NEWSBUSURNABIRE.ID – NABIRE, Papua Tengah – Tokoh adat sekaligus Kepala Suku Nayak, Piter Hubi, mengajak seluruh masyarakat di Kabupaten Nabire untuk terus memperkuat persatuan, menjaga keamanan, serta menciptakan situasi yang damai dan kondusif demi mendukung pembangunan di Provinsi Papua Tengah.

Ajakan itu disampaikan dalam kegiatan sosialisasi bertema “Masyarakat Suku Nayak Bersinergi Menjaga Keamanan dan Kedamaian di Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah” yang digelar di Balai Desa Sanoba, Jalan Yan Mamoribo, Distrik Nabire, Sabtu (23/5/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 25 warga Suku Nayak/Jayawijaya yang berdomisili di wilayah Desa Sanoba. Selain menjadi ajang silaturahmi, pertemuan itu juga menjadi momentum mempererat persaudaraan antarwarga serta memperkuat komitmen menjaga stabilitas keamanan daerah.

Dalam sambutannya, Piter Hubi menyampaikan apresiasi kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, beserta pemerintah pusat atas perhatian dan dukungan nyata yang telah dirasakan masyarakat sejak 2025 hingga saat ini.
“Bantuan yang diberikan pemerintah pusat sejak tahun lalu masih sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat kami hingga hari ini. Ini bentuk perhatian yang kami syukuri dan menjadi motivasi bagi kami untuk terus menjaga stabilitas daerah,” ujar Piter.
Menurutnya, kesejahteraan masyarakat hanya dapat terwujud apabila keamanan tetap terjaga dan seluruh elemen masyarakat bersatu mendukung terciptanya ketertiban sosial.
Ia menegaskan, masyarakat adat memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga harmoni kehidupan bersama. Karena itu, ia meminta seluruh warga Suku Nayak agar terus menjalin sinergi dengan aparat keamanan TNI-Polri untuk mencegah potensi gangguan kamtibmas di wilayah Nabire dan Papua Tengah secara umum.
“Kedamaian adalah pondasi utama pembangunan. Jika kita hidup rukun, saling menghormati, dan menjaga persatuan, maka kesejahteraan akan lebih mudah terwujud. Menjaga keamanan bukan hanya tugas aparat, tetapi tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.

Selain penyampaian pesan kebangsaan dan ajakan menjaga kondusivitas wilayah, kegiatan juga dirangkaikan dengan pembagian bantuan sembako kepada warga. Paket bantuan yang dibagikan berisi beras, gula, minyak goreng, kopi, telur, dan teh sebagai bentuk kepedulian sosial untuk membantu memenuhi kebutuhan pokok masyarakat.
Warga yang hadir menyambut positif kegiatan tersebut. Mereka menilai agenda seperti ini sangat penting untuk memperkuat komunikasi antarwarga sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan dalam menjaga keamanan lingkungan.

Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama serta deklarasi komitmen menjaga keamanan dan ketertiban di Kabupaten Nabire.
Komitmen itu menjadi simbol kuat bahwa masyarakat Suku Nayak siap mendukung terciptanya Papua Tengah yang damai, harmonis, dan terus bergerak maju seiring pembangunan nasional yang sedang berjalan.













