasarana Rumah Susun ASN Daerah Otonom Baru (DOB) Papua Tengah, yang berlangsung di Nabire, Senin (6/7/2026).
Dalam sambutan Gubernur yang dibacakan Victor Fun, Pemerintah Provinsi Papua Tengah menyampaikan penghargaan kepada Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, khususnya Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman (BP3KP) Papua I, yang telah berkontribusi membangun fasilitas hunian bagi ASN di Papua Tengah.

Menurut Gubernur, dukungan pemerintah pusat tersebut menjadi salah satu fondasi penting dalam mempercepat pembangunan birokrasi di provinsi yang masih terus membangun berbagai infrastruktur dasar pemerintahan.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Papua Tengah kami menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, khususnya BP3KP Papua I, atas dukungan pembangunan rumah susun bagi ASN di Papua Tengah,” kata Victor Fun membacakan sambutan Gubernur.
Meki Nawipa menilai penyelesaian pembangunan gedung bukanlah akhir dari sebuah program. Justru setelah bangunan selesai, pemerintah memiliki tanggung jawab yang lebih besar untuk memastikan seluruh fasilitas dapat dimanfaatkan secara maksimal.
Karena itu, pengelolaan, pemeliharaan, serta pengamanan bangunan harus dilakukan secara berkesinambungan agar kualitas rumah susun tetap terjaga dalam jangka panjang.
Menurutnya, tanpa sistem pengelolaan yang baik, aset negara yang dibangun dengan anggaran besar akan lebih cepat mengalami penurunan kualitas dan tidak mampu memberikan manfaat secara optimal bagi aparatur yang menempatinya.
“Pengelolaan yang baik menjadi faktor utama agar rumah susun dapat terus berfungsi sesuai tujuan pembangunannya,” ujarnya.
Melalui kegiatan sosialisasi tersebut, Pemerintah Provinsi Papua Tengah ingin memastikan seluruh pengelola memiliki pemahaman yang sama mengenai tata cara operasional bangunan, pemeliharaan fasilitas, pengamanan aset pemerintah, hingga mekanisme penggunaan rumah susun oleh ASN.
Kesamaan pemahaman dinilai penting agar tidak terjadi perbedaan dalam penerapan kebijakan di lapangan.
Victor Fun mengatakan seluruh peserta diharapkan mengikuti setiap materi dengan serius karena akan menjadi bekal utama dalam menjalankan tugas sebagai pengelola rumah susun.
Selain itu, para perangkat daerah juga diminta memperkuat koordinasi sehingga pengelolaan fasilitas pemerintah dapat berjalan secara terintegrasi.
Dalam sambutan tersebut dijelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Papua Tengah telah menetapkan regulasi mengenai pengelolaan rumah susun melalui Keputusan Gubernur Papua Tengah Nomor 100.3.3.1/132 Tahun 2026 tentang Penetapan Pengelola Rumah Susun ASN Pemerintah Provinsi Papua Tengah.

Regulasi tersebut menjadi dasar bagi seluruh pengelola dalam menjalankan tugas sesuai prinsip akuntabilitas, transparansi, dan kepatuhan terhadap aturan yang berlaku.
Victor menegaskan seluruh pihak yang telah diberikan tanggung jawab harus mampu menjaga kepercayaan tersebut dengan bekerja secara profesional.
“Rumah susun merupakan aset pemerintah. Karena itu seluruh pengelola wajib menjaga, merawat, dan memanfaatkannya sesuai peruntukan sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam waktu yang panjang,” tegasnya.
Pemerintah Provinsi Papua Tengah berharap keberadaan rumah susun mampu menghadirkan lingkungan tempat tinggal yang aman, tertib, bersih, dan nyaman bagi aparatur sipil negara.
Lingkungan hunian yang baik diyakini akan meningkatkan kenyamanan ASN sehingga dapat lebih fokus menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.
Sebaliknya, apabila pengelolaan dilakukan secara asal-asalan, bangunan akan lebih cepat mengalami kerusakan dan membutuhkan biaya perawatan yang jauh lebih besar.
Oleh karena itu, seluruh penghuni maupun pengelola diminta memiliki kepedulian yang sama terhadap pemeliharaan fasilitas yang telah disediakan pemerintah.
Di akhir sambutan, Gubernur Meki Nawipa mengajak seluruh pihak untuk memperkuat sinergi dalam mengelola Rusun ASN Papua Tengah.

Kerja sama antara BP3KP Papua I, Pemerintah Provinsi Papua Tengah, organisasi perangkat daerah, serta pengelola diharapkan mampu menciptakan tata kelola rumah susun yang efektif, modern, dan berkelanjutan.
Dengan sistem pengelolaan yang semakin baik, keberadaan Rusun ASN diharapkan mampu menjadi penopang pelayanan pemerintahan sekaligus memberikan kenyamanan bagi aparatur yang bertugas di Papua Tengah.













