NEWS.BUSURNABIRE.ID – Nabire, Papua Tengah – Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Provinsi Papua Tengah melalui Kelompok Kerja (Pokja) I menggelar Pelatihan Metode Mengajar bagi Guru-Guru Sekolah Minggu Gereja Injili di Indonesia (GIDI) se-Klasis Nabire, sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan rohani anak sekaligus memperkuat perlindungan generasi muda dari berbagai pengaruh negatif di era digital.

Kegiatan yang berlangsung di Kabupaten Nabire ini diikuti perwakilan dari 24 gereja GIDI se-Klasis Nabire. Pelatihan tersebut mendapat dukungan penuh dari Ketua TP PKK Provinsi Papua Tengah, Ny. Nurhaidah Nawipa, SE, dan dipimpin langsung oleh Ketua Pokja I TP PKK Provinsi Papua Tengah, Maria Pekei, S.Sos.
Dalam sambutannya, Maria Pekei menyampaikan apresiasi kepada Ketua TP PKK Provinsi Papua Tengah, Ny. Nurhaidah Nawipa, atas dukungan penuh sehingga kegiatan tersebut dapat terlaksana dengan baik.
Menurutnya, pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen TP PKK Papua Tengah dalam memperkuat kualitas pendidikan karakter anak melalui para guru sekolah minggu.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Ketua TP PKK Provinsi Papua Tengah, Ny. Nurhaidah Nawipa, SE, atas dukungan sehingga kegiatan ini dapat terselenggara. Harapan kami, para guru sekolah minggu memperoleh metode mengajar yang lebih baik sehingga anak-anak merasa nyaman, senang, dan betah mengikuti ibadah serta pembelajaran di gereja,” ujar Maria Pekei.
Maria menegaskan bahwa guru sekolah minggu memiliki peran yang sangat strategis dalam membentuk karakter, iman, dan moral anak sejak usia dini. Karena itu, seorang guru tidak hanya dituntut menguasai materi Firman Tuhan, tetapi juga harus mampu mengenali karakter serta gaya belajar setiap anak.
“Guru sekolah minggu harus kreatif saat mengajar. Setiap anak memiliki gaya belajar yang berbeda-beda, sehingga penyampaian Firman Tuhan juga harus disesuaikan agar materi atau cerita Alkitab lebih mudah dipahami, menarik, dan mudah dimengerti oleh peserta didik. Dengan metode yang kreatif, anak-anak akan lebih antusias mengikuti sekolah minggu dan nilai-nilai Firman Tuhan akan lebih mudah tertanam dalam kehidupan mereka,” tegas Maria.

Ia menjelaskan bahwa penggunaan alat peraga, permainan edukatif, media visual, cerita interaktif, hingga aktivitas kelompok menjadi bagian penting dalam menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Menurutnya, pendekatan tersebut membuat anak-anak lebih fokus, aktif berpartisipasi, dan mampu memahami pesan Firman Tuhan dengan lebih baik.
Menurut Maria, perkembangan teknologi dan perubahan sosial saat ini menghadirkan tantangan besar bagi generasi muda. Karena itu, pendidikan rohani harus disampaikan dengan metode yang menarik agar anak-anak tidak mudah terpengaruh oleh lingkungan negatif.
“Kita ingin anak-anak tidak mudah terpengaruh oleh minuman keras, penyalahgunaan narkoba, penggunaan internet yang tidak sehat, maupun praktik judi online. Melalui guru-guru sekolah minggu yang memiliki metode mengajar yang baik, anak-anak akan semakin mencintai gereja dan bertumbuh dalam iman,” katanya.

Ia berharap seluruh peserta mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama pelatihan di masing-masing jemaat sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh anak-anak di seluruh wilayah Klasis Nabire.
Maria Pekei menjelaskan, pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas guru sekolah minggu dalam memberikan pendidikan rohani yang efektif, kreatif, komunikatif, dan sesuai dengan perkembangan psikologi anak.
Menurutnya, keberhasilan pembelajaran bukan hanya ditentukan oleh materi yang disampaikan, tetapi juga kemampuan guru membangun komunikasi yang hangat dengan anak-anak melalui metode belajar yang menyenangkan.
Rangkaian kegiatan dimulai sejak pukul 08.00 WIT dengan registrasi peserta dan pembagian konsumsi, dilanjutkan pembukaan melalui menyanyikan Lagu Tanah Papua, Mars PKK, lagu rohani, doa bersama, laporan panitia, sambutan Ketua Biro PAR GIDI se-Klasis Nabire, hingga sambutan Ketua TP PKK Provinsi Papua Tengah yang diwakili Ketua Pokja I.
Acara kemudian secara resmi dibuka oleh Pdt. Wim Wanimbo,S.Th yang mewakili Badan Pengurus GIDI, disusul sesi foto bersama seluruh peserta.
Dalam pelatihan tersebut, peserta memperoleh dua materi utama yang disusun sesuai kebutuhan pelayanan sekolah minggu.

Materi pertama bertema “Mengenali Psikologi Anak dan Memahami Gaya Belajar Anak Sekolah Minggu” disampaikan oleh Melianus Kotouki, S.IP., S.H., M.Si.
Materi ini membahas pentingnya memahami karakter, perkembangan psikologis, dan gaya belajar anak agar penyampaian Firman Tuhan dapat diterima dengan lebih efektif.
Setelah penyampaian materi, peserta mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab untuk memperdalam pemahaman.
Sementara itu, materi kedua mengenai penggunaan alat peraga dalam pembelajaran sekolah minggu disampaikan langsung oleh Maria Pekei, S.Sos dengan moderator Dina Saruran, S.Pd.K.
Dalam sesi tersebut, para peserta dibekali teknik penggunaan berbagai media pembelajaran kreatif, mulai dari papan flanel (flannel board), gambar, alat peraga visual, hingga teknik bercerita yang interaktif.
Tujuannya agar proses belajar menjadi lebih menarik, tidak membosankan, mudah dipahami, dan mampu meningkatkan partisipasi aktif anak-anak dalam mengikuti sekolah minggu.
Diskusi berlangsung aktif dengan berbagai pertanyaan dari peserta terkait pengalaman mengajar di jemaat masing-masing.
Mewakili Badan Pengurus GIDI, Pdt. Wim Wanimbo,S.Th menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas perhatian TP PKK Provinsi Papua Tengah terhadap pelayanan anak-anak melalui pendidikan sekolah minggu.

Ia mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk pelayanan yang sangat berarti bagi gereja karena akan memberikan dampak positif bagi pembinaan iman generasi muda.
“Kami percaya pelayanan ini akan diberkati oleh Tuhan Yesus. Kami mengucapkan terima kasih kepada Ketua TP PKK Provinsi Papua Tengah Ny. Nurhaidah Nawipa, SE, beserta Pokja I yang telah memperhatikan pelayanan sekolah minggu di lingkungan GIDI,” ujarnya.
Ia mengakui bahwa jemaat tidak mampu memberikan balasan apa pun selain doa agar seluruh program TP PKK terus berjalan dengan baik dan membawa manfaat bagi masyarakat Papua Tengah.
“Kami hanya bisa berdoa kiranya Tuhan memberkati seluruh pengurus TP PKK Provinsi Papua Tengah. Semoga kegiatan ini benar-benar memberi manfaat bagi anak-anak kita dan masa depan gereja,” katanya.
Mengakhiri sambutannya, Pdt. Wim Wanimbo,S.Th secara resmi membuka pelatihan tersebut.
“Dengan nama Tuhan Yesus Kristus, kegiatan Pelatihan Metode Mengajar Guru-Guru Sekolah Minggu GIDI se-Klasis Nabire secara resmi saya nyatakan dibuka. Tuhan memberkati kita semua.”
Pada kesempatan tersebut, TP PKK Provinsi Papua Tengah Melalui Pokja 1 juga menyerahkan bantuan berupa papan flanel (flannel board/blackboard) serta berbagai alat peraga pembelajaran sekolah minggu kepada para pengasuh sekolah minggu sebagai penunjang proses belajar mengajar di setiap jemaat.
Melalui pelatihan ini, TP PKK Provinsi Papua Tengah berharap para guru sekolah minggu mampu meningkatkan kualitas pelayanan, menerapkan metode pembelajaran yang kreatif, memahami gaya belajar anak, serta menyampaikan Firman Tuhan dengan cara yang menyenangkan dan mudah dipahami.

Dengan demikian, proses pembelajaran Firman Tuhan tidak hanya menjadi lebih menarik, tetapi juga mampu membentuk karakter anak-anak Papua yang beriman, berakhlak mulia, memiliki kecintaan kepada gereja, serta terhindar dari berbagai pengaruh negatif seperti penyalahgunaan narkoba, minuman keras, kekerasan, hingga praktik judi online.
Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama, makan siang, dan ramah tamah sebagai bentuk mempererat sinergi antara TP PKK Provinsi Papua Tengah dengan Gereja Injili di Indonesia (GIDI) dalam membangun generasi muda Papua Tengah yang berkarakter, beriman, cerdas, dan berkualitas.













