KPA Papua Tengah Lantik Pengurus KPA Deiyai, Dorong Kolaborasi Lintas Sektor Tangani HIV/AIDS

By BusurNabire.id
Rabu, 8 Oktober 2025 04:04 WIB | 124 Views
KPA Papua Tengah Lantik Pengurus KPA Deiyai (Foto: Humas KPA PApua Tengah)

NEWS.BUSURNABIRE.ID – Nabire| Upaya penanggulangan HIV/AIDS di Papua Tengah semakin diperkuat. Ketua Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Papua Tengah, Frenny Anouw, S.IP, secara resmi melantik pengurus KPA Kabupaten Deiyai periode 2025–2030 di Aula BKPSDM Deiyai.

Kegiatan pelantikan ini dihadiri langsung oleh Bupati Deiyai, Melkianus Mote, ST, Plt Kepala Dinas Kesehatan Deiyai, Mandos Mote, S.IP, serta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tenaga medis, dan tokoh masyarakat.

Pelantikan ini menjadi momen penting karena merupakan pelantikan pertama KPA kabupaten setelah terbentuknya KPA Provinsi Papua Tengah yang mendapat mandat langsung dari Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, SH.

Dalam sambutannya, Ketua KPA Papua Tengah, Frenny Anouw, menyampaikan apresiasinya kepada Pemerintah Kabupaten Deiyai yang menjadi kabupaten pertama melantik pengurus KPA.

Ketua KPA Papua Tengah, Frenny Anouw, menyampaikan apresiasinya kepada Pemerintah Kabupaten Deiyai (Foto: Humas KPA Papua Tengah)

“KPA Deiyai ini yang pertama kami lantik. Ini bukti bahwa Bupati Deiyai sangat peduli dengan manusia Deiyai. HIV/AIDS harus menjadi perhatian bersama karena menyangkut keselamatan hidup orang Papua,” tegas Frenny.

Ia menjelaskan bahwa tugas utama KPA adalah melakukan sosialisasi dan edukasi bahaya HIV/AIDS secara langsung kepada masyarakat, bahkan hingga ke kampung-kampung.
Menurutnya, meski Dinas Kesehatan memiliki tanggung jawab terhadap penyakit lain seperti TB dan malaria, kerja sama lintas sektor sangat diperlukan untuk menekan penyebaran HIV/AIDS.

“Sistem kerja kami itu jemput bola, sementara Dinas Kesehatan tunggu bola. KPA turun langsung ke masyarakat, sementara hasilnya akan dikoordinasikan dengan RSUD dan puskesmas agar data bisa sinkron,” jelasnya.

Frenny juga mengungkapkan bahwa jumlah orang dengan HIV/AIDS (ODHA) di Kabupaten Deiyai mencapai 261 orang, berdasarkan data yang telah diverifikasi.

“Itu baru yang sudah periksa, kami belum tahu berapa yang belum melakukan pemeriksaan,” tambahnya.

Baca Juga  Langkah Cepat Wapres Gibran di Papua Tengah, Dari Bandara Hingga Kawasan Pemerintahan

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Deiyai, Mandos Mote, S.IP, mengatakan pihaknya akan terus memperkuat sinergi bersama KPA dalam penanggulangan HIV/AIDS.

“Kami fokus pada penyadaran sejak dini, baik di SD, SMP, SMA, maupun masyarakat umum. Dinas dan KPA akan bersinergi menyusun modul sosialisasi bersama agar masyarakat lebih memahami bahaya HIV/AIDS,” ungkapnya.

Ketua KPA Deiyai yang baru dilantik, Maksimus Pigai, mengajak seluruh pemuka agama dan tokoh masyarakat untuk ikut serta dalam penyadaran bahaya HIV/AIDS.

“Para pendeta, pastor, dan haji harus juga khotbah tentang keselamatan hidup manusia, bukan hanya keselamatan jiwa di akhirat. Bahaya HIV/AIDS ini nyata dan harus disampaikan dari mimbar ke mimbar,” ujarnya.

Dalam arahannya, Bupati Deiyai, Melkianus Mote, ST, menegaskan bahwa penanggulangan HIV/AIDS bukan pekerjaan mudah, namun merupakan tugas kemanusiaan yang mulia.

“Saya pernah jadi relawan HIV/AIDS selama dua tahun, dan saya tahu betapa sulitnya mengajak orang periksa. Bahkan pengurus KPA sendiri kadang takut periksa. Karena itu, kita harus bekerja sama lintas lembaga, termasuk dengan RSUD, Dinkes, DPMK, dan Dinas Pemberdayaan Perempuan,” ucapnya.

Bupati Mote juga mendorong kolaborasi antara KPA dan lembaga nonpemerintah (LSM) agar bisa mendapatkan dukungan dalam bentuk bahan sosialisasi, pamflet, flyer, dan alat edukasi lainnya.

“KPA harus kerja sama dengan LSM, sekolah, gereja, masjid, dan organisasi pemuda seperti KNPI atau KONI agar sosialisasi menjangkau semua lapisan masyarakat,” tambahnya.

Ia menegaskan bahwa dukungan pemerintah daerah akan diberikan kepada lembaga yang menunjukkan kinerja nyata.

“Dana hibah akan diberikan kalau mereka kerja. Semua harus tunjukkan hasil. Tidak ada orang lain yang akan bantu kita, kecuali kita sendiri,” tegasnya.

Bupati juga berencana mendaftarkan pengurus KPA dan LSM aktif dalam BPJS Ketenagakerjaan mulai tahun 2026.

Baca Juga  Gibran Fokus Infrastruktur: Rusun ASN Papua Tengah Jadi Prioritas Strategis

“Ketua KPA tinggal siapkan daftar nama yang aktif agar bisa terdaftar,” ujarnya menutup.

Pelantikan pengurus KPA Deiyai 2025–2030 menjadi langkah awal penting dalam membangun gerakan bersama melawan HIV/AIDS di Papua Tengah.
Dengan dukungan penuh dari KPA Papua Tengah, Pemerintah Kabupaten Deiyai, dan berbagai lembaga masyarakat, diharapkan program edukasi, pencegahan, dan pendampingan bagi ODHA dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

Berita Terkait

WhatsApp Image 2026-04-02 at 13.08.35
Polda Papua Tengah mengucapkan Selamat Hari Raya Idulfitri 1447 H
Kepala Kepolisian Daerah Papua Tengah Beserta Staf dan Jajaran mengucapkan Selamat Hari Raya NYE
WhatsApp Image 2026-03-19 at 23.10.55
WhatsApp Image 2026-03-20 at 22.08.45
Selamat-Hari-Lahir-4-1024x1024
Terbaru
Berita Populer
Nasional
Topik Populer
Anda tidak boleh menyalin konten halaman milik News.busurnabire.id ini
Tutup
Tutup