NEWS.BUSURNABIRE.ID : Nabire | Papua tengah |Menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026, masyarakat di Provinsi Papua Tengah diminta tidak khawatir terkait ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) maupun LPG. Hal tersebut ditegaskan oleh Sales Branch Manager Pertamina Patra Niaga Papua Tengah 1 Nabire, Muhammad Rinaldi Suryanto, saat diwawancarai awak media pada Rabu, 11 Maret 2026.

Ia memastikan bahwa stok BBM yang dikelola oleh Pertamina melalui Fuel Terminal Nabire dan Fuel Terminal Timika dalam kondisi aman dan siap memenuhi kebutuhan masyarakat hingga menjelang Lebaran.
“Untuk stok BBM di Provinsi Papua Tengah saat ini dalam kondisi aman. Masyarakat maupun konsumen di SPBU Pertamina tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan BBM bersubsidi maupun non-subsidi, khususnya menjelang Hari Raya Idul Fitri,” jelas Rinaldi.
Menurutnya, Pertamina telah melakukan berbagai langkah antisipasi sejak jauh hari dengan melakukan build up stok atau penambahan cadangan bahan bakar di sejumlah terminal utama.
Langkah tersebut dilakukan guna memastikan distribusi BBM tetap stabil saat permintaan masyarakat meningkat menjelang momen mudik dan perayaan Lebaran.
“Kami sudah menyiapkan stok tambahan di Fuel Terminal Nabire maupun Fuel Terminal Timika. Selain itu, kami juga telah mengikuti rapat koordinasi lintas sektoral yang diselenggarakan oleh Polda Papua Tengah untuk memastikan kesiapan distribusi energi menjelang Idul Fitri,” ungkapnya.
Rinaldi menjelaskan, saat ini ketahanan stok BBM di wilayah Papua Tengah berada pada kisaran 20 hari ke depan. Namun angka tersebut bukanlah batas tetap, karena Pertamina terus melakukan pengiriman tambahan dari berbagai terminal utama di Indonesia.
“Angka 20 hari itu bukan angka yang fix. Ketika stok mendekati batas aman, kami akan terus melakukan pengiriman dari terminal utama seperti Jayapura, Ambon, dan Wayame sehingga pasokan tetap terjaga,” katanya.
Dengan sistem distribusi tersebut, Pertamina memastikan masyarakat tetap dapat memperoleh BBM di seluruh SPBU yang tersebar di wilayah Papua Tengah tanpa hambatan.
“Jadi masyarakat tidak perlu khawatir, karena BBM akan selalu tersedia di SPBU-SPBU di Provinsi Papua Tengah,” tegasnya.
Selain BBM, Pertamina juga memastikan kesiapan pasokan Liquefied Petroleum Gas (LPG) di wilayah Papua Tengah.
Rinaldi menjelaskan bahwa untuk saat ini produk LPG yang tersedia di Papua Tengah adalah LPG non-subsidi Bright Gas dengan tabung berwarna pink.
“Untuk LPG, saat ini kami menyediakan Bright Gas ukuran 5,5 kilogram dan 12 kilogram. Ketahanan stoknya rata-rata berada di kisaran 20 hingga 30 hari,” jelasnya.
Pertamina juga terus melakukan pengiriman rutin dari berbagai daerah guna menjaga stabilitas pasokan LPG di wilayah Papua Tengah.
Pengiriman tersebut berasal dari beberapa kota besar seperti Surabaya dan Makassar, sehingga distribusi LPG tetap berjalan lancar meskipun terjadi peningkatan konsumsi menjelang hari raya.
“Kami terus melakukan pengiriman dari Surabaya dan Makassar untuk memastikan ketersediaan LPG tetap terjaga,” ujarnya.
Ia pun mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian secara berlebihan karena pasokan energi dipastikan akan terus tersedia.
“Kami pastikan masyarakat yang ingin memasak, membuat kue, maupun mempersiapkan kebutuhan Lebaran tidak perlu khawatir karena LPG akan terus tersedia di Provinsi Papua Tengah,” tutup Rinaldi.
Dengan kesiapan stok BBM dan LPG tersebut, Pertamina berharap aktivitas masyarakat menjelang Idul Fitri dapat berjalan lancar tanpa terganggu oleh persoalan pasokan energi.













