NEWS.BUSURNABIRE.ID – Nabire : Papua tengah| Sales Branch Manager Pertamina Patra Niaga Papua Tengah 1 , Muhammad Rizaldi Suryanto, mengungkap temuan penting dalam inspeksi mendadak (sidak) distribusi BBM bersubsidi di sejumlah SPBU di Nabire. Dari hasil pemeriksaan lapangan, tim gabungan menemukan beberapa kendaraan truk yang diduga memodifikasi tangki bahan bakar untuk mengambil BBM subsidi melebihi kapasitas yang diizinkan.

Temuan tersebut disampaikan langsung Rizaldi kepada wartawan usai sidak di SPBU Bukit Meriam, Nabire, Rabu (11/3/2026).
Menurutnya, kegiatan sidak dilakukan sebagai respons atas banyaknya keluhan masyarakat mengenai dugaan penyalahgunaan BBM subsidi, khususnya Solar dan Pertalite.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada OPD terkait, Pak Sekda, Asisten I dan Asisten II yang telah bersama-sama melakukan sidak selama dua hari ini. Tujuan utama kami adalah menelusuri keluhan masyarakat terkait dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi,” ujar Rizaldi.
Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kolaborasi antara Pertamina, pemerintah daerah, dan aparat penegak hukum untuk memastikan distribusi BBM subsidi berjalan sesuai aturan.
Dalam sidak tersebut, tim gabungan melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan yang mengisi BBM subsidi di SPBU. Pemeriksaan tidak hanya sebatas dokumen kendaraan, tetapi juga kondisi fisik kendaraan yang diduga dimodifikasi.
“Kami melihat kesesuaian pengambilan BBM subsidi, mulai dari STNK, izin jalan, hingga kondisi kendaraan itu sendiri. Kami juga memeriksa apakah kendaraan memiliki tangki ganda, tangki tambahan, atau bahkan menggunakan lebih dari satu pelat nomor,” jelasnya.
Pemeriksaan tersebut melibatkan unsur pemerintah daerah serta aparat penegak hukum, termasuk Dinas Perhubungan Kabupaten Nabire dan Kepolisian Negara Republik Indonesia, yang bertugas mencatat setiap pelanggaran yang ditemukan di lapangan.

Dari hasil pemeriksaan, tim menemukan beberapa truk yang memiliki tangki bahan bakar melebihi kapasitas standar kendaraan.
“Untuk hari ini kami menemukan beberapa truk yang memiliki tangki lebih dari kapasitas seharusnya. Hal ini sudah diketahui oleh Dinas Perhubungan dan juga Satlantas Polres Nabire,” ungkap Rizaldi.
Temuan tersebut langsung didata oleh petugas sebagai bahan evaluasi dan tindak lanjut oleh instansi terkait.
Selain pencatatan pelanggaran, tim gabungan juga mengambil tindakan langsung di lapangan terhadap kendaraan yang diduga melanggar aturan.
“Di salah satu SPBU kami sudah melakukan penyitaan pelat nomor kendaraan, memberikan teguran kepada pengemudi, serta mencatat identitas pemilik atau owner dari truk tersebut,” katanya.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kendaraan yang terindikasi melakukan penyalahgunaan BBM subsidi dapat diproses lebih lanjut oleh instansi yang berwenang.

Terkait kemungkinan sanksi hukum terhadap kendaraan yang melanggar aturan, Rizaldi menegaskan bahwa kewenangan tersebut berada pada dinas teknis dan aparat penegak hukum.
“Untuk tindakan hukum, kami dari Pertamina belum bisa menjawab secara detail karena hal tersebut merupakan kewenangan Dinas Perhubungan maupun pihak kepolisian,” jelasnya.
Meski demikian, ia memastikan bahwa Pertamina akan terus mendukung langkah pengawasan bersama pemerintah daerah guna memastikan penyaluran BBM bersubsidi tepat sasaran.
Sidak yang dilakukan selama dua hari tersebut diharapkan mampu menekan praktik penyalahgunaan BBM subsidi di Nabire, sekaligus menjawab keluhan masyarakat terkait distribusi bahan bakar yang kerap dianggap tidak merata.













